KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 120 KOK BISA


__ADS_3

Begitu sampai di rumahnya, handy langsung menggendong istrinya ke kamar mereka. Ternyata istrinya itu sangat pulas, terbukti sudah di gendong aja masih tidur.


Begitu meletakkan istrinya di kasur, handy pun memberi perintah kepada bagian dapur untuk memasak soto dan ayam goreng permintaan istrinya.


Setelah selesai handy menemui mami mertuannya yang dulu sering dia panggil kakak.


"tita sudah tidur lagi mi, kalau mami mau istirahat, istirahat aja dulu di kamar" ucap handy.


"apa kamu masih harus kembali ke kantor"? tanya Bu Linda


"ngga mi, hari ini sudah di handle valdo, aku juga mau istirahat dulu" ujar handy.


"kalau begitu aku ingin pulang aja, soalnya masih ada yang harus aku kerjakan juga" ucap ibu Linda sambil bangkit berdiri.


"baiklah mi" ujar handy akhirnya, lalu mengantar mami mertuannya ke depan.


Setelah itu handy masuk ke ruang kerjanya untuk membereskan beberapa kerjaan. Tapi karena merasa ingin selalu dekat istrinya, akhirnya handy membawa laptopnya ke kamar mereka dimana tita sedang tidur.


Lumayan lama juga tita tidurnya, menjelang sore barulah tita bangun. Setelah bangun tita langsung mandi biar lebih fresh katanya.


Malam harinya tita pengen menggunakan baju bernuansa pink, akhirnya dia mencari baju nuansa pink di semua bajunya. Akhirnya tita menemukan satu baju yang nuansa pink dan mengambil baju tersebut, yang ternyata sebuah daster yang terlihat sederhana, tapi harus di akui tita terlihat malah sangat seksi. Karena daster itu memiliki karet di atas bagian perutnya, sehingga semua bentuk tubuh tita terekam jelas.


Melihat istrinya menggunakan pakaian begitu handy tambah posesif. Dia tidak mengizinkan siapapun melihat istrinya dengan tampilan begitu. Sehingga pas jam makan malam, para art harus sibuk mondar mandir karena handy ingin makan di kamar aja sama istrinya, sementara tita tidak bolehin orang lain masuk kamarnya selain ke adaan darurat.


Handy rela mondar mandir dari pintu kamar demi menyiapkan makan malam mereka berdua.


Setelah drama makan malam selesai, seperti biasa mereka akan bermanja - manja dulu, barulah handy akan memegang kerjaan lagi sampai dia mengantuk.


Keesokan harinya tumben tita bisa bangun pagi dan langsung mandi tanpa drama muntah - muntah. Tita langsung menggunakan kaos oblong dengan celana kolor milik handy, karena dia jarang punya celana kolor, paling juga hot pan. Setelah itu dia oles wajahnya dengan bedak tipis, lalu dia keluar ingin menghirup udara pagi yang segar.


Melihat suaminya masih pulas, akhirnya tita keluar sendiri, toh dia tidak keluar gerbang, hanya di sekitar halaman doank.


Melihat nyonya mereka keluar, para penjaga langsung siap melihat sekitar jangan sampai nyonya mereka kenapa - Napa, karena bisa di bilang pastilah pekerjaan mereka akan hilang dan bakal susah juga untuk cari kerja lagi.


Salah satu dari mereka juga memberi kode kepada satpam yang berjaga di depan untuk tidak membuka pintu gerbang sembarangan, takut tuannya marah. Mereka semua seperti menjaga seorang putri, ya tapi mau gimana lagi, memang untuk itulah mereka di bayar.

__ADS_1


Tita sangat menikmati udara pagi di halaman, berjalan perlahan dan mengayunkan tangannya. Bibi emak yang melihat tita keluar langsung mengikuti dari belakang.


"apa nyonya ingin sesuatu nya" tanya bibi emak sopan.


"ngga bi, aku cuma ingin hirup udara segar" ujar tita senyum.


"ohhh boleh bibi temanin nyonya"?


"ngga usah bi, lanjutin aja sana kerjanya" ujar tita


"tidak apa - apa nyonya, takut nyonya butuh sesuatu dan takut tuan handy marah kalau nyonya di biarkan sendirian" ujar bibi emak.


"ya sudah, terserah bibi aja" ujar tita sambil lanjut berjalan. Bibi emak dengan setia mengikuti tita di belakang, dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


Tita berjalan di seputaran halaman rumah handy, lalu dia kadang menggoyangkan kakinya, lalu lanjut berjalan lagi, sampai akhirnya tita duduk di gajebo untuk istirahat sebentar.


"bi, mau susu jahe bi" ucap tita sepertinya ingin minum yang hangat.


"oh baik nyonya, sebentar bibi ambilkan" ujar bibi emak sampai setengah berlari masuk rumah. Lalu dia minta orang yang mengatur pola makan nyonyanya untuk membuatkan susu jahe.


"wahhhh segar nih bi" ujar tita sambil merentangkan tangannya . Lalu tita mulai menikmati susu jahenya yang perlahan. Saking asyiknya menikmati udara pagi, tita sampai betah belum ingin masuk rumah.


Sementara Handy yang baru bangun merasa perutnya sedikit mual ingin muntah. Dia segera bangkit dan betapa dia kaget istri tercintanya tidak ada disana.


Handy jelas sangat panik, dengan masih piyama tidur handy keluar dari kamarnya dan berteriak memanggil bibi emak.


"bi, bibiii" teriak handy sangat kencang membuat para art heran. Untunglah Salah satu dari mereka memberanikan diri untuk memberitahu.


"maaf tuan bibi emak sedang di luar bersama nyonya"? ujarnya sopan


"apahhhh, di luar sama nyonya" tanya handy ngga percaya.


"emanknya nyonya kenapa" suara handy masih meninggi seolah mengintimidasi. Akhirnya art itu hanya berani menunjuk ke arah gazebo, karena dia jelas ngga tahu nyonya kenapa. Tumben memang hari ini keluar kamar pagi - pagi sekali.


"sedang olah raga tuan" ucapnya.

__ADS_1


Handy langsung melihat kearah yang di tunjuk oleh art tersebut. Dan betapa bahagiannya dia melihat istrinya yang sedang tersenyum bersama bibi emak.


Tiba - tiba handy merasa mual dan ingin muntah. Diapun lari ke kamar mandi karena sudah tidak tahan. Handy benar - benar mual, padahal semua isi perutnya hampir sudah keluar, tapi tetap masih mual.


Art yang melihat itupun langsung keluar untuk memberitahu nyonya tita kalau tuannya sedang muntah - muntah.


"maaf nyonya, mengganggu, tapi tuan sedang muntah - muntah" ucapnya setengah menunduk.


"tuan handy maksudnya" malah bibi emak yang duluan bertanya.


"iya mbok" jawab Inah


Tita tanpa bertanya lagi langsung bangkit berdiri dan masuk ke dalam rumah. Tapi sepanjang jalan tita sedang berpikir, kalau pagi ini dia sama sekali tidak merasakan mual dan muntah.


'kok bisa ya, sekarang malah kak handy yang muntah - muntah' batin tita sambil melangkah masuk.


"kak handy, kak handy kok bisa muntah - muntah" ujar tita sambil masuk kamar mandi.


"iya sayang, jangan ke sini, nanti kamu ikut muntah" ujar handy


"tidak kak, ayo aku balurin minyak kayu putih" ujar tita mengurut tengkuk suaminya.


Handy pun bangkit berdiri dan mengikuti istrinya.


"kamu darimana sih sayang, saya cariin kamu dari tadi" tanya handy


"maaf kak handy, tadi kak handy masih tidur pulas, aku ingin keluar untuk cari udara segar, ternyata segar banget kak" tutur tita antusias saat mereka duduk di meja makan.


Handy sampai melongo melihat istri kecilnya itu antusias bercerita. Dan lucunya di dekat tita handy sudah tidak merasa mual lagi.


'aduh kok bisa ya' batin handy. Padahal tadi dia sangat mual banget.


Jangan bosan ya readersku yang baik


Tetap beri dukungan like , coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2