
Setelah tita selesai makan, dia masih tetap dalam dekapan ibu Linda.
Handy yang melihat tita sedikit tenang mulai sedikit bertanya biar tahu duduk persoalannya.
"Sebenarnya gimana ceritanya sampai tita bisa senekat tadi Bu" tanya handy. Karena handy yakin tidak mungkin tita sampai senekad itu kalau hanya masalah kecil.
Sementara valdo yang melihat bosnya ngga ada niat untuk pergi minum kopi lagi akhirnya buat kopi sendiri untuk mereka dan nanti membawanya ke meja depan.
"panjang ceritanya pak" ucap Linda sepertinya sedikit malu dengan kehidupannya.
"iya, cobalah cerita sedikit, mungkin ada yang bisa kami bantu. oh iya namaku handy dan yang disini tadi valdo, dia itu asisten saya. Dan sepertinya usia kita hanya beda sedikit, sepertinya saya lebih muda, jadi panggil aja handy ngga usah pakai pak. Kalau ibu, oh iya gimana kalau saya panggil kakak aja, aku lihat kakak juga masih muda sih" ucap handy sambil senyum kecil.
"iya ngga apa - apa pak..eh ...handy. namaku Linda, aku istri dari laki - laki yang di mall tadi dan maminya tita anak saya" Linda mulai menanggapi dengan santai.
Sementara tita yang mungkin sudah kecapean akhirnya tertidur masih dalam dekapan maminya, apalagi maminya terus mengusap rambutnya dengan kasih sayang. Linda akhirnya mengangkat kakinya tita dan meletakkan kepala anaknya di atas pahanya supaya tidurnya sedikit tenang.
Handy yang melihat kasih sayang Linda ke anaknya merasa sangat sedih, masa wanita selembut dan secantik ini di perlakukan sampai sedemikian oleh suaminya sendiri, batin handy.
Aku akan membantunya, aku yakin suaminya sudah berlaku tidak adil juga tentang uang.
"oh iya kak Linda, apa tita mau tidur di kamar aja, biar tenang", usul handy
"tidak usah, aku takut dia kebangun dan histeris kalau tidak ada aku" ujar linda
"gimana kalau kalian tinggal di sini aja dulu sampai kalian bisa tenang" ujar handy dengan tulus.
Sebenarnya Linda bukannya takut atau gimana,p dia hanya merasa tidak enak jika terus merepotkan handy dan asistennya.
"terimakasih, tapi mungkin lebih baik kami pergi dulu aja entah kemana, soalnya saya lihat emosi tita juga belum stabil, aku takut tita nekat lagi membuat dia semakin di benci daddynya" ujar Linda jujur.
"tapi kakak mau kemana"?
__ADS_1
"aku juga belum tahu, karena aku juga sudah tidak punya orang tua dan rumah kami juga sudah diambil wanita licik itu" cerita Linda pilu membuat handy makin geram dengan pelakor itu. Dia akan berusaha mengembalikan rumah ibu dan anak ini.
"bagaimana bisa rumah itu diambil oleh pelakor".tanya handy serius
"yahhhh sebenarnya saya malas untuk cerita itu Han, karena saya harus ingat lagi kekejaman daddynya tita" ucap Linda sedih.
"paling tidak beritahu intinya kak, supaya aku bisa bantu kalian" ujar handy lagi
flash back on
"pa, apa maksudmu dengan semua ini" tanya Linda sudah berurai airmata dengan nafas yang hampir sesak karena melihat kelakuan suaminya.
"hahhhh kita sudah tidak cocok, mendingan kita berpisah aja. aku juga sebenarnya sangat berat tapi mau bagaimana lagi, kita ngga punya pilihan, aku sudah sangat mencintai Ica" tutur pak David Keenan dengan tenang.
Linda juga tidak berusaha lagi untuk menahan suaminya, apalagi sekarang suaminya sudah berkata dengan terus terang.
Apalagi yang harus di mohonkan untuk di pertahankan sekalipun demi anak semata wayang mereka tita.
"terserah kamu, tapi mungkin dia lebih baik ikut kamu, remaja lebih baik bersama maminya" ujar pak David tenang.
"Aku akan segera mengurus suratnya, rumah ini beserta isinya buat kalian, juga apartemen dan deposit yang di bank M. Tapi kamu juga harus menjaga tita dengan baik" lanjut pak David.
Tanpa daya Linda hanya bisa diam dan akhirnya mengangguk lalu berlalu dari ruangan itu meninggalkan suaminya yang juga pergi entah kemana, paling ke rumah pel.kor itu.
Sejak saat itu Linda sudah melepaskan suaminya dari hatinya, walaupun memang tidak gampang bahkan kalau bisa berkata tidak Linda akan memilih itu, tapi mau bagaimana lagi itulah pilihan terbaik mereka.
Sampai beberapa Minggu kemudian satu masalah besar terjadi. Tita yang ternyata sudah mendengar tentang perselingkuhan ayahnya ingin mengetahui kebenarannya, karena maminya selalu mengelak kalau di tanya. Dan selalu bilang semua akan baik - baik aja.
Tita akhirnya mencari tahu sendiri dan melabrak wanita itu di salah satu restoran mewah, membuat pak David marah dan menyeret tita keluar dari restoran itu. Dan atas hasutan wanita itu pak David menarik semua harta Gono gini yang telah di sepakati.
Pak David hanya meninggalkan rumah yang mereka tempati dulu untuk tempat mereka berteduh.
__ADS_1
Tapi kemarin entah gimana ceritanya dari pak David, kami juga disuruh untuk mengosongkannya, karena mereka akan tinggal disana. Dan kami tidak bisa membawa apapun, bahkan selembar identitas pun tidak ada. Dan akhirnya tadi malam kami menginap di rumah Rara temannya tita yang tadi siang ikut di mall.
flash back off
"Itulah yang membuat tita kemarin mengikuti daddynya lalu terjadilah hal yang di mall tadi" ujar Linda kembali meneteskan airmata.
'kurang ajar' gumam handy sangat geram
Cerita Linda ini sangat membuat handy dan valdo yang baru bergabung disana menjadi berang. Handy yang nota bene pernah sengsara akibat ulah pelakor makin yakin untuk menghancurkan David dan pelakor itu.
"kak Linda tenang aja, aku akan bantu kalian untuk mendapatkan hak - hak kalian itu lagi" ucap handy yang di iyakan juga oleh valdo.
"tidak usah Han, mendingan kami jauh aja dari mereka, aku tahu sifat suamiku, tadi aja dia sudah tega berbuat begitu sama tita, anak yang selama ini dia banggakan dan sayang - sayang." ucapnya berurai air mata lagi.
"terus sekarang, apa rencana kak Linda" tanya handy lembut, dia sangat iba dengan nasib kedua wanita ini.
"kakak akan biarkan p.lakor itu merajalela, kakak akan menghindar dari mereka,? itu bukan solusi kak, yang terbaik menurutku adalah kakak hadapi, kakak harus tunjukkan kalau kakak bisa mandiri dan tahu apa yang menjadi hak kakak dan tita" ucap handy lagi.
"aku bisa apa"? ucapnya lesu cenderung pasrah tapi tak rela.
"aku akan bantu kak Linda, aku ada kenal orang yang bisa bantu kak Linda. Dia itu sangat baik, aku yakin dia akan dengan sukarela bantu kalian" ujar handy semangat.
Jujur Linda ngga tahu harus gimana sekarang, mau langsung terima penawaran handy padahal Linda belum tahu siapa handy dan apa motifnya menolong Linda. Tapi mau menolak pun tak ada untungnya juga, bahkan jika handy menipunya pun Linda sudah siap, yang penting mereka berdua jangan sampai terlalu enak menikmati haknya dan tita.
"tapi jujur aku ngga punya duit sekarang, aku ngga bisa bayar bahkan hal terkecil sekalipun. Ini juga aku ingin jual ini nanti untuk biaya hidup kami sama tita" ucap Linda sambil menunjukkan cincin di jarinya.
Hai semua
Di dukung terus ya
Like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏