
"ta, jangan menangis begini donk, kakak ngga kuat liat tita menangis" ujar handy sambil mengusap punggungnya.
"tita kan sedih kak, jadi ingat Daddy dan mami. Sebenarnya mereka adalah panutan tita, tapi Daddy mengecewakan tita, makanya tita sedih" ujarnya berusaha mengurai pelukan mereka. Tapi bukannya melepas, handy malah mengeratkan pelukannya.
"jangan sedih ta, jangan nangis, oke" bujuk handy.
"Nanti tita mengalami kayak mami ngga ya kak" tanyanya masih ada sisa tangis
"maksudmu" tanya handy sedikit mengurai pelukan mereka.
"kak, tita kan anak manja, ngga bisa mandiri, ngga bisa ngapa - ngapain, apa nanti suami tita selingkuh juga" malah tanyanya polos. Sudah jelas handy ngga bisa menjawab itu.
"ta, jangan begitu, belum tentu semua lelaki begitu" ujar handy
"justru itu , apa tita akan cari suami laki - laki biasa aja kak, tita takut sama orang kaya. Nanti dia pasti selingkuh juga, kan cewek pel.kor itu carinya lelaki berduit", ucapnya tanpa dosa, tanpa dia sadari handy sedikit terusik dengan ucapan tita.
"ta, tidak semua orang kaya begitu" ujar handy menatap matanya
"tapi tita tetap takut" ucapnya
Handy sudah kehabisan kata - kata untuk bicara dengan tita. Akhirnya handy memberanikan diri lagi, lebih berani menatap mata tita.
"Ta, izinkan aku akan tetap menjagamu, aku mencintaimu" ujar handy tulus dan mencoba berani menatap mata tita.
"tapi, tapi kenapa kak handy cinta sama tita"? tita ngga bisa ngapa - ngapain, tita manja, egois dan emosian. Apa kak handy cuma ingin mempermainkan tita ya? soalnya ngga ada yang membanggakan dari tita" ujarnya merendah.
Sebenarnya tita sangat cantik, pakai sangat malah, apalagi kulitnya putih mulus perpaduan Daddy dan maminya. Tapi karakter baik dan jujur Linda hampir semua diturunkan ke tita.
" kak handy banyak teman ceweknya, juga rekan kerjanya cewek cantik - cantik, aku ngga mau stress nanti mikirin hal negatif terus" ujar tita lagi
"makanya jangan berpikir negatif, pikirkan yang positif aja" ujar handy mengusap kepalanya. Entah kenapa tita juga jadi lunak sama handy, biasanya dia akan banyak protes.
"nanti kayak mami di selingkuhan, gimana"? ujar tita tetap belum yakin.
"tita ngga yakin kuat seperti mami, mungkin tita akan bunuh diri aja" lanjutnya.
Dengan sabar handy mengusap tangan tita, lalu dengan perlahan dia bilang.
"hushh, jangan terlalu memikirkan apa yang belum terjadi, kamu harus percayakan hidupmu sama Tuhan yang maha kuasa, karena sesungguhnya hanya Dia yang tahu gimana masa depan kita. Bahkan kak Linda aja pasti ngga tahu gambaran masa depanmu." ujar handy tulus
__ADS_1
Tita jelas belum sampai ke sana pemahaman hidupnya. Dia masih belum mengerti arti asam garam kehidupan ini.
Dengan sabar handy kembali bicara sama tita.
"tetaplah jadi tita yang bawel, tita yang manja dan tita yang emosian, karena itulah tita yang sesungguhnya. Dan kamu tahu ta, itulah tita yang saya sukai" ucap handy lagi.
"aku juga ngga tahu ta, kenapa hatiku malah jatuh sama kamu, pada anak kecil yang cerewet dan juga emosian. Tapi entah kenapa di depanmu aku jadi takut salah, takut membuat kamu sakit hati, padahal selama ini aku tidak pernah ada ketakutan - ketakutan itu" ujarnya lagi
Tita masih diam karena dia juga belum bisa menilai perasaannya sendiri, tapi yang pasti bersama handy dia merasa aman dan nyaman serta bisa jadi dirinya sendiri.
"jadi gimana ta, apa kakak boleh berharap kamu juga akan mencintai kakak" tanya handy serius.
"aku ngga tahu, aku ngga tahu kak" ucap tita sambil menggeleng.
"tidak apa - apa ta, kamu tidak usah jawab sekarang. Kamu boleh memikirkannya dengan tenang karena aku akan menunggu itu. Tetaplah jadi tita yang manja dan jangan bilang untuk aku menjauhimu, itu sangat menyakitkan ta" ujar handy penuh harap.
Sementara valdo yang sejak tadi ada di balik pintu sebenarnya mendengar sebagian pembicaraan mereka. Tadinya valdo kembali untuk mengingatkan handy biar segera ke ruang meeting, tapi begitu dia buka sedikit pintu dia lihat handy dan tita sedang berpelukan. Valdo akhirnya mundur dan langsung ke ruang meeting untuk memberitahu untuk mengundur meeting sepuluh menit lagi.
Dan sekarang sudah sepuluh menit, mau ngga mau valdo harus gangguin dua sejoli itu.
tok tok tok
"hallo Han" ucap valdo langsung nyelonong seperti biasa sebelum dipersilakan masuk
"tadi ibu Linda cuma pesan, kamu di kembalikan dengan utuh" gurau valdo sambil membawa berkas meeting dari meja handy.
Valdo terus nyerocos padahal mereka berdua sedang menata hatinya masing - masing. Handy bahkan tidak rela meninggalkan tita sendirian di ruangannya.
"val, kamu ngga bisa handle meetingnya,"? tanya handy yang masih ingin bersama tita.
"emank kenapa"?
"kasian tita, sendirian di sini" ujar handy memang terlihat ngga tega.
"ya elah, ya sudah bawa aja ke ruang meeting" ucap valdo akhirnya saking buntu cari jawaban.
Mendengar perdebatan mereka , tita akhirnya mengalah.
"jangan kak, meetingnya ngga lama kan? tita di sini aja, tita mau main game, mumpung ada WiFi kantor kak handy " ucap tita kembali senyum menunjukkan gigi putihnya.
__ADS_1
Ingin rasanya handy mencium bibir itu sekarang sebagai mood boosternya sebelum meeting, tapi tidak boleh, itu tidak baik buat mental tita, akhirnya mereka beranjak keluar.
"ya sudah duduk aja di situ ya, main game sepuasmu" ujar handy mengusap kepala tita. Valdo tersenyum melihat tingkah handy yang sepertinya memang sedang bucin akut kalau bahasa valdo.
Tita langsung menuju sofa mewah itu dan membuka handphonenya.
"sepertinya banyak kemajuan nih" bisik valdo menggoda handy.
"berisik Lo"
Sementara handy dan valdo akan menuju ruang meeting. sebelum masuk ruang meeting valdo menuju meja sekretaris handy.
"kamu tidak usah ikut meeting, siniin aja berkasnya, kamu di sini aja, tolong jaga wanita yang di ruangan bos" perintah valdo setengah berbisik.
"baik pak valdo"
Valdo langsung melangkah cepat mengejar handy yang sudah duluan. Mereka sudah di tunggu di ruang meeting.
Handy langsung duduk di kursi kebesarannya dan membuka berkas yang di serahkan oleh valdo. Sementara valdo langsung membuka acara rapat internal yang sudah tertunda beberapa waktu lalu.
Mungkin karena mood handy lagi bagus atau memang kinerja mereka semua sudah oke, rapat hari ini tidak terlalu banyak komplain dari handy. Hampir semua penjabaran dan masalah tiap divisi bisa di selesaikan dengan baik dan cepat.
Mungkin karena ini rapat, perasaan bisa sebentar tapi ternyata makan waktu satu jam juga. Itupun sudah termasuk cepat di banding biasanya.
Handy sudah tidak sabar masuk ruangannya setelah rapat itu usai. Dia melangkah sangat cepat menuju ruangannya.
brakkk
Begitu pintu dia buka dengan tidak sabar, dia tidak melihat siapa - siapa di sana, tapi masih ada tas tita di atas meja.
Handy mendekat ke sofa yang membelakangi pintu, dan terlihatlah olehnya tita tertidur dengan handphone menyala di tangannya diatas pahanya. Handy sampai senyum melihat tita ketiduran di sofa.
'kamu sudah kembali ke sifat aslimu, masih bocah, tidurmu damai banget' batin handy sambil senyum.
"senang banget Lo, sampe senyum sendiri" usil valdo menggoda handy.
"ahhh kek lo ngga pernah aja" handy juga sudah mulai bisa becanda.
Hai guys
__ADS_1
like, coment dan vote ya guys
Terimakasih🙏