
Linda akhirnya menengahi perdebatan putrinya dengan asisten suaminya itu.
"tita sayang, sudah ya, tidak baik mensyukuri orang yang sedang dapat cobaan. Mungkin daddymu memang lagi butuh support nak" ujar ibu Linda lembut.
Pak Dodi merasa sangat senang mendengar ucapan ibu Linda. Sepertinya dia memiliki harapan untuk bisa menyenangkan bosnya itu.
"benar Bu Linda, pak David itu sekarang hanya butuh maaf ibu Linda dan non tita untuk mengurangi rasa bersalahnya" ucap Dodi pelan.
Tita terlihat ingin protes lagi, tapi ketika dia melihat maminya dan menggeleng, akhirnya tita jadi diam saja.
"pak Dodi tolong sampaikan kepada pak David bahwa kami sudah berhasil melupakannya, dan kami juga sudah memaafkannya , jadi biarlah dia lanjutkan hidupnya" ujar ibu Linda serius.
"maaf Bu Linda dan non tita, jika boleh memohon sekali saja, biarlah ungkapan itu disampaikan langsung kepada pak David langsung. Karena sekarang pak David benar - benar hopeless sampai tidak mau berobat. Saya ingin pak David mempunyai semangat hidup lagi Bu, dan supaya dia mau berobat yang intens" ujar Dodi lagi.
Akhirnya ibu Linda dan tita serta handy saling tatap. Mereke sibuk dengan pikiran mereka masing - masing.
"Saya tahu permintaan saya ini agak berat Bu, dan terutama untuk non tita. Tapi saya sangat sayang sama pak David Bu, non tita, saya tidak tega melihat pak David yang sekarang. Dia sudah tidak perduli perusahaan dan kantor bahkan kesehatan tubuhnya sendiri. Dia hanya mau sendiri." ujar Dodi sangat sedih.
"Seandainya ada yang lain yang bisa saya lakukan Bu untuk menolong pak David, akan saya lakukan Bu, demi bakti dan terimakasih saya sama beliau. Biar bagaimanapun sewaktu bapak sama ibu Linda, dia sudah banyak membantu keluarga saya" tutur Dodi.
Melihat kesetiaan Dodi, menyentuh hati handy juga. Akhirnya dia melihat tita dan bertanya dengan lembut.
"Tita mau ngga kak handy temani ketemu Daddy. Setidaknya kamu itu sudah melakukan tugasmu sebagai anak ta. Mau ya sayang, kak handy temani. Jangan takut, kalau kamu ngga nyaman pegang tanganku, oke" ucap handy yakin sambil menatap tita.
Tita melihat handy intens lalu menatap maminya. Ibu Linda masih terlihat bingung memutuskan untuk dirinya sendiri, tapi kalau tita mau pergi dengan handy dia tidak akan halangi.
Linda terlihat menganggukkan kepalanya kepada tita, sehingga titapun mengangguk kepada handy. Handy dan Dodi sangat gembira dan senang. Bahkan handy refleks langsung mengusap pucuk kepala tita.
"Ya sudah mandi gih, kita kesana sebentar, mumpung belum terlalu malam" ujar handy.
Titapun bangkit berdiri dan berlalu ke kamarnya.
"kak Linda ikutkan"? tanya handy membuat Linda gelagapan karena dia belum memutuskan.
"aku besok aja, kalian aja dulu Han, tolong jaga tita ya" ujar Linda
__ADS_1
"tenang aja kak, saya juga ngga mau lihat tita menangis lagi" ujar handy yakin.
Tidak terkira bahagianya hati Dodi ketika non Titanya bersedia bicara dengan daddynya, walaupun dia yakin itu semua karena pengaruh pak handy yang sangat kuat dalam hidup tita.
Tidak terlalu lama tita sudah keluar dengan tampilan santai. Kali ini tita tampil dengan celana kulot bahan dan baju yang longgar. Aneh kalau menurut orang lain tapi karena tita memang orangnya cantik tetap aja sangat indah di pandang mata. Handy selalu terpukau dengan kostum tita.
"ayo sayang kita langsung jalan, nanti keburu malam" ujar handy langsung berdiri dan mendekati tita lalu menggandeng tangannya.
Titapun hanya mengikut saja lalu melihat maminya.
"mami ikut aja" ucap tita
"mami besok aja ya nak, mami juga ingin bicara banyak dengan daddymu, kamu duluan aja sama handy, handy pasti menjagamu" ujar Linda lembut sambil mengusap kepala putrinya.
"Han, pokoknya aku percayakan tita sama kamu, jangan tinggalkan dia sebentar saja" Linda meyakinkan handy lagi.
"oke kak"
Akhirnya mereka bertiga keluar dari rumah Linda menuju apartemen pak David. Mobil Dodi berjalan di depan sementara mobil handy mengikuti dari belakang. Sepanjang jalan handy terus memeluk tita untuk memberi semangat. Karena sudah sekitar jam sembilan malam, jalanan Jakarta sedikit lebih longgar, sehingga hanya butuh setengah jam lebih tita dan handy sudah tiba di gedung apartemen pak David. Apartemen yang sangat mewah.
"kak" ucap tita menatap handy untuk meyakinkan dirinya lagi. Handy hanya senyum lalu mengusap jemari tita.
"non tita maafkan saya, tapi ini demi rasa kemanusiaan non, kasian pak David. bujuklah dia supaya mau berobat" ujar Dodi lagi penuh harap jangan sampai tita berubah pikiran.
Akhirnya tita mengikuti langkah handy dan Dodi. Sepanjang menuju unit pak David tita semakin deg - degan, seperti akan ketemu calon mertua.
Begitu tiba di depan pintu unit pak David, Dodi langsung membuka acces apartemen itu. Lalu mereka masuk dan di sambut oleh bibi yang dulu lama kerja di rumah tita. Karena terus menunduk tita belum melihat bibinya ada di apartemen daddynya.
"non tita" teriak bibi itu kencang seperti histeris membuat pak David yang sedang berada di ruang tengah kaget dan terdiam.
"tita" gumamnya
"bibi, kok bibi ada di sini" sebut tita antusias membuat dia lupa dengan hubungan mereka dengan daddynya yang kurang baik.
"iya non, bapak mengumpulkan kami kembali semua, mamang supir non tita juga disini kok" ujar sang bibi itu antusias juga. Tita bukan majikan yang sangat menjaga jarak dan membeda - bedakan mereka dulunya. Tita malah sangat dekat dengan semuannya.
__ADS_1
"bi, pak David sedang istirahat atau dimana"? tanya Dodi menyudahi nostalgia mereka.
"pak David baru selesai makan pak Dodi, sedang di ruang tv" ujar sang bibi sumringah.
Dodi langsung membawa tita ke ruang keluarga untuk bertemu pak David.
"mari non tita" ujar pak Dodi
Tita kembali di sadarkan bahwa dia datang untuk bertemu sang Daddy yang katanya sedang sakit. Dan pegangan tangan handy tidak pernah lepas dari tita demi memberinya semangat.
Dodi berjalan menuju ruang tv untuk bertemu tuannya.
"selamat malam pak" ucap Dodi sementara handy dan tita ada di belakang Dodi.
Pak David terlihat kurus dan sangat lesu memang, dan terlihat seperti orang yang tidak ada gairah hidup lagi. Terlihat sangat tua karena badanya yang sangat kurus.
Melihat tita dan handy di belakang Dodi membuat hatinya terharu sampai dia tidak bisa bicara sama sekali. Anak yang sudah sangat dia rindukan datang untuk mengunjunginya, ini tidak mimpi kan? ini nyata kan? batin pak David sampai dia seperti orang gagu hanya ngongong karena membuka mulut ingin bicara tapi tidak bisa terucap.
"malam pak David" ucap handy akhirnya juga.
"malam pak handy" akhirnya suaranya keluar juga sambil mulai meneteskan air mata dan masih tetap menatap tita.
"tita" ucapnya lemah, terlihat sekali dia sangat tersiksa dengan dirinya sendiri. Dia ingin bangkit tapi tubuhnya pun sudah tidak berdaya. Akhirnya hanya tangannya yang mencoba meraih tita.
Handy membawa tita mendekat kearah pak David dan membawa tangan tita ke arah tangan pak David untuk memberikan salam. Tita menatap handy dan handypun menganggukkan kepalanya untuk tita memberikan salam.
Saat tita sudah mencium punggung tangannya, pak David sudah tidak tahan, dia langsung memeluk anaknya sambil menangis sesenggukan seperti anak kecil.
"maafkan Daddy ta, maafin Daddy" ucapnya terus menerus membuat tita yang tadinya keras hati jadi ikut menangis juga.
hallo semua pembaca setiaku
Jangan bosan - bosan ya guys
Tetap dukung author ya
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih🙏