
Linda dan tita sekarang sudah mulai sedikit bisa melupakan kesedihan mereka. Mungkin karena banyak juga dukungan dari handy dan csnya secara tidak langsung. Juga kehadiran handy dan valdo yang selalu menyemangati Linda terutama tita yang merasa senasib dengan handy.
Bahkan handy tidak segan - segan memberikan guru home schooling yang terbaik dengan bayaran yang biasa aja. Padahal itu semua atas perintah handy supaya Linda tidak terlalu terbeban, jadi handylah yang menanggung biaya tita untuk sekolahnya. itu sudah tekad dari handy.
Setiap hari, tita belajar pagi sampai siang dan mamanya linda sibuk membuat kue pesanan valdo. kadang kalau belum selesai sementara tita sudah selesai sekolah dia akan bantu mamanya buat kue. Setelah itu barulah mereka santai dan cerita tentang banyak hal. Biasanya sore hari handy dan valdo suka datang dan bermain bersama mereka.
Sementara pak David di yang sekarang memilih tinggal di apartemennya, mulai jenuh dengan Ica yang setiap hari minta duit buat shoping. Bahkan angkanya bukan angka yang kecil - kecil.
Memang sih, pelayanan Ica di ranjang kemarin di kagumi oleh pak David, apa lagi awal - awal perselingkuhan mereka. Pak David hanya merasakan kenikmatan kala bersama Ica di ranjang.
Tapi ternyata begitulah manusia, setelah berbulan - bulan bersama dan sekarang malah tiap hari bersama membuat David jenuh. Setelah berpisah dengan istrinya dan juga marah sama anaknya membuat David tidak serta Merta bahagia bersama Ica. Memang sih tidak ada lagi bayang - bayang takut ketahuan istri dan anaknya, tapi sekarang malah hati pak davidlah yang jenuh.
Sekarang dia mulai goyah dengan pendapatnya sendiri. Seperti malam ini dia sudah cape pulang kantor, dan asistennya juga sudah pulang.
Ica yang ingin minta uang sudah sengaja menggunakan pakaian dinas malamnya( kalau menurut Ica nih baju dinasnya adalah di pakai malam hari) untuk mendapatkan uang dari laki - laki.
"mas sudah pulang"
"hmmmm" Ica sudah sengaja bergelayut manja di lengan David, padahal David lagi sangat mumet dan cape sehingga dia tidak merespon ulah Ica. Dia juga sudah menebak kalau Ica ingin minta uang lagi.
Ica sudah berusaha ses.nsual mungkin untuk membangkitkan g.irah David, tapi bukan terpancing David malah memejamkan matanya dan duduk di sofa.
"aku mau mandi dulu" ucap David akhirnya
"mau mandi bareng" goda Ica masih berusaha. biasanya itu sangat menggoyahkan iman David dalam sekejap.
"aku cape, tolong jangan ganggu dulu" ujar David akhirnya
"ihhhh payah" Ica kesal lalu langsung masuk kamar, entah ngapain.
Sekelabat pak David ingat tita putrinya.
'Tita ngapain ya sekarang, apa dia sudah tidur' batin pak David.
'dia pasti masih marah banget samaku'
flash back on
"Daddy " teriak tita melihat daddynya baru pulang kantor sambil lompat ke pangkuan daddynya dan langsung di tangkap oleh David.
"tita, putrinya Daddy, lagi ngapain tadi"
"tita lagi belajar tugas dari Bu guru"
"emank tugasnya apa"?
__ADS_1
"bikin puisi"
"oh iya, anak Daddy bisa ngga buatnya"
"bisa donk"
"coba Daddy mau dengar"
"benaran, tapi jangan diledek ya, nanti mami ledekin dad" ucapnya melirik maminya yang sudah megang tas kerja David.
"ya ngga lah masa mami ledekin"
"benar ya" Titanya langsung melorot dari gendongan daddynya dan bergaya bak penari balet professional ke arah sofa mengarahkan daddynya. Lalu dia menyuruh daddynya untuk duduk.
'daddyku idolaku'
Kalau matahari terbit pagi hari, daddyku pasti sudah siap - siap kerja.
Daddyku bekerja cari duit untukku dan ibuku
Daddyku sangat baik, selalu memanjakanku dan mamiku
Daddyku juga bos Lo di kantornya, memberi makan banyak orang.
Aku selalu bangga dengan daddyku tersayang.
Tuhan pasti sangat sayang daddyku juga, karena itu doaku setiap hari.
Daddyku yang terbaik, daddyku idolaku.
terimakasih
"gimana dad puisinya bagus ngga"? tanya tita ke arah daddynya.
"sangat bagus sayang, Daddy juga sangat bangga sama kamu"
"ngga adil kok Daddy doank" ucap mami Linda pura - pura ngambek
"ngga mami, kalau buat mami tita belum sanggup membacanya, tapi mami adalah cintanya tita sebesar - besarnya, susah tita ceritakan" ucapnya lucu.
"ahhhh putriku hebat" ucap David senang kala itu sambil mencium pucuk kepal tita dan mengacak rambutnya.
flashback off
Tanpa pak David sadari ternyata airmatanya sudah mengalir mengingat putrinya. Putri yang dulu selalu dia manjakan sebelum dia tertarik dengan Ica.
__ADS_1
David akhirnya bangun dan bangkit ke dapur untuk membuatkan kopi. Selama bersama Ica pak David sudah jarang ngopi, karena Ica tidak pernah enak buat kopi.
Kopi buatan Linda sangat enak, bahkan cemilan buatan Linda juga sangat enak. Tapi semua itu tinggal kenangan karena sekarang bahkan David tidak pernah makan makanan buatan istrinya atau Ica. Setiap hari selalu pesan makanan dari luar dengan alasan nanti apartemennya bau makanan.
David sudah mengaduk kopinya sendiri, walaupun tidak seenak kopi buatan Linda tapi masih lumayan di banding buatan Ica.
David berjalan kearah ruang kerjanya dan duduk termenung disana. Dulu kalau dia lama di ruang kerjanya Linda langsung membuatkan cemilan teman kopi David. Bahkan dia akan menemani David kalau tita anak mereka sudah tidur.
Linda belum pernah komplain tentang uang belanjanya. bahkan kalau David lupa mengisi ayam yang belanja rumah, Linda tak pernah protes dan minta. Alasannya masih ada sisa kemarin, kalau Daddy lagi perlu pakai aja toh juga buat kami juga, selalu begitu jawaban Linda.
Teringat makanan buatan istrinya membuat David ingin bicara dengan istrinya itu, atau lebih tepatnya mantan istri.
Tapi saat David telepon, nomor itu katanya selalu di luar jangkauan.
Penasaran David telepon tita anaknya, sama aja begitu juga, di luar jangkauan.
David makin penasaran kenapa dia ngga bisa menghubungi mereka. David akhirnya telepon pak satpam yang dulu jaga rumah, yang ternyata sudah tidak bekerja lagi karena ibu ingin pindah keluar kota.
Mendengar istri dan anaknya ingin pindah keluar kota, David gusar, entah kenapa ternyata hatinya belum siap kehilangan mereka. Mungkin kemarin itu dia terbawa emosi semata.
dddrrttt dddrrttt dddrrttt
"hallo pak" ucap Dody asisten pak David
"kamu siapkan mobil sekarang, kita kerumah dulu"
"baik pak" hanya itu yang bisa Doddy lakukan.
tapi dalam hatinya sedikit bertanya sih, ada apa lagi dengan bos, apa dia mau menyiksa istri dan anaknya lagi, tapi terserahlah itu urusan dia, batin Dody.
Tidak sampai sepuluh menit David sudah siap dan turun ke lobby.
Dia langsung masuk mobilnya dan berlalu dari sana.
Sementara Ica yang mengharapkan David masuk kamar tapi tidak datang - datang akhirnya keluar lagi dengan pakaiannya yang sangat minim. Tapi sialnya ternyata tidak ada di mana - mana, berarti suaminya yang tidak resmi itu pergi lagi entah sejak kapan.
Ica kesal dan akhirnya minum obat tidur dan akhirnya tertidur sampai pagi.
Hai semua
Tetap dukung ya
Like, coment dan vote
Terimakasih🙏
__ADS_1