
Ketika tita melihat maminya dia langsung ingin bangun.
"mami kok ada disini"? tanya tita yang masih bingung.
Ibu Linda tersenyum dan mendekat ke arah tita dan duduk di kasur di sebelah tita berhadapan dengan handy.
"iya ta, tadi kamu pingsan, makanya handy minta mami kesini" ucapnya lembut masih berhias senyum.
"ohhhhh" ucapnya sambil tertawa dan meraih tangan handy dan bergelayut manja memeluk lengan handy.
"makasih ya kak handy, kakak tahu aja aku kangen sama mami" ucapnya senyum menunjukkan gigi - gigi putihnya, tapi malah hal itu membuat handy bingung. Tadi pagi dia marah - marah, sekarang tita seperti orang yang sangat manja. Handy melongo sambil menatap ibu Linda mertuanya. Ibu Linda hanya senyum, dia mengerti kebingungan menantunya. Baru tadi pagi katanya tita marah - marah, sekarang senyum sumringah, jelas handy bingung, tapi buat ibu hamil itu sangat wajar.
"iya sayang" jawab handy pendek. Ibu Linda ingin memberi ruang untuk mereka berdua bicara sehingga dia ingin keluar dulu.
"oh iya ta, mami keluar dulu ya, Daddy menunggu telepon mami, soalnya tadi Daddy juga khawatir" tutur ibu Linda.
" Emank Daddy tahu juga mami" tanya tita
"iya han, karena tadi pas di jalan mas David telepon, mau ngga mau aku cerita tentang telepon kamu" jelas ibu Linda ke arah handy.
"maaf kak, eh mi, jadi ngerepotin, soalnya tadi aku benar - benar ngga bisa ninggalin meetingnya, ehhh ternyata ninggalin juga" ucap handy sambil senyum.
"maaf Han meetingnya jadi berantakan, tapi ya kalian harus tetap bersyukur" ucap ibu Linda sambil bangkit berdiri
"lihat tuh ta, suamimu sampai ninggalin meetingnya demi kamu sayang" ucap ibu Linda sudah berdiri.
"ihhh mami, tapi tadi pagi kak handy jahat mi" adu tita mulai ingat kejadian handphonenya.
Linda yang sudah ingin beranjak akhirnya mendekat lagi dan mengusap tangan putrinya.
"handy jahat kenapa sayang"? tanyanya senyum setelah melihat handy terlebih dahulu. Handy terlihat tetap tenang karena dia tahu mertuannya cukup bijak.
"kak handy marah tita belanja on line" adunya lagi.
__ADS_1
degg
'berarti tadi pagi tita sedang belanja on line' batin handy.
"maaf ya sayang, bukannya kak handy jahat, habis kamu juga aneh, bangun tidur ngga boleh dekat terus kamu sibuk senyum - senyum di handphone" ucap handy jujur
"aku kan lagi senang pakaiannya kak, baju itu tuh limited edition tahu ngga, sekarang nggada lagi deh" ucapnya sendu, sementara handy dan Linda saling lirik. Linda sepertinya mengerti kenapa handy ingin merebut handphonenya tita, karena bumbu - bumbu asmara yaitu cemburu.
"jangan sedih, tadi masih ingat ga nama tokonya, nanti mami bantu cari" ujar ibu Linda.
"ngga ah mi, ngga jadi, aku sudah berubah pikiran" ucap tita santai. Linda paham dengan perubahan pikiran tita itu, karena dia juga pernah hamil, tapi tidak dengan handy.
Handy sampai berkali - kali minta maaf sama tita karena ngga nanya dulu tita sedang lihat apa, dan sekarang betapa sedihnya handy ketika tahu ternyata istrinya itu hanya lihat - lihat dan ingin belanja on line.
"Sayang, bentar lagi handphonemu datang, kamu nanti belanja sepuasmu ya, terserah mau beli apa, pokoknya kamu beli semua yang kamu suka" ujar handy membuat ibu Linda senyum - senyum.
"ya sudah mami keluar dulu ya" ucapnya, lalu segera berlalu dari kamar handy dan tita.
"tadi pagi aku merasa sangat heran dan sakit hati karena kamu cuekin aku sayang, bahkan kamu senyum - senyum di handphonemu. Aku jadi merasa kalau kamu mulai selingkuh. Tapi ternyata ke anehanmu itu membawa kebahagiaan kita. Disini sudah ada handy junior" ucap handy sambil mengusap perut istrinya.
"apaaaa" ujar tita kaget
"iya sayang, ternyata kamu hamil" ujar handy sambil senyum senang.
"benaran kak" tanya tita ngga percaya sampai mendongakkan kepalanya.
"iya ta, tadi dokter Tia sudah periksa , tapi nanti kita kerumah sakit ya untuk memastikan" bujuk handy. Sepertinya handy harus mempersiapkan diri dengan kesabaran yang lebih untuk menghadapi istrinya yang sedang hamil, karena dokter tia bahkan sudah bilang kalau moodnya gampang berubah.
Hampir sebulan menikah memang handy terus diliputi kebahagiaan, walaupun tita masih labil tapi bukan termasuk gadis pembangkang, jadi biasanya kalau ngambek dikit masih gampang buat handy untuk merayunya lagi. Bahkan menurut handy hal yang paling menyenangkan ketika tita ngambek seperti anak remaja pada umumnya. Ada kesenangan tersendiri buat handy ketika membujuk tita seperti adiknya sendiri.
"jadi sekarang aku hamil kak" tanya tita belum percaya.
"iya sayang" jawab handy masih antusias.
__ADS_1
"kok cepat banget ya kak"? tanya tita seperti untuk dirinya sendiri.
"lho kok tanya begitu sayang? kamu tidak senang kita akan jadi orang tua. Bukannya dari awal kita sepakat tidak boleh menunda - Nunda"? tanya handy lembut takut menyinggung ibu hamil.
"iya sih, bukan begitu maksud tita kak. Tita pikir ma nanti - nanti dulu, tapi malah langsung hamil" ucap tita datar.
Handy berpikir sifat remaja istrinya ini sudah kembali lagi, dia belum siap dengan tanggung jawab, dan handy tahu itu sehingga dia akan memikul semua tanggung jawab itu demi kenyamanan istrinya.
"Kita harus bersyukur sayang kita di kasih cepat sama Tuhan, banyak orang yang ingin memiliki anak segera tapi belum di kasih juga sama yang maha kuasa. Tapi kita, karena kita memintanya dengan tulus dan kita saling mencintai, sehingga Tuhan lihat kita layak untuk menjadi orang tua. Kita harus bersyukur untuk itu sayang" ujar handy lembut mengusap kepala hingga punggung istrinya.
"iya ya kak, benar juga, maaf ya kak tadi aku kurang bersyukur. Tapi nanti gimana ya kak, kalau aku ngga bisa mengurus anak kita, kasian dia nanti. Mengurus diri sendiri aja aku tidak bisa" keluh tita
"kata siapa istriku tidak bisa, istriku ini yang cantik ini sangat hebat. Bahkan di usianya sekarang belum genap dua puluh tahun sudah menjadi istri yang baik selalu menyenangkan suami. Nanti pasti istriku ini sangat mampu menjadi ibu yang sangat baik apalagi ada aku sayang yang selalu siap di sampingmu", ujar handy sangat lembut.
Ucapan handy tersebut membuat tita sangat terlena sehingga ibu hamil mulai ingin turun karena merasa lapar dan mencari makanan.
"mau kemana sayang"? tanya handy lembut
"pengen cari cemilan kak ke bawah, tadi pagi makanya dikit" ucapnya enteng.
"ehhhh no , mulai sekarang jangan naik turun tangga sayang, karena dedenya di sini masih kecil, masih rawan kata dokter Tia. Sekarang bilang aja mau makan apa, nanti chef-nya masakin" ucap handy sedang berpikir satu chef untuk mengatur gizi istrinya.
"yahhhj nanti mau apa - apa ngga bisa ambil sendiri donk"! ujar tita agak kecewa.
"bukan begitu sayang, ini karena kamu lagi hamil muda" ucap handy dengan sabar, dan tita sudah memutar bola matanya malas.
"Ya sudah, sekarang ayo kak handy antar pelan - pelan sampai nanti aku suruh valdo untuk buat satu kulkas dikamar kita." ucap handy mulai protektif. Dia memang harus memikirkan semuanya, demi kenyamanan anak dan istrinya , karena mungkin aja tita belum kepikiran sampai ke sana.
Hallo guys author tetap tunggu nih
like, coment dan votenya
Terimakasih🙏
__ADS_1