
Pak David seperti kena tamparan keras ketika mendengar ucapan Dodi, laki - laki yang sudah lama bekerja dengannya ini bahkan rela di pecat demi membela anak dan istrinya.
Tapi David apa?
Apa sebenarnya yang David cari?
Apa yang David dapatkan dengan selingkuh dengan Ica, tidak ada. Hanya kenikmatan sesaat tapi berikutnya malah menggerogoti pak David.
"Saya tidak akan pecat kamu, tapi tolong Carikan mereka untukku" ucap pak David datar.
" untuk apa tuan, untuk menyakiti nyonya lebih dalam, untuk membuat nona tita makin hancur harapannya. Bahkan nona tita pernah berkata sama saya kalau dia tidak akan menikah dengan laki - laki, karena semua laki - laki pasti sama, hanya menyakiti" tutur Dodi.
"aku tak bisa bayangkan tuan, nona tita berpikir sejauh itu, tapi saya akhirnya sadar itu karena besarnya rasa kecewanya sama tuan. Orang bilang cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya, tapi tuan sudah melukainnya sampai sangat dalam" ujar Dodi lagi.
David semakin terpuruk dan semakin tersadar. Sekarang dia sudah kehilangan putrinya, pasti putrinya sekarang sangat kecewa.
"aku hanya ingin kamu Carikan mereka untukku Dodi" tekan pak David
"baik tuan" ucap Dodi akhirnya
Dan terjadilah kebekuan setelah perbincangan itu hingga mereka tiba di apartemen David. Dia melangkah masuk ke unitnya.
"maaf tuan saya boleh langsung pulang" ujar Dodi. Semenjak kehadiran Ica di apartemen ini Dodi sangat malas untuk kesini.
Seperti yang Dodi bilang tadi, dia memang asisten David, tapi kalaupun David memecatnya sekarang Dodi juga ngga marah. Dodi sangat hormat dan sayang dulu kepada ibu Linda istri bosnya dan juga non tita anak dari bosnya ini.
Tapi semenjak bosnya sampai melukai putri kesayangannya demi seorang jal.ng, Dodi jadi sedikit kurang respek sama bosnya. Apalagi sampai di suruh ke apartemennya, sebisa mungkin akan Dodi hindari.
"pulanglah" ucap David Keenan. Dia juga sangat tahu asistennya itu tidak suka dengan Ica, padahal sama istrinya dulu asistennya itu sangat baik.
Dodi langsung melangkah meninggalkan David di sana. David masuk dengan langkah lunglai. Begitu dia masuk Ica sudah bertingkah sok manja.
"mas darimana sih, kok sampai malam"? tanya Ica yang sudah memakai pakaian sangat vulgar tanpa ada rasa sungkan, sangat terbiasa.
David menatap Ica dengan tatapan yang sulit di artikan.
__ADS_1
benar ngga sih, Ica mengusir istrinya dari rumah itu?
Kalau langsung aku tanya, Ica pasti akan marah dengan alasan ternyata aku lebih mikirin Linda dan tita.
'Sebaiknya aku cari aja waktu yang tepat' batin David.
"maaf ca, aku sangat cape, jadi tolong jangan ganggu aku dulu, aku ingin istirahat" ujar David tanpa ekspresi.
"apa mau aku pijitin" tanya Ica sangat menggoda.
"aku bilang tidurlah, aku ingin istirahat" ujar David datar sambil bangkit berdiri.
"mas aku bagi duit, duitku habis"!akhirnya Ica ngga sabar. Dia harus dapat duit dari David kalau ngga temannya itu akan mendatanginya sesukanya dan bisa jadi Boomerang buat Ica.
David terdiam, tapi tidak berbalik. Baru tiga hari yang lalu dia kasih seratus juta untuk belanja rumah, masa sudah habis. habis kemana?
Bahkan dulu Linda yang rajin memasak tidak menghabiskan seratus juta dalam sebulan, tapi ini hanya tiga hari, gila..
"kenapa bisa habis" tanyanya datar tanpa berbalik
"aku sudah bilang jangan ganggu aku Ica" ujarnya datar dan berlalu ke dapur untuk minum.
Di dapur yang selalu bersih itu kembali David teringat dengan istrinya Linda dan anaknya tita.
Dulu mereka akan makan kue buatan Linda sambil ketawa dan sambil bercerita. Tapi sekarang semua kehangatan itu sudah hilang, berganti dengan kehancuran dan kesepian.
Benar kata Dodi, aku sudah terlalu dalam menyakiti mereka. Bahkan mungkin kalau mereka sudah menganggap aku mati dari hidup mereka, itu sangat bisa di maklumi.
David melangkah lunglai ke ruang kerjanya. Dia ingin menenangkan diri di sana. Dia tidak mungkin menenangkan diri di kamar karena jelas tita pasti ada di sana. Dia pasti akan terus merayu David sampai dia dapat uang. Sejujurnya David sadar akan hal itu dari awal, tapi setiap menghadapi permainan Ica di atas kasur David memang sangat lemah. Ica itu sangatlah agresif, bukan seperti Linda istrinya yang cenderung pasif hanya kadang - kadang dia mau aktif.
Setelah lama di ruang kerjanya, tanpa sadar ternyata David ketiduran di sofa ruang kerjanya. Dia kebangun pukul dua dini hari karena merasa pakaiannya agak kurang luwes karena memang dia masih menggunakan kemeja yang dia pakai ke kantor kemarin. bahkan jendela ruang kerjanya juga belum di tutup gordennya.
David menutup gorden ruang kerjanya perlahan dan sayup - sayup dia mendengar orang bicara. Sepertinya sih lewat telepon.
tunggu itu sepertinya dari balkon kamarnya.
__ADS_1
persis di sebelah ruang kerjanya.
"sabar dulu donk, aku belum dapat duitnya" David sangat jelas mendengar itu suara Ica.
Dengan siapa Ica teleponan jam segini, jam dua dini hari, batin David sambil melirik jam tangannya yang juga masih nempel di tangannya.
"iya sih dia kaya, tapi kan aku harus atur waktu donk, baru kemarin aku di kasih seratus yang kemarin aku kasih kamu" tuturnya lagi.
Lagi - lagi ucapan Ica sangat jelas di telinga David. Berarti uang yang aku berikan kemarin dia berikan untuk seseorang, tapi siapa? batin David.
"gimana gua bisa kerja coba, begitu dia pulang kantor gua harus ada di rumah" ucapan Ica sangat jelas untuk dirinya karena itu kesepakatan mereka.
"siang, emank siang ada yang mau booking, ada - ada aja lho" Ica kembali bicara dengan jelas.
booking, apa maksudnya? apa Ica akan bekerja menjadi bookingan? batin David geram dan sedikit membuka matanya sekarang.
"ya sudah, Lo atur aja, Lo cariin yang bisa memberikan duit banyak. tapi ingat hanya siang hari" jawab Ica lagi
"aku tunggu kabarnya"
Sambungan telepon itupun terputus, entah apa yang akan Ica lakukan. Dia masuk kembali dan terdengar pintu di kunci perlahan. Karena takut Ica ke ruang kerjanya, David kembali pura - pura tidur di sofa.
Dan benar aja, hanya sekitar dua menit Ica sudah membuka pintu ruang kerjanya. Dan melihat David tidur di sana dia kembali keluar tanpa melakukan apa pun.
David merasa lega Ica sudah keluar dari ruang kerjanya. Sekarang David malah takut sama Ica. Wanita macam apa yang sedang hidup bersamanya ini. buktinya masih bisa berhubungan dengan orang lain, sekalipun lewat telepon jam dua subuh begini.
'Apa jangan - jangan Ica adalah wanita penghibur, bukan janda di tinggal mati seperti yang dia katakan' batin david.
Hallo pembaca setiaku
dukung terus ya
like, coment dan vote
Terimakasih🙏
__ADS_1