KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 103 KAMU MILIKKU


__ADS_3

Handy akhirnya berangkat ke kantor sendiri bersama supirnya. Dia memberikan tita izin hari ini untuk istirahat tapi tidak untuk mencari pekerjaan.


Malam harinya tita dan handy berangkat ke cafe karena handy ada meeting di sana, dan dia ingin tita ikut menemani. Walaupun mereka terpisah meja dengan tita. Dan ini kesempatan tita untuk bertemu temannya rara yang sudah lama tidak bertemu, dengan mengundang Rara ketemuan di cafe ini.


Handy merasa tenang karena selama dia meeting tita ditemani oleh temannya yang sangat menyayanginya juga.


Setelah selesai meeting, handy mengajak mereka makan bersama.


Tita dan Rara terlihat sangat akrab. Dari dulu mereka memang sangat akrab, bahkan ketika tita jatuhpun awalnya hanya Rara yang tahu sampai terjadi musibah di mall itu, barulah ada temannya yang lain yang tahu.


Rara juga selalu mendukung keputusan tita, karena baginya tita sudah seperti saudara sendiri.


Setelah puas bersenda gurau, akhirnya Rara pulang di jemput pacarnya dan tita juga pulang dengan handy.


"senang banget kayaknya ketemu teman, cerita mantan donk" ujar handy memancing tita tadi bicara apa aja.


"kak handy, kami ngga cerita masa lalu kok, karena masa laluku banyakan luka. Mending aku bicara masa depan." ujarnya ceria dan bahagia


"oh iya"


"hmmmm, Rara bilang ya kak aku sangat beruntung dapatin kak handy. kak handy sukses, kaya dan baik. Tapi aku sih kurang setuju dengan itu semua karena yang aku lihat bukan yang Rara lihat. Yang aku lihat sih emank satu yang pasti, dan yang lain aku tidak perduli" ujar tita


"apa itu" tanya handy penasaran


"aku nyaman sama kak handy, dari sudut manapun aku sangat nyaman sama kak handy" ujar tita tulus dan jujur.


Handy merasa sangat terharu dengan ucapan tita. Dia langsung memeluk tita lembut dan mengecup pucuk kepalanya.


"Tetaplah seperti ini ya ta, nyaman bersama kak handy, bergantung sama kak handy. Aku suka ta kamu yang manja, aku suka kamu yang kadang cerewet dan comel, aku suka kamu yang meledak - ledak, pokoknya aku suka kamu seutuhnya ta, seutuhnya." ujar handy serius sambil mengusap lengan pacarnya.


"iya kak, nantinya kita boleh kesal, boleh marah tapi jangan selingkuh ya, jangan S E L I N G K U H." ujar tita sampai mengeja kata selingkuh itu.


"iya sayang, kak handy janji" ucap handy


Akhirnya tanpa terasa mereka sudah tiba di rumah tita. Ternyata maminya sudah tidur karena mungkin sudah cape.


"ya sudah kamu langsung tidur ya, kak handy langsung pulang. Besok kita berangkat ke kantor sama - sama, karena sekarang kamu adalah asisten pribadiku" ujar handy santai

__ADS_1


"apah" jelas tita kaget


"itu keputusan valdo, bukan saya. Katanya dia mulai kewalahan mengurusi keperluan pribadiku" ujar handy ditelinga tita.


"terus"


"ya itu tugas kamu sekarang, jadi kamu harus mulai menyiapkan keperluan pribadiku, hitung - hitung belajar sayang" ujar handy lagi santai.


Tita tidak memberi reaksi lagi dia seolah hanya mengikuti semua kemauan handy, tapi belum tentu besok, kita lihat aja.


Keesokan harinya, tita sudah di bangunkan oleh ibu Linda dan sudah siap untuk jalan ke kantor. Dia tinggal menunggu jemputan kak handy.


Tita langsung naik ke mobil ketika handy sudah membuka pintunya. Handy juga sangat antusias, karena hari ini dia kerja bareng tita.


Sampai di kantor seperti biasa tidak mau turun bareng handy, dia memilih turun dekat halte lalu jalan kaki ke kantor.


Handy langsung mengajak tita naik lift khusus dirinya karena dia lihat orang lagi pada sepi.


Begitu sampai ruangannya handy menunjuk meja kerja tita. Seperti saran valdo tita pasti ngga mau terlalu dekat dengan meja handy, akhirnya valdo membuat satu meja di pojok ruangan handy.


Tita sedikit kurang sreg sih, tapi ya lumayanlah buat dia belajar tentang dunia asisten, walaupun dia yakin pasti dia nanti kerja pasti tidak maksimal.


"terus apa yang harus aku kerjakan pak handy Winata"? tanya tita mendekat ke meja handy.


Handy bingung jawabnya, karena mengenai hal ini belum dia bicarakan dengan valdo. Yang dia tahu tita sekarang satu ruangan dengannya.


"tita, untuk sekarang ini kamu harus urus pernikahan saya" ujar handy tiba - tiba punya ide.


"lho kok"? tita ingin bertanya, tapi handy langsung memotong.


"kamu nantinya mengurus urusan saya yang bersifat pribadi, valdo urusan pekerjaan kantor dan kolega saya. Jadi tita mulailah dengan mengurus pernikahan saya" ujar handy tenang seolah tanpa beban.


"baik pak" ujar tita akhirnya lalu duduk di kursi mejanya yang baru.


"konsep pernikahan saya adalah harus meriah dan istri saya harus puas" ucap handy yakin. Tita yang merasa di usilin handy akhirnya usil balik ke handy.


Dia mengambil note book yang ada di meja itu lalu mendekat ke meja handy.

__ADS_1


"pak handy, sebelum saya urus pernikahan bapak, boleh saya bertanya beberapa hal"? tanya tita serius


"boleh ,silahkan" ujar handy tenang, walau sebenarnya dia sudah ingin ketawa melihat ekspresi tita.


"tadi kan bapak bilang istri bapak harus puas, boleh saya tahu karakter istri bapak", tanya tita sok serius tanpa senyum.


Handy sudah ingin ketawa ngakak melihat keseriusan tita. Handy yang ingin menggoda tita ternyata mati kutu juga dengan tita yang dia anggap bocil.


"Karena bagaimana saya tahu memuaskan istri bapak kalau saya ngga tahu karakternya" ucap tita lagi.


" ya seperti kamu persis" ujar handy


"kalau seperti saya sih berarti ngga suka pesta mewah pak, sukanya barang - barang mewah" ujar tita datar dan tanpa ekspresi, membuat handy gemes sampai beranjak dari kursinya menuju meja tita.


cup


Tanpa tita duga handy mengecup bibirnya di kantor, tita merasa malu banget sama dirinya sendiri. Akhirnya dia hanya berani menunduk.


"kamu terlalu cerewet sayang, membuat aku gemes aja, pengen gua pelintir tuh lidah" ujar handy.


Seperti biasa tita pasti mencebikkan bibirnya, lalu diam dulu. Handy duduk di meja kerja tita di hadapan tita.


"Ta, aku serius, pernikahan kita sedang di urus valdo, jadi bulan depan kita akan menikah. Aku hanya ingin kamu juga terlibat supaya tidak hanya sesuai seleraku saja" ujar handy serius


"cepat banget kak, persiapannya kurang matang ntar" ucap tita, mungkin dia lupa kalau calon suaminya seorang sultan, yang hanya bicara di telepon semua bisa beres.


"kamu tenang aja sayang, semua sudah beres di bikin valdo, tinggal yang pribadi - pribadi untuk kamu, kamu ingin apa gitu" ujar handy


"aku tidak ingin apa - apa kak, ini kakak udah belikan aku kalung mewah, ini aja cukup" ujar tita polos sambil menunjukkan kalungnya, karena dia memang bukan orang yang senang glamour walaupun dia tetap penyuka barang branded, tapi secukupnya aja atau seperlunya aja.


Handy tambah jatuh cinta lagi sama pacarnya ini, orang yang sangat cantik, humble dan baik hati seperti maminya.


Hallo semuanya, dukung terus ya


like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2