
Tita masih duduk di pinggir tempat tidur dengan pakaian yang dia pake tadi sambil mengambil satu bunga harum dari kasur nan empuk itu. Sementara Handy melihat tita kurang rileks dengan pakaiannya ini. Handy pun meminta tita untuk ganti baju dulu supaya lebih rileks.
"ganti baju dulu sayang, itu bajumu pasti kurang nyaman kan"? ujar handy kepada istrinya.
"iya ya kak, tolongin kak" ujar Narita sambil bangkit berdiri dan menyodorkan punggungnya kehadapan handy, untuk minta tolong di bukakan resletingnya karena tangannya susah.
Dengan senyum handy menarik resleting baju istrinya itu sampai ke pinggang. Jelaslah terpampang di hadapan handy punggung putih mulus dan harum tita yang membuat handy ingin langsung mengusap punggung itu bahkan juga menciumnya, tapi handy tahan karena mungkin tita masih cape, handy takut moodnya berubah.
Tapi handy tetaplah lelaki normal, melihat punggung putih mulus tita, jelas dia ingin menyentuhnya walau dengan cara yang halus. Handy menyibak pakaian itu kesamping kiri dan kanan sehingga bagian atas sudah tersibak sampai ke pinggir. Lalu handy memasukkan tangannya ke dalam pakaian di bagian pinggang dan perut tita membuat tita langsung bereaksi.
"kak handy" ucap tita sambil berbalik karena merasakan sentuhan tangan handy di perutnya.
Sekarang mereka jadi berhadapan dengan saling menatap lembut.
"ada apa sayang" ucap handy lembut persis di telinga tita. Dan tanpa memberi waktu bagi tita untuk menjawab handy sudah mencium bibir itu lembut, bahkan sangat lembut.
Tita hanya diam membeku, seperti pertama kali handy menciumnya. jujur tita juga belum terbiasa dengan saling berciuman yang seperti umumnya bahkan itu masih hal yang memalukan buat dirinya sendiri.
Tita mulai bereaksi ketika handy menaikkan tangannya ke bagian dada tita, jelas membuat tita seperti disengat aliran listrik.
"kak handy" ucap tita yang malah di dengar oleh handy seperti suara d.sah.n. Handy semakin memperdalam ciumannya di bibir tita, dan tangannya meraba kesana kemari, bahkan dia menggigit kecil bibir bawah tita supaya tita membuka mulutnya dan memberi acces untuk handy.
Reflek tita memang langsung membuka mulutnya membuat handy bebas berkreasi di sana. Tita yang masih awam jelas belum mengerti harus bagaimana. Tapi handy cukup paham istrinya itu belum pernah berciuman sebelum dengannya, makanya handy tidak menuntut tita aktif cukuplah dulu menikmati ciumannya.
Handy sudah tidak sabar untuk menjamah istrinya ketika tita menjerit kecil karena pakaiannya melorot ke bawah. Dia sangat malu. Akhirnya secara reflek ciuman mereka pun terpisah. Tita sangat malu, apalagi bagian tubuhnya pasti sudah di lihat oleh handy.
"aku mandi dulu kak" ucap tita menunduk malu ingin berlalu ke kamar mandi. Tapi handy tidak membiarkannya begitu aja, dia langsung menggendong istrinya itu di depan dan diletakkannya perlahan di bath up yang sudah ditaburi aroma terapi. Tita sudah sangat malu, sudah tidak bisa dia jelaskan, karena handy mengangkatnya sudah setengah toples.
"perlu kakak mandikan ga"? goda handy
"ngga kak, aku sendiri aja" ujar tita masih menunduk.
__ADS_1
"oke" jawab handy berlalu keluar.
Setelah handy keluar barulah tita bisa bernafas dengan normal.
Dia memegang dadanya karena sepertinya detak jantungnya lebih cepat dari biasanya.
'apa ini ya yang di bilang orang malam pertama'
'terus aku harus bagaimana ya, apa nanti kak handy kecewa kalau aku diam aja'
'tapi aku harus gimana, berciuman yang seharusnya itu gimana'? banyak pertanyaan dalam hati tita yang membuatnya tambah bingung dan grogi.
Tapi itu tidak berlangsung lama, karena ternyata handy langsung menyusulnya ke kamar mandi. Handy sudah senyum begitu melihat tita masih di dalam bath up.
"aku ingin ikut berendam sayang, segar kayaknya" tutur handy sambil melangkah mendekat dan langsung membuka jubah mandinya.
"kakak nanti aja, aku malu kak" ucap tita tidak berani melihat ke arah handy. Inilah salah satu yang handy sukai dari tita jujur dan masih polos.
"coba tita bilang sama Abang, dalam bayangan tita itu seorang istri harus bagaimana di kamar" tanya handy to the point.
"aku ngga tahu kak, aku kan ngga pernah punya pacar, dekat laki - Laki hanya kak handy apalagi yang cium tita baru kak handy, tahu" ucapnya malu membuat handy makin gemes apalagi terlihat bahu tita yang sangat putih mulus di tambah aroma terapi.
"kalau begitu kak handy bersyukur, berarti nanti biar kak handy yang ajarin ya" ucapnya sudah masuk di belakang tita. Tangan handy memeluk bagian perut tita lalu meletakkan dagunya di pundak tita.
Tita sudah sangat malu, wajahnya sudah seperti kepiting rebus. Tapi dia tetap berusaha menyesuaikan keadaan, satu yang dia pegang dalam hatinya mereka sudah sah suami istri yang konon katanya sudah tidak ada batasan - batasan hubungan lagi.
Ketika tangan handy naik, seketika tubuh tita menegang karena merasakan suatu getaran dan handy tahu itu. Makanya handy ingin memulai pelan - pelan supaya tita jangan kaget.
"kenapa sayang, bolehkan? kita sudah suami istri ta, tidak ada lagi yang dilarang" bisik handy lembut.
Tita sudah terbuai dengan bisikan - bisikan handy. Dan handy semakin gencar memperkenalkan diri ke tita supaya tita tidak kaget. Sekarang dia meletakkan tita di atas pangkuannya lalu melanjutkan aksinya di daerah favorit dia.
__ADS_1
Tita yang baru pertama kali merasakan hal seperti ini menjadi tidak bisa diam, tubuhnya menggeliat kesana kemari membuat handy gagal memberi pelajaran karena dia sendiri sudah tidak tahan.
"jangan banyak gerak ta, jadi begini kan, kita gagal belajar" keluh handy karena sudah tidak tahan.
"maksud kakak"? tanya tita bingung sambil berusaha bangkit dan menoleh ke arah handy.
Karena gemes handy langsung berdiri juga sehingga terlihatlah disana intinya yang sedan on membuat tita kaget setengah mati. Apalagi dia yang belum tahu banyak tentang **** bahkan jika laki - laki sudah on jadi berubah besar.
"kak handy kenapa itu" teriak tita sambil menutup mulutnya. Handy yang sudah cukup tersiksa dan tidak mungkin melakukannya dengan tita sekarang memilih menyuruh tita udahan mandinya supaya dia bisa menuntaskan ya sendiri. Akhirnya tita menggunakan jubah mandinya dan langsung keluar dari sana.
'huhhh begini ya rasanya kalau istri masih bocil dan sangat polos' batin handy
'tapi tidak apa - apa deh, yang penting aku cinta tita apa adanya, aku harus utamakan kenyamanan tita' batin handy sambil menuntaskannya sendiri.
Setelah tuntas handy langsung menyudahi mandinya dan langsung menemui istrinya yang sudah menggunakan pakaian tidurnya. Begitu handy keluar, tita yang tadinya sedang menyisir rambutnya langsung mendekati handy.
"kak handy itunya sudah normal lagi" tanya tita sambil menunjuk handy
Handy sampai tertawa karena ulah istrinya, benar - benar ya istrinya ini minim pengetahuan tentang ****. Tapi handy juga bahagia kok karena tita bukan seperti gadis - gadis zaman now yang menganggap free **** itu gaya hidup. Ternyata istrinya ini masih sangat lugu dan polos.
"sudah ta, nih"!!!
Hallo semua pembaca setiaku
Jangan bosan ya
Dukung terus author
like, coment dan vote
Terimakasih🙏
__ADS_1