KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 105 MENJELANG


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu ternyata hubungan tita dan daddynya semakin membaik. Bahkan sekarang hampir tiap hari daddynya datang ke rumah kontrakan ibu Linda, membuat Linda kadang risih juga sama handy. Tapi sepertinya sih handy sebagai calon menantu malah mendukung calon bapak mertuannya itu untuk terus mengejar ibu mertuannya, karena menurut handy mereka jodoh hanya saja bapak mertuannya sempat khilaf.


Seperti hari ini, karena tidak ada meeting dan kerjaannya sudah bisa di handle oleh Dodi, pak David ingin menghabiskan waktunya bersama dengan Linda di rumahnya.


"mas David kok jam segini sudah pulang kantor" tanya Linda karena masih hampir tengah hari.


"aku lagi malas Lin, aku lagi ingin mbicarakan pernikahan tita Minggu depan" ucap pak David


"maksudnya"


"Lin, apa kamu ngga mau pindah ke rumah yang aku beli itu"? tanya pak David kembali


Ibu Linda terlihat berpikir keras, memang itu sudah jadi pemikirannya dari kemarin - kemarin. Sejujurnya tita juga setuju aja maminya pindah ke rumah baru itu. Hanya saja ibu Linda seperti takut untuk melangkah, mungkin karena pernah memiliki kepahitan masa lalu dengan pak David, membuatnya belum yakin seratus persen.


"Sebenarnya bagaimana cerita rumah itu"? tanya ibu Linda lebih detail lagi.


Terlihat pak David menarik nafas panjang, ternyata istrinya ini memang belum percaya padanya.


"Rumah itu aku beli dengan uangku pribadi Lin, tapi karena aku cuma sendiri aku ingin tinggal di apartemen aja. Tapi aku tidak ingin apartemenku yang lama, setelah menjual apartemen yang dulu, aku beli apartemen yang sekarang. Lalu aku menyuruh Dodi mengurus rumah itu menjadi atas nama Tita. Jadi jujur itu rumah tita sebenarnya." tutur pak David


"Baiklah mas, aku akan bicarakan ini lagi dengan tita" ucap ibu Linda


"Saya harap kamu bisa bujuk tita untuk tinggal disana sebelum dia menikah. Jadi kalau dia menikah dia berangkat dari rumah itu untuk menempuh hidupnya yang baru" ucap pak David lagi.

__ADS_1


"saya akan usahakan mas" ujar ibu Linda


'oh iya mas, saya tinggal bentar ke belakang, soalnya pesanan saya belum kelar tadi" ujar ibu Linda


"iya ngga apa - apa Lin" ujar pak David tapi akhirnya dia juga mengikuti ibu Linda ke belakang. Sebenarnya kalau ibu linda mau pak David bisa aja membuka toko kue untuk ibu Linda sekarang, lengkap dengan karyawannya. Tapi ibu Linda tidak mau yang begitu, karena dia belum mau terikat dan bertanggung jawab penuh.


"Lin , apa kamu ingin serius menjalani ini, maksudku usaha kue, kalau kamu mau kita bisa buka satu toko untukmu"? tanya pak David waktu itu.


"ngga usah mas, saya belum mau full tanggung jawab, saya masih fokus sama tita, ini karena sekedar pesan kecil - kecilan doank" ujar ibu Linda kemarin.


Pak David ngga bisa lagi memaksa ibu Linda, apa lagi alasannya demi untuk memperhatikan putri mereka. David sebenarnya mengakui bahwa Linda adalah wanita ideal, dia pintar, bisa mencari uang dan yang tidak kurang penting adalah dia penuh kasih sayang dan selalu mengutamakan keluarganya. Melihat itu hati handy kembali malu yang sempat membuang istrinya demi seorang p.lac.r murahan. Betapa menjijikkannya David yang bodoh itu.


Dan malam harinya Linda bicara serius sama tita tentang rumah yang di berikan daddynya. Tita sih ngga banyak coment lagi, terserah maminya mau terima atau tidak, tapi yang pasti dia ingin maminya bahagia, jangan sampai di bodohin daddynya lagi.


Handy yang kurang setuju sedikit, karena dia pikir selama mereka tinggal di rumah ini, rumah ini jadi terawat dan mereka gampang untuk bertemu. Jadi bagi handy rumah ini adalah saksi bisu perjalanan cintanya serta proses dia mencintai tita.


"iya han, aku pikir mending aku tinggal di sana aja ya, soalnya tita sudah mau menikah' dan kalian nanti pasti tinggal di rumahmu, sepertinya aku akan memulai usaha kecil - kecilan." ujar Linda


"tapi disini juga bisa memulai usaha kan kak"?


"ini rumah peninggalan orang tua kamu, ada baiknya papi kamu yang tinggal di sini bukan aku, aku lebih baik tinggal di rumah pak David aja"? ujar ibu Linda lagi


"kalau itu terserah kak Linda aja, aku hanya mikir rumah itu sedikit jauh dari rumahku, gimana kalau nanti tita ingin ketemu kakak sementara aku lagi di kantor" canda handy

__ADS_1


"gampang Han, zaman sekarang, mami tinggal langsung datang ke rumahmu" ujar Linda senyum.


Setelah berbagai macam pertimbangan itu, akhirnya Linda memutuskan bahwa dia dan tita akan pindah ke rumah baru itu. Tapi mereka masih akan bolak balik ke rumah handy ini.


Tita ikut senang, sekarang mami dan daddynya sepertinya sedikit makin dekat, karena sekarang tiada hari tanpa kehadiran Daddy David di rumah tita. Bahkan maminya pindahan semua di handle oleh orang suruhan daddynya, sementara orang suruhan handy tidak terlalu banyak.


Pak David tidak mau mrnyia- nyiakan kesempatan untuk mendekati anak dan istrinya lagi. Tapi dia juga tidak mau terburu - buru. Dia akan membiarkan berjalan seperti biasa aja supaya anak dan istrinya rileks dulu.


Setiap hari pak David pasti berkunjung ke rumah baru Linda dan tita. Sementara tita sudah tidak bekerja lagi di kantor handy, karena mami Linda meminta tita untuk perawatan diri dulu menjelang hari H pernikahannya.


Awalnya handy kurang setuju karena menganggap tita sudah sangat cantik, mau di apain lagi. Tapi setelah mendengar ucapan ibu Linda yang menjelaskan seorang calon pengantin harusnya menjalani perawatan, akhirnya handy pun setuju aja, dengan catatan handy yang jemput sepulang perawatan.


Pak David dan handy juga hubungannya sudah mencair walaupun masih tahu batasan masing - masing.


Papinya handy sekarang sudah tinggal di rumah handy yang kemarin di kontrak ibu Linda. Dan handy menyiapkan art serta penjaga untuk menjaga papinya setiap hari karena Iwan akan kembali bekerja di kantor.


Menjelang hari H pernikahan mereka semua berjalan agak mulus. Tita yang sudah cantik dari dulu tidak susah untuk mencari kostum yang sesuai, begitupun perlengkapan lainya.


Handy sangat antusias dengan pernikahannya dengan tita, sementara tita terlihat biasa aja. Tidak seheboh wanita pada umumnya yang mau menjadi ratu sehari. Tita hanya mengikuti semua saran maminya Linda, itupun tidak heboh yang gimana hanya alakadarnya aja.


Kalau bisa di bilang tita hanya menjalani saja, karena semua sudah di atur oleh orang - orang di sekitarnya. Terlalu banyak orang yang menyayanginya membuat tita hanya enjoy saja apalagi tita bukan orang yang suka memanfaatkan keadaan. Padahal apapun yang dia minta sekarang pasti handy dengan senang hati mengabulkannya.


Hallo semuannya, dukung terus author ya

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih🙏


__ADS_2