KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 46 RESMI


__ADS_3

Handy dan valdo akhirnya menunggu tita bangun sambil bekerja. Semua masalah yang di bahas pas meeting tadi akhirnya mereka bahas lagi.


Sambil bekerja mata handy sebentar - sebentar melirik sofa itu, takutnya tita ke bangun. Padahal kalau bangun juga akan langsung terlihat.


Setelah lebih dari tiga puluh menitan barulah tita menggeliat bangun. Dia awalnya heran sebelum sadar dia sedang berada di sana, barulah menit berikutnya dia ingat sedang di kantor kak handy.


Tita langsung bangkit berdiri dan melihat meja kerja handy yang posisi di belakangnya sekarang.


"kak handy, katanya mau meeting" tanya tita tidak melihat waktu terlebih dahulu.


Handy terkekeh melihat ekspresi tita. Dia bangkit dan mendekati tita yang belum sadar seratus persen.


"ini jam berapa tita sayang" ujarnya sambil menunjuk arloji mahalnya.


"hihihi" tita hanya bisa ketawa dengan menunjukkan gigi putihnya yang selalu membuat handy gemes.


"kamu tuh ya,katanya mau main game, malah tidur" ucap handy ingin mencubit pipinya tapi tita cepat mengelak.


"jangan cubit pipi tita, nanti melar" ujarnya sambil mundur membuat handy dan valdo ketawa ngakak.


"hahahaha bocil bocil, emank kalau di cubit jadi melar, bisa aja Lo" goda valdo.


"ihhhh om valdo, kak handy om valdonya ngeledek tita tuh" ujarnya manja membuat handy tersenyum senang. Handy bahagia kalau tita tergantung padanya walaupun tentang hal sepele seperti ini, hanya karena valdo meledeknya.


Sementara valdo makin ngakak jadinya untuk keduanya.


"yeeeee yang baru titik - titik, sekarang mainannya aduan" ujar valdo masih ketawa ngakak membuat tita malu dan menunduk.


Kalau saat begini, jelas aja handy itu bukan terlihat seperti seorang pemimpin dan valdo itu asistennya.


Mereka seperti teman pada umumnya, yang saling ledek dan saling godain.


"valdo" teriak handy sok cool, tapi mau ngga mau valdo langsung diam. Dia juga tidak ingin harga diri handy jatuh di depan ceweknya.


"sory cil, lucu aja tadi Lo aduin gua ke handy" ujarnya sambil ketawa lagi karena ngga bisa dia tahan padahal handy sudah melotot ke arahnya.


"ya sudah, kapan makannya nih"? ucap handy melihat lembut ke arah tita.


"iya ya, kita kan belum makan, makan dimana nih, biar prepare dulu" ujar valdo

__ADS_1


"tita mau makan dimana"? tanya handy


"aku ikut aja kak, aku gampang kok urusan makan" ujar tita


"kalau begitu kita di restoran HM aja ya cil, Lo sanggup bayar ngga"? goda valdo lagi ingin melihat reaksi tita. Tita pasti tahu restoran itu adalah restoran mahal.


"ihhh om valdo jangan ke sanalah, nanti uang jajanku setahun langsung habis" ujar tita sambil mengeluarkan kartu ATM nya.


Handy sudah ingin marah sama valdo, dia dari tadi sudah melotot ke arah valdo, tapi sepertinya valdo cuek aja, ngga perduli dengan tatapan handy. dia terus aja goda tita.


"hahaha emank saldomu ada berapa cil, nanti om tambahin deh" ujar valdo lagi.


Tapi sepertinya tita tetap keberatan kalau ke restoran itu, karena dia yakin sampai saldonya habis pun, tidak akan cukup untuk membayar makan mereka sekali makan.


"valdo kita ke restoran yang biasa aja" ujar handy akhirnya karena sepertinya valdo tidak menggubris tatapan handy, dia terus aja menggoda tita.


"oke bos" jawab valdo


Mereka akhirnya turun dari ruangan handy. Valdo sudah mengatur supir untuk mengantar mereka. Valdo sangat bersyukur ada tita, jadi bosnya itu bisa diajak ngobrol dan akhirnya terlaksana juga rapat internal tadi, yang sempat di tunda berkali - kali karena bosnya ini ngga mood.


Tita juga sepertinya sudah tidak takut lagi dibilang cewek ngga benar menggoda handy, karena handy juga sayang sama dia. Tita malah tambah senang ketika handy tetap menggandeng tangannya sepanjang jalan turun ke bawah.


Mobil langsung melaju menuju restoran yang tidak terlalu jauh dari sana. Restoran mewah kalau menurut tita tapi menurut handy ini adalah restoran sederhana dan milik handy.


Valdo ingin ke kamar mandi sebentar, sehingga handy dan tita masuk duluan.


Karena sudah di prepare sebelumnya, handy dan tita tinggal melenggang masuk ke private room di antarkan oleh pegawai terpilih restoran itu.


Tita sedikit deg - degan, dengan cara mereka melayani saja dari pintu masuk sampai duduk di meja ini, tita sudah yakin harganya fantastis.


"kak handy, kalau nanti duit di ATM tita ngga cukup bayarnya tambahin ya, nanti aku cicil bayarnya. aku ngga enak kalau om valdo yang talangin, nanti aku ga bisa bayar, kasian anak istrinya" ujar tita berbisik di telinga handy. Handy sudah deg - degan tadi melihat tita mendekatinya, ehhh ternyata hanya masalah uang yang tidak seberapa. Ingin rasanya handy memberikan black card-nya ke tita, tapi dia yakin tita tidak akan mau.


"iya" ucapnya cepat karena gugup. Apalagi ketika detik berikutnya aksi tita sama sekali tidak dia duga.


cup


"terimakasih kak" tita langsung mengecup pipi handy seperti yang sering dia lakukan kepada teman - temannya atau maminya dan dulu daddynya.


Handy masih melongo seperti seorang pemuda kampung yang tidak terbiasa cipika cipiki. Seorang pemuda polos dan lugu, padahal dia hidup di kota metropolitan yang menganggap itu sebagai hal biasa.Tapi ini beda, jelas beda, karena dilakukan oleh orang yang dia sayangi.

__ADS_1


Tanpa sadar handy menyentuh pipinya yang tadi di cium oleh tita Handy masih terpana sementara tita sudah duduk kembali di kursinya.


Saat mereka kaku begitu, valdo yang baru dari kamar mandi masuk ke ruangan itu.


"kok masih pada bengong belum pesan makanan"? tanyanya.


"emank kamu belum pesan"? tanya handy


"belum soalnya aku ngga tahu selera bocil" ujarnya santai, padahal tita sudah mengerucutkan bibirnya.


"bocil bocil mulu, aku sudah gede tahu om valdo. Sudah bisa nyetir, bentar lagi..." ucapan tita langsung di potong valdo.


"bentar lagi bisa nikah hahahaha" ujar valdo ngakakk


Tita makin sewot di godain terus sama valdo.


"kak handy, om valdonya gitu terus" ujarnya seolah ingin menangis.


"sudah ta, ngga usah di anggap" ujar handy santai


"iya ya" ujar tita mendukung handy


"ya ampun yang baru jadian, kompak banget" goda valdo makin berani


Tita melihat valdo dan handy bergantian karena dia sedikit bingung.


"kak handy" rengek tita sambil memegang lengan handy untuk minta tolong.


"aminkan aja ta, semoga kita cepat jadian, biar valdo ngga bisa godain kamu lagi" ujar handy berniat becanda tapi malah membuat tita setuju dengan ide itu.


"iya ya, aku sama kak handy kan sudah resmi pacaran, om valdo iri ya"? ucap tita tenang tanpa sadar apa yang dia ucapkan membuat semua orang kaget, termasuk handy. Handy tak percaya tita sudah menerimanya secepat itu. Sementara valdo ngga nyangka sahabatnya itu bergerak sangat cepat, sudah resmi aja.


Tapi syukurlah mereka jadian, batin valdo.


Hai semua dukung terus Lo


dengan like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2