KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 68 ASLINYA HANDY


__ADS_3

Handy dan valdo langsung menuju rumah tita setelah ketemu pak David di restoran itu.


Handy langsung bersemangat membawa pisang goreng pesanan tita sementara valdo langsung pulang dulu untuk mandi dan ganti baju, nanti akan jemput handy lagi.


"ehhh kamu Han, masuk" ujar Linda yang membuka pintu tadi karena art nya sedang pada makan di belakang.


"iya kak, Titanya belum tidur kan kak"


"kurang tahu ya Han, coba ntar aku panggil ya. Duduk dulu Han" tutur Linda selalu lembut.


"makasih kak" ujar handy duduk dan meletakkan pisang gorengnya di meja.


Tidak berapa lama tita muncul dengan baju tidurnya dan langsung duduk dekat handy lalu cium tangan handy.


"kamu tadi sudah tidur" tanya handy sambil mengusap pucuk kepalanya.


"hehehe iya kak, lupa matiin tivi" ucapnya sambil senyum menunjukkan gigi - gigi putihnya membuat handy gemas banget.


"ini pisang gorengnya" ujar handy sambil menunjuk bungkusan pisang gorengnya.


"makasih"


Tita langsung membawa pisang gorengnya ke dapur untuk di bagi ke maminya dan Susi.


"kak handy mau ngopi"? tanya tita dari pintu tengah


"boleh ta" ujar handy


Tita akhirnya menyeduh kopi bari dan membawa separoh pisang gorengnya ke teras samping rumah itu.


"ayo kak duduk di teras aja, menikmati udara malam" ujar tita dan di angguki oleh handy.


"mi, tita di teras ya" pamitnya sama maminya


"iya sayang"


Tita meletakkan kopi dan pisang gorengnya di meja lalu duduk di kursi panjang tempatnya biasanya tiduran saat istirahat setelah selesai membantu maminya bikin kue. Sementara handy langsung duduk di sampingnya tanpa ada jarak.


"kak handy tadi jadi ketemu dia" tanya tita to the point


"dia siapa"? pura - pura tanya handy


"ya dia, yang tadi janjian sama kak handy" ujar tita serius

__ADS_1


"duduk sini dulu, biar kakak ceritakan" ucap handy sambil menyuruh tita duduk di pangkuannya.


Tanpa pikir panjang tita langsung duduk di pangkuan handy. Dia tidak berpikir apa - apa, tapi malah handy yang deg - degan dan detak jantungnya tidak normal.


"jadi kak" tanya tita lagi membuyarkan pikiran handy yang sedang traveling, apalagi mencium wangi tubuh tita.


"mmmmm"


"terus, dia bilang apa"?


"ngga apa - apa" ujar handy lagi untuk menutupi rasa gugupnya.


"masa ngga ngomong apa - apa, bohong nih kak handy" ucap tita


"ngga bohong ta, mana mungkin kakak tega bohongi pacar kakak ini" ucap handy sambil agak berbisik di dekat telinga tita yang membuat tita sedikit merasa geli.


"kakak.." ujar tita sambil berusaha berputar


Kini dagu handy sudah berada di pundak tita dan sengaja dia taruh di sana.


"aku kangen kamu" ucap handy tiba - tiba membuat tita yang tadinya pecicilan jadi terdiam dan melirik dengan ekor matanya.


"masa? tiap hari ketemu juga" ucap tita ceria


"tapi aku benar kangen ta" ucap handy makin lembut dekat telinga tita.


Tita bingung kenapa handy menatapnya begitu dan juga berkata begitu serius seolah mereka jarang ketemu, padahal hampir tiap malam mereka ketemu.


Saking lamanya bertatapan intens dan dengan pikiran masing - masing, bibir handy sudah nempel di bibir tita.


Tita memang bukan gadis remaja yang tidak mengerti arti ciuman, tapi jujur dia belum pernah lakukan. Sehingga begitu bibir handy menyentuh bibirnya jelas memberi sensasi yang berbeda.


Tita bengong dan diam, malah melototkan matanya, karena dia bingung harus ngapain akhirnya dia melirik handy. Sementara mata handy terlihat sudah sayu membuat tita makin bingung mau ngapain.


Melihat dan merasakan tita bengong tidak melawan handy makin berani dan akhinya memulai ciuman yang sesungguhnya, karena sebenarnya tadi hanya nempel doank.


Tita bukannya membalas hanya diam membeku, walaupun tidak menolak juga. Satu hal sebagai lampu hijau untuk handy ketika tita melingkarkan tangannya di tubuh handy.


Mendapat lampu hijau, jelas handy makin berani. tapi melihat tita diam handy juga ingin tahu perasaan tita, karena dia tidak ingin tita tertekan.


"kenapa ta, ngga boleh ya" tanya handy lembut setelah mengurai ciuman mereka.


"bukan, Bu...bukan ngga boleh, tapi aku bingung kak" ucap tita jujur. Sebenarnya handy hampir aja ketawa mendengar ucapan tita, tapi dia sadar tita memang masih polos.

__ADS_1


"hehe kamu tidak perlu harus gimana sayang, ikutin aja nalurimu, oke" ujar handy lembut.


Tita masih menatap handy yang sedang menatapnya juga. Handy tidak ingin membuang waktu, karena sudah lama dia ingin menyentuh bibir tita, tapi handy ragu takut tita menolak.


Sebenarnya handy juga bukanlah laki - laki yang selalu ingin berc.uman setiap ketemu, tapi kadang melihat wajah cantik tita dan kepolosannya bohong kalau laki - laki tidak ingin menciumnya.


Akhirnya handy menarik tita makin mendekat dan membawa tangan tita ke belakang pinggangnya. Sementara handy memiringkan wajahnya dan mencium bibir tita lembut, sangat lembut dan penuh perasaan. Walaupun tita belum tahu harus ngapain, tapi menikmati c.uman handy tita memejamkan matannya juga.


Handy akhirnya semakin berani, melihat tita juga memejamkan matanya, handy makin masuk lebih dalam.


"bernafas sayang" bisik handy disela - sela ciuman mereka.


Tita yang sudah mulai kesusahan bernafas membuka matanya dan melihat handy yang sedang melihatnya juga. Jarak mereka sangat dekat membuat tita sangat malu. Dia ingin ngomong dan membuka mulutnya, akan tetapi malah itu di manfaatkan oleh handy untuk menciumnya lebih dalam, sehingga membuat tita menutup matanya lagi.


Handy seperti tiada puasnya mengeksplore bibir tita, bahkan sekarang salah satu tangannya menekan kepala tita dari belakang membuat ci.man itu semakin dalam. Tita sampai sesak nafas karena handy terus menyerangnya.


Tapi ketika tangan handy menyusup ke baju tidurnya, tita sangat terkejut seperti kena sengatan listrik. Ada sensasi lain dalam tubuhnya, ada suatu aliran dalam tubuhnya yang membuatnya seperti terbang.


"kak" ucapnya menatap handy saat ada celah untuk bisa bicara


"hmmm" ucap handy menatap tita


"ini" ujar Narita sambil memegang tangan handy yang sedang bermain di dadanya.


Handy tersenyum kecil sama tita.


"biarkan begini sebentar ya, hanya begini, tidak akan ngapa - ngapain" ujar handy memohon.


Tita tidak tega mengecewakan handy yang sudah sampai bicara begitu.


Tapi belum tita bicara lagi, handy sudah kembali membungkam mulut tita dengan ci.man yang lebih panas membuat tita merasa geli - geli dan melayang. Tita bahkan sudah menikmati semua sentuhan handy dengan memejamkan matanya dan membiarkan handy melakukannya untuk mereka rasakan.


Handy sudah tidak terkontrol, dia takut kelewat batas, dia akhirnya melepaskan ciuman mereka dan membenarkan pakaian tita lagi.


"aku ingin ke kamar mandi bentar ta" ujar handy sudah berdiri dari duduknya sementara tita masih menunduk.


"hmmm" ucap tita menunduk walaupun dia tidak tahu apa tujuan handy ke kamar mandi. Tita merasa sangat malu, malah dia tadi sangat menikmati ciuman handy bahkan juga sentuhan handy di tubuhnya.


Hai semua


jangan bosan ya


Dukung terus

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih🙏


__ADS_2