KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 23 KEHILANGAN


__ADS_3

Pak David langsung menuju rumah mereka yang dulu mereka tempati. Rumah ini memang dari dulu dia beli atas nama istrinya Linda. Sehingga ketika transaksi jual beli pun hanya perlu tanda tangan Linda. Bahkan sebenarnya transaksi itu hanya akal - akalan dari handy, dia tidak ingin mengambil rumah ini. Suatu saat dia ingin kembalikan ke Linda kalau keadaan mereka sudah tenang dan move on.


Pak David melihat pintu pagar yang terkunci. Dia ingin bertanya tapi tidak ada orang. Apalagi ini sudah agak larut malam. akhirnya Pak David memberanikan diri mendatangi rumah pak RT untuk bertanya. Setidaknya kalau rumah itu benar di jual pasti ada pemberitahuan ke pak RT.


"selamat malam pak, saya ingin bertemu pak RT sebentar, boleh"? tanya David langsung kepada penjaga di sana. Dia tidak menyuruh Dody asistennya lagi, dia ingin segera tahu.


"ada perlu apa ya pak"


"saya ini warga sini pak, tapi beberapa Minggu ini saya menginap di apartemen, makanya saya ingin bertanya sama pak RT"


"ohhh bapak ini yang rumahnya di pojok itu ya, ibu Linda yang kemarin bermasalah" tutur penjaga itu.


"bermasalah"? David mengulang seperti burung beo.


"ehhh takut salah deh pak, sebentar saya panggil pak RT" ujar sang penjaga.


'linda dan tita bermasalah kenapa ya' batin pak David sedikit merasa bersalah.


Tidak berapa lama pak RT pun keluar, dan menemui pak David.


"selamat malam pak David" ucap pak RT itu sopan karena dia cukup kenal dengan pak David walaupun tidak begitu akrab.


"malam pak, saya mau tanya tentang rumah saya pak, kok katanya kosong ya"? tanya pak David sedikit agak malu, bahkan senyumnya di paksakan.


Pak RT terlihat mengamati pak David seolah mencari sesuatu, lalu dia bertanya dengan bijak.


"lho pak David ngga tahu rumahnya sudah di jual"? ujarnya, sejujurnya pak RT juga sudah menebak ada masalah rumah tangga mereka, hanya saja itu bukanlah urusannya.


"lhoo kapan pak, Linda menjualnya"? tanya pak David.


Kembali pak RT itu meneliti wajah pak David. Apa benar pak David ini ngga tahu tentang masalah yang di hadapi istrinya Linda? Terus ulah ibu Monica itu mengusir ibu Linda bukan suruhan pak David seperti yang terdengar desas desus oleh warga.


"apa pak David tahu wanita bernama Monica yang telah mengusir ibu Linda dari rumah itu"? tanya pak RT to the point.

__ADS_1


Jelas aja David gugup dan kaget, Ica mengusir Linda dan tita?


Ini apa yang terjadi sebenarnya?


"ehhh pak RT, saya memang kenal Monica atau Ica, tapi saya tidak tahu kalau dia mengusir Linda dan tita dari rumah" ucapnya terlihat jujur.


"maaf pak David, sejujurnya aku kurang paham apa yang terjadi dalam rumah tangga bapak, karena itu bukan urusan saya. Tapi beberapa Minggu lalu ibu Linda di paksa keluar dari rumah itu oleh wanita bernama Ica. Dia membawa banyak preman untuk menjaga rumah itu sampai dua hari. Ketika saya bertanya katanya itu atas permintaan pak David karena sudah membagi harta Gono gini. Akhirnya kami memilih diam." ucap pak RT lalu terdiam sejenak.


David terlihat diam ngga bisa bicara apapun. Dia bingung gimana bisa Ica mengusir istri dan anaknya. Dia memang marah waktu itu sama tita, tapi itu hanya sebentar karena tita tetap darah dagingnya.


"sebaiknya kita duduk dulu pak" ucap pak RT, lalu mereka duduk bertiga bersama Dodi yang baru bergabung.


Setelah mereka duduk di dekat pos itu pak RT kembali cerita.


"Hari ketiga barulah ada seorang pengacara yang datang kepada saya dan minta ditemani ke rumah itu, rumah yang sudah di jaga preman, dan ketika saya tanya mereka di suruh siapa, mereka bilang disuruh ibu Linda. Padahal ibu Linda sudah terusir dari rumah itu. Barulah aku tahu itu akal - akalan istri bapak yang sekarang yang bernama Ica itu" jelas pak RT secara detail.


David terlihat geram, entah kepada siapa.


"Setelah kejadian itu, pengacara itu datang lagi untuk buat akta jual beli rumah itu pak, sekitar dua minggu lalu atau lebih lah. Katanya ibu Linda dan tita sudah pindah keluar kota, untuk mencari ketenangan , katanya karena non tita sering histeris" cerita pak RT seperti cerita sang pengacara.


"terimakasih pak untuk semua penjelasannya" ucap pak David akhirnya mohon undur diri.


Di perjalanan pulang, David merasa seperti orang linglung. Dia merasa separoh tubuhnya melayang di udara.


"Dody kamu tahu tentang kabar Linda dan tita" tanyanya kepada asistennya.


"maaf tuan, bukankah waktu itu tuan marah kalau saya bicara tentang ibu" ucap Dody juga ikut kesal kepada tuannya ini.


Jujur Dodi ngga suka dengan perilaku bosnya, apalagi itu dengan Ica, cewek yang sangat murahan dan bahkan ibunya juga ternyata cewek malam juga. Semua itu sudah Dodi ketahui, bahkan sedikit Dodi sudah ungkap ke bosnya itu, hanya saja bosnya yang sedang jatuh cinta itu tidak mau di kasih pendapat.Dia selalu menganggap Ica itu segalanya.


"paling tidak kamu cari tahu tentang mereka, kenapa Ica sampai bisa mengusir mereka"?


"kalau itu nona Ica mungkin kurang paham hukum tuan, dia hanya mengerahkan preman untuk menekan ibu Linda. Tapi ibu Linda sangat bijak, dia mencari orang yang pas dan mengerti hukum untuk mengurus semuannya"

__ADS_1


"lalu dimana mereka sekarang"


"kalau itu saya kurang tahu tuan, karena nona tita juga sudah tidak sekolah lagi, setahu saya pas di usir mereka tidur di rumah teman nona tita, sampai .." terlihat Dodi takut menyampaikannya.


"sampai apa dod"?


"sampai nona tita marah dan buat huru hara di mall itu" ucapnya takut - takut.


"jadi waktu itu mereka sudah tidak tinggal di rumah" tanya David


Dodi terlihat mengangguk untuk membenarkan ucapan bosnya.


"sebenarnya hal itulah yang membuat nona tita emosi dan marah tuan, tapi tuan malah tambah menyakiti hatinya dengan mengatakan kata - kata kasar" ujar Dodi pelan karena takut. Tapi biar bagaimana pun bosnya ini harus tahu kebenarannya.


'ya ampun David, apa yang sudah aku lakukan sama tita dan Linda. Berarti mereka tidak hidup baik - baik aja sekarang' batin David.


"kenapa kamu ngga beritahu saya" tanya David menekan Dodi.


Tapi kali ini Dodi memberanikan diri untuk menjawab tuannya.


"bahkan mendengar nama non tita dan nyonya Linda aja, anda sudah tidak mau tuan, gimana saya cerita. Bagi anda Ica adalah segalanya. bahkan non tita yang sudah pingsan anda sama sekali ngga perduli. Saya hanya berharap waktu itu, tuan jangan sampai menyesal. Apalagi non tita sampai histeris juga. Tapi gimana ngga nyesal? tuan sudah buang batu berlian demi batu apung yang tiada nilai" ucap Dodi ketar ketir, kalaupun dia di pecat dia sudah siap karena sekarang bosnya itu sudah tidak di jalan lurus lagi.


"kamu" bentak David


"maaf tuan, saya sudah lama ikut tuan dan sangat hormat sama tuan. Tapi seperti non tita saya juga sangat kecewa kepada tuan, pemimpin yang saya idolakan, kepala keluarga yang bertanggung jawab dan sayang keluarga. Dan itulah yang membuat saya setia mengikut tuan. Tapi sekarang cara pandang saya berubah, tuan memang pemimpin hebat di kantor, tapi tidak cocok jadi seorang panutan apalagi seorang ayah" tutur Dodi yang sudah lama memendam semuannya semenjak bosnya mengenal Ica dari rekan kerjanya.


"maaf tuan, kalau karena ngga suka Ica saya di pecat juga, saya ngga apa - apa" ucap Dodi akhirnya. Dia sudah sangat siap dan pasrah.


Hai semua pembaca setiaku


Jangan bosan ya


like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2