
Melihat handy yang masih diam membuat tita merasa bahwa handy tidak mengizinkan tita untuk makan es krim kesukaannya. Akhirnya dia menarik tangannya dan kembali ke posisi duduk seperti semula.
"ya sudah ngga usah deh" ujar tita kecewa. Tapi handy malah merasa sedih tita menarik tangannya.
"ehhh boleh kok, nanti bilang aja, nanti kita ke sana" ujar handy bicara sangat sopan, tidak seperti biasanya bocil - bocil mulu.
"benaran om" tita kembali bangkit memutar duduknya dan memeluk lengan handy membuat handy makin mematung beku di tempatnya. Entah gimana irama jantungnya sekarang, yang pasti dia begitu bahagia dan juga sesak.
Dia sangat deg - degan di peluk begini sama tita, padahal hanya lengannya lho.
'ini tidak mungkin, aku tidak mungkin jatuh cinta sama nih bocil' batin handy.
'apa aku sakit jantung ya' batin handy lagi.
'masa ini deg - degan seperti remaja' batin handy lagi.
Akhirnya tita melepaskan lengan handy, dan kembali duduk di kursi mobil handy. Ada rasa tidak rela dalam hati handy ketika tita melepaskan pelukannya, walaupun akhirnya dia bisa bernafas lega. Tapi tadi ada rasa bahagia dalam hatinya ketika tita memeluk erat lengan kirinya.
Akhirnya mereka tiba di mall yang di tuju, mall yang merupakan milik handy juga.
Begitu turun dari mobil, handy meraih tangan tita, dia seperti ingin jadi pelindung buat tita. Dia tidak ingin ada yang menyakiti tita atau hanya sekedar bersenggolan dengan tita. Dan tita juga terlihat hanya menurut, entah dia takut sama handy atau karena yang lain, tapi tita seolah mendapat pelindung baru juga.
Lalu dia menghubungi valdo menanyakan keberadaan mereka sekarang sudah sampai dimana?
Ternyata mereka masih di jalan karena tadi menjemput istrinya dulu, karena kak Linda ingin bermainn bersama anaknya valdo juga.
"langsung naik aja, aku sudah sterilkan kok resto " ucap valdo di sebrang.
"hmmmm"
Dia akhirnya membawa tita langsung naik ke restoran di atas. Restoran itu sudah di booking oleh valdo, jadi pengunjungnya sudah di batasi. Dan di sekitar handy sudah ada orang yang di tempatkan oleh team pengawal lapangan.
Handy membawa tita ke ruang VIP restoran itu. Terlihat tita sangat bahagia, bukan karena menu makanannya, tapi lebih kepada menikmati udara bebas setelah beberapa bulan terkurung di rumah. Dan pemandangan luar dari resto ini sangat bagus.
"om handy, disini bagus banget ya, aku baru pertama kali datang ke sini" ujar tita kagum, tapi handy hanya senyum karena dari tadi hatinya belum bisa di ajak kerja sama supaya jantungnya berdetak normal.
"oh iya" ujar handy bingung mau ngomong apa, tapi dia berharap tita banyak bertanya padanya, dia suka kalau tita terus berceloteh.
Tidak berapa lama, Linda dan valdo beserta istri dan anaknya juga tiba di restoran itu.
__ADS_1
"bagus banget ya Han" ujar Linda kagum
"yahhh namanya juga milik handy Winata Bu, semua pasti bagus" puji valdo membuat handy hanya senyum - senyum.
Mereka sudah duduk melingkar di meja yang telah di siapkan, dengan berbagai menu yang telah handy pesan juga.
"ohhh jadi restoran ini milik om handy" tanya tita lugu
"kalau begitu aku pesan banyak deh, kapan lagi makan enak gratis" ujar tita sambil melirik handy yang sedang meliriknya juga. Karena lirikan mereka bentrok tita memanyunkan bibirnya membuat hati handy menghangat kalau sudah melihat tingkah tita.
Handy mengacak rambut tita sambil mendekatkan wajahnya ke kuping tita.
"pesan aja sepuasmu cil" ujarnya membuat tita kegelian tapi senang.
"benaran ya" tanyanya tanpa rasa bersalah.
"benar cil" ucap handy lagi pada mode sok cool.
Jadilah mereka makan dengan penuh kebahagiaan, hanya handy yang kurang menikmati karena hatinya terus deg - degan setiap melihat tita.
"tita sayang, sini dekat mami, ini makan ikan lho" ucap Linda pelan sambil menunjuk menu yang sudah di hidangkan.
"dia itu ngga bisa makan ikan sendiri Han, harus di buangin durinya dulu, biasanya daddynya yang bersihin buat dia" cerita Linda.
Tita memang terlihat bingung, karena dia memang ngga bisa sendiri kalau makan ikan. Baru hendak beranjak handy sudah menahan tangan tita.
"duduk aja, nanti aku yang buangin durinya buat kamu" ujarnya membuat mata tita berbinar.
"benar om"?
"hmmmm" handy berdehem senang bisa membantu tita dalam hal kecil ini, tapi ini sangat penting karena kalau durinya tidak di buang, tita ngga bisa makan ikan sama sekali.
Mereka semua mengambil menu makanan sesuai selera masing - masing. Handy langsung mendekatkan satu ikan gurame asam manis ke dekat dia dan tita.
"mau ikan ini ga" tanya handy ke tita.
Tita hanya melirik malu lalu mengangguk.
"mau, tapi dibuangin durinya" ucapnya dengan mata yang sudah di putar - putar membuat handy makin gemes dan langsung membuangi duri ikannya.
__ADS_1
"iya" balasnya lalu mengambil ikan itu dan memisahkan durinya, lalu setelah bersih menaruh di piring tita.
Handy merasa paling bahagia sekarang bisa membuat tita senang.
"waduh cil, enak benar ya, tinggal lopp" ujar valdo menggoda tita.
"yeee sirik aja" ujar tita sewot.
"jarang lho seorang bos besar membuang duri ikan" goda valdo lagi ke arah tita dan sekaligus ke arah handy.
Handy sudah tahu kalau valdo itu sedang menggodanya.
Akhirnya mereka serius dengan makanan masing - masing. Valdo juga harus serius karena mereka harus gantian megangin anaknya supaya istrinya bisa makan dengan tenang.
Sementara handy, setelah memisahkan banyak daging ikannya buat tita, dia juga makan sendiri. Dia sudah seperti orang tua yang mendahulukan anaknya.
Tapi tita memang anak manja, bahkan sampai makan pun dulu sering di suapin daddynya karena dia sangat lambat. Tadi tita duluan yang makan baru handy, tapi malah handy duluan yang selesai makannya.
Setelah selesai makan, handy mengajak mereka berbelanja di boutiq mahal. Semua orang harus beli.
Tita melihat satu baju tidur yang simpel, baju nya pendek dan celananya hotpen.
"mami ini boleh ga" tanya tita kepada maminya tapi di dengar oleh handy, karena dari tadi handy memperhatikan setiap gerak gerik tita. Terlihat Linda menggeleng setelah melihat harga baju tersebut. Lalu dia berbisik sesuatu kepada Tita, entah apa tapi yang pasti tita mengembalikan pakaian yang tadi dia pegang.
'Jadi kita beli yang kita butuhkan dulu' bisik Linda tadi kepada tita sehingga tita langsung mengembalikan baju itu.
Bajunya memang tita suka, tapi belum itu kebutuhan yang paling urgent.
Handy langsung kasih kode ke valdo untuk membungkus pakaian tadi yang di pegang tita.
Bukan tanpa alasan Linda membatasi tita untuk belanja pakaian. Pertama mereka sekarang masih ngontrak sampai tita selesai sekolah, dan juga keuangan mereka sekarang sangat tidak stabil karena belum ada pemasukan yang tetap.
Sebenarnya handy bisa aja buka toko kue untuk Linda, tapi menurut Linda sekarang itu dia belum siap bertanggung jawab dengan sebuah toko, karena dia ingin fokus dulu ke tita, minimal sampai tita selesai home schooling.
Halo pembaca setiaku
jangan bosan ya
Author minta like, coment dan votenya
__ADS_1
terimakasih🙏