
Handy yang sudah hampir terbawa suasana tadi hampir aja ke bablasan. untunglah dia segera sadar tita itu masih polos dan dia harus menghadapinya dengan sabar. Handy tidak mau tita menyesal seumur hidup atas sesuatu yang mereka lakukan.
Handy sangat mencintai tita. Handy ingin tita merasa berharga dan layak dihargai dan di perjuangkan.
Setelah agak lama di kamar mandi, handy kembali ke tita di teras samping rumahnya. Sementara Linda dan susi pembantu mereka sepertinya sudah tidur.
Bukan tanpa alasan, ibu Linda membebaskan tita sama handy karena Linda juga lihat handy itu orang yang bertanggung jawab dan sangat mencintai tita. Dia bahkan melindungi seluruh sisi kehidupan tita dan tidak ingin tita terluka.
Begitu tiba di tempat tita, handy melihat tita tertunduk malu - malu. Handy mendekati dia dan mengusap kepalanya.
"maaf ya, tadi kakak terbawa suasana" ucap handy senyum kecil dengan wajah sumringah.
"iya kak' ucapnya senyum tapi masih terlihat malu.
"kakak minum kopinya dulu" ujar tita
"iya sayang" ucap handy langsung meraih kopinya
"udah dingin ya"
"iya sih, tapi tetap enak karena ini buatan calon istriku" goda handy membuat pipi tita memerah. Entah kenapa hari ini tita banyak salah tingkah di depan handy, tidak seperti biasanya asal nyablak aja.
"pisang gorengnya juga sudah dingin ta, kita cari keluar Yo" ujar handy
"ngga usah kak, boros, ini aja" ucap tita meraih pisang gorengnya dan langsung makan.
"calon istriku ini memang sangat pintar dan tidak boros. tapi sekali - sekali tidak apa - apa sayang, kan kita juga harus bisa menyenangkan diri sendiri" ujar handy sambil menowel hidung tita.
"kak handyyy sakit" ucap tita untuk menyelamatkan hidungnya dari tangan handy.
Ingin rasanya handy mencium bibir tita lagi ketika tita memutar bentuk bibirnya itu kalau sudah sewot. Tapi handy sadar, dia harus sabar menghadapi tita. Dia mau tita menikmati setiap proses dalam hubungan mereka. Harus sabar.!
Bahkan sampai saat ini mungkin mereka belum pernah yang namanya ngedate. Karena tita juga bukan cewek yang suka berlebihan walaupun itu pantas dia terima.
Biasanya handy sangat sabar seperti pemuda kampung yang mengunjungi pacarnya. Duduk bercerita di rumah, kadang di temani calon mertua. Karena selama ini tita masih berstatus pelajar.
Sekarang jelas sedikit beda, tita sudah bukan pelajar lagi karena home schoolingnya sudah selesai. Tapi jujur tita belum ingin kuliah dan justru ingin kerja dulu.
"kak handy, tita boleh kan kerja" tanya tita sambil rebahan dengan kepalannya berbantalkan paha handy.
"maksudnya sekarang kamu ingin kerja ta" tanya handy serius
"iya kak"
"emank kamu ngga mau kuliah"
"nanti aja kak, aku ingin cari duitnya dulu"
__ADS_1
Handy terlihat berpikir, jujur pastinya dia tidak setuju tita kerja. Tapi sepertinya tita sudah bertekad untuk kerja.
"kamu boleh kerja tapi di kantor kak handy" ujar handy tegas.
"yahhh ngga fair donk, pasti nanti kak handy ngga professional, pasti aku akan makan gaji buta" ucapnya menggerutu, membuat handy tersenyum kecil.
"tita tita, banyak orang di luar sana pengen yang simple, tapi kamu malah cari yang ribet" ucap handy bangga.
"aku kan ingin juga seperti orang lain kak, merasakan melamar, interviue terus training" ucapnya sambil senyum menunjukkan gigi putihnya.
Sejujurnya Handy bangga sama tita, tidak mau hanya mengandalkan fasilitas yang ada, tapi ingin juga mengembangkan karakter dan kemampuan dirinya sendiri.
"ya itu kamu nanti melamar juga, terus interviue sesuai bagiannya" ujar handy
"benaran, tapi kak handy jangan ikut campur ya, janji" ucap tita mengangkat jari kelingkingnya untuk di takutkan.
Handy menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking tita.
"iya Abang janji" ucapnya yakin
"tapi kamu hanya bisa melamar di kantor Handiwinata" ucap handy mengultimatum tita.
"iya kak, tita janji.Tapi jangan sampai ada yang tahu aku pacar bos" ujar tita
"apa kak Linda sudah tahu kamu ingin kerja"?
"sudah, tapi belum tahu kalau melamar di kantor kak handy"
"iya kak, semoga aku di terima bagian receptionist ya kak" ucap tita.
Sementara batin handy sedikit ragu kalau tita di bagian receptionist, pasti nanti banyak tamunya yang laki - laki bertemu tita, karena semua tamu biasanya berawal di receptionist.
Tapi handy mencoba mengerti daripada tita sedih.
Setelah lama cerita, ternyata sudah jam sepuluh malam, handy harus pulang. Dia segera chat valdo untuk jemput.
Tidak berapa lama valdo tiba di rumah tita dengan pak Yanto. Handy langsung masuk mobil di antar oleh tita.
"bye kak handy, om valdo" ujar tita
"bye cil"
"sudah masuk sana ta" ujar handy yang sudah masuk mobil tapi belum jalan karena tita belum masuk rumah lagi.
Tita langsung melangkah masuk, karena dia tahu handy tidak akan jalan kalau dia belum masuk ke rumah.
Sementara handy dan valdo langsung melaju menuju rumah mewah handy.
__ADS_1
"val, tita ingin kerja, aturlah di kantor, dia tidak ingin aku ikut campur supaya dia mau kerja di kantor kita" ujar handy
"haaaa, bocil mau kerja dan Lo setuju"? tanya valdo nyablak, dia tidak sadar itu akan memancing kecemburuan handy.
"emank kenapa"?
"ya elah handy, handy, Lo itu emank bos gua, tapi kadang Lo harus belajar sama gua" ujar valdo songong.
"sialan Lo"
"sekarang dengar nih ya, tita itu cantik dan menarik, baik, mudah bergaul. Kamu membiarkan dia mengenal dunia luar dengan bebas sebelum kamu ikat, apa kamu ngga takut nanti dia di ambil orang. nanti kamu stress karena banyaknya sainganmu" ujar valdo serius.
"ada juga kalau dia mau kerja nih ya jadikanlah asisten pribadimu, biar selalu bareng tiap hari" ujar valdo
Sebenarnya handy juga memikirkan itu, tapi dia tidak mau tita sedih dan merasa aku kekang.
"aku tidak mau tita merasa di kekang" ujar handy
"di jaga dengan di kekang beda bos. Dikekang asal kau kurung tanpa rasa cinta, tapi kalau di jaga, kamu ingin yang terbaik buat dia" tutur valdo
"tapi sepertinya dia ingin kerja val, daripada kerja di tempat lain. minimal kalau di kantor masih bisa bersama" ucap handy
"iya sih, ya sudah coba aja, semoga aja sainganmu tidak ada yang melebihi mu" ujar valdo.
"kamu jangan nakut - nakutin aku val" geram handy karena hatinya jadinya galau.
"bukan nakut - nakuti, kita lihat aja nanti" ujar valdo akhirnya.
Dan begitu sampai rumah handy, handy langsung turun.
"kamu langsung pulang aja, aku ingin istirahat" ujar handy
"oke aku langsung jalan. Terus tita akan di tempatkan di bagian mana"?
"dia suka jadi receptionist" ujar handy seperti ucapan tita tadi.
"oke besok aku urus"
"atur seolah - olah aku sama sekali tidak tahu dan tidak terlibat" ujar handy lagi
"beres bos"
Handy langsung masuk sementara valdo langsung pulang ke rumahnya.
Halo semua pembaca setiaku
Dukung terus ya
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih🙏