
Dhea Anatasya itu nama lengkapnya. Dhea adalah
nama panggilannya.
Dhea seorang gadis yang pendiam dan pemalu tetapi ia termasuk anak yang cerdas.Dhea tinggal berdua bersama ibunya di kota kecil. karna ayahnya sudah tiada saat Dhea masih berumur dua bulan dalam kandungan ibunya. dan kakak satu-satunya sudah berumah tangga , dan kakaknya kini tinggal bersama suaminya di Surabaya.
Dhea memiliki rasa rindu pada saat senja karena
bagi Dhea senja bisa mempertemukannya dengan Anajib Putra Ramadhan.
Dia adalah sahabat dari kecil, selalu bersama ketika mengaji maupun bersekolah ketika SD selalu bersama.
Mereka terpisah dan jarang bertemu.
Setelah sang ustad mengirim Anajib ke pondok pesantren.
Anajib adalah putra seorang Ustad guru ngaji Dhea. Keluarga sang ustad memiliki silsilah darah biru. Atau orang jawa bilang priyayi.
Anajib pemilik wajah ganteng yang dihiasi kumis tipis, dan berjambang dengan sedikit jengot jadi ciri kas kegantengannya
Dengan berjalannya waktu keduanya memiliki perasaan suka dan akhirnya saling mencintai.
Tetapi sang ustad selalu berusaha memisahkan keduanya.
Cinta tulus Anajib untuk sahabat kecilnya.
Benar-benar dibuktikan dengan kesungguhannya.
Akhirnya merekapun memutuskan untuk menikah.
Dengan sembunyi-sembunyi.
Dan pak ustad tak pernah mengetahuinya.
Walaupun sudah berstatus suami istri.
Mereka harus rela hidup saling terpisah.
Karena status pernikahannya sebuah rahasia.
Namun kisah cinta keduanya tidak seindah drama korea.
Ujian cinta selalu menyapa keduanya.
__ADS_1
Rasa rindu itu yang kadang merapuhkan keduanya.
Tawa lebar itu gelar yang Dhea berikan pada Anajib. Dan kutu buku itu gelar Dhea dari Anajib.
Bila Dhea tersiksa rindu.
Anajib selalu menghibur Dhea.
Kata-kata Anajib memberi kekuatan pada Dhea.
Nasehat cintanya untuk belahan jiwanya.
Bila rasa rindu itu datang menyiksa.
Mencabik dan merapuhkan jiwa.
Titipkan rindumu lewat doa dan sang senja.
Nasehat belahan jiwanya indah untuk dibaca.
Tapi terasa sakit didalam dada.
Jarak yang terbentang menjadi jurang pemisah
Tetapi keduanya selalu mempertahankan cintanya.
❤❤❤
"Apakah cinta keduanya akan bersatu selamanya.?"
"Atau sang ustad berhasil memisahkan cinta diantara keduanya ?"
Untuk tahu jawabannya silahkan ikuti kisahnya.
Kala Senja Di kota Kecil.
***
Matahari sudah condong kebarat samar-samar tapi pasti suara sholawatan terdengar dari masjid . hea mempercepat langkah kakinya supaya tak tertinggal dengan yang lain .
Ada rasa kegembiraan tersendiri ketika waktu magrib tiba , Dhea beserta kedua temannya semangat pergi ke masjid yg tak jauh dari rumahnya .
muazin mengumandangkan adzan menandakan sholat magrib tiba. Dhea dan teman-temannya berlarian ketempat wudhu. canda tawa selalu ada ketika mereka mengambil air wudhu .
__ADS_1
upss...sorry...sengaja...percikan air itu sengaja dicipratkan kearah Dhea . seketika candaan Dhea dan teman-teman berhenti. yaah basah deh ! kata Dhea.
Terlihat Anajib tertawa penuh kemenangan . Siti melotot sambil berkata "sudah bersalah malah tertawa " . suara khomad menghentikan berdebatan kami . kami pun segera masuk ke shaf belakang untuk sholat . rasa tenang dan damai selalu Dhea temui saat seperti ini .
ketika imam mengucapkan salam menandakan sholat selesai , seperti biasa pak ustad akan mulai mengajari kami mengaji selesai sholat magrib.
Kami duduk berjajar rapi , Dengan wajahnya yang wibawa ustad menatap kami satu persatu seperti mengisaratkan kepada kami untuk belajar mengaji dengan sungguh-sungguh.
Ketika tatapan itu tepat tertuju padaku. Jantungku serasa mau lepas , padahal hanya tatapan matanya yang mengabsen kami,seperti biasa tak banyak kata-kata hanya dengan tatapan mata.
Satu persatu bacaan kami disimaknya . tak terasa waktu sholat isya tiba , menandakan ngaji kami harus segera Diakhiri.
Dasar anak-anak keluar masjid aja pakai rebutan suara itu terucap dari mulut Anajib , O iya Anajib itu adalah anak dari Abdul Qodir guru ngaji kami .
Siti dan Aminah berbisik kepada Dhea ,
" ich...sombong banget dia seperti dia sudah besar saja ". dan tawa kami pun cekikikan .
Dan terus bercanda mengiringi langkah kami . Tiba-tiba Siti berkata " Tau gak teman-teman aku gak suka tuh sama Anajib " .
"Emang kenapa ? " tanya Dhea ingin tau.
"Dia tuh sombong pokoknya kita gak suka " kata Siti & Aminah hampir bersamaan . Dhea hanya terdiam hatinya seakan tak rela kalo Anajib selalu dijelekkan oleh teman-temannya.
Dhea sendiri tidak tau kenapa hatinya selalu ada perasaan yang aneh. padahal Anajib selalu jahil kepada Dhea. setiap mereka mengambil air wudhu.
"Cieee...., ada yang gak rela nich Anajib kita omongin" kata Siti menggoda Dhea.
Terdengar tawa cekikikan Aminah , tak terasa kami harus berpisah karna arah rumah kami berbeda.
"Assalamualaikum..." Dhea mengucap salam, sambil mengetuk pelan pintu rumahnya "tok-tok-tok" .
"walaikumsalam..." suara ibu menjawab dari dalam. Dhea hampiri ibu seperti biasa lalu Dhea cium tangan ibunya. Dhea lalu duduk disamping
ibu yang sedang merapikan baju , yang hendak
disusun dilemari.
"Entah kenapa mata ini sulit untuk ku pejamkan"bisik Dhea . Hatinya selalu berkecambuk , " Kenapa hatiku tak rela kalo semua teman ku membenci Anajib ?? " bisik Dhea dalam hati .
sunyinya malam benar-benar terasa semakin sunyi...sesunyi hati Dhea yang tak mampu menemukan jawaban .
Dhea terus paksa matanya untuk segera tertidur dan mengistirahatkan hatinya untuk berhenti memikirkan tentang Anajib.
__ADS_1
Bagi kalian yg mau tau lebih banyak lagi tentang cerita yg diatas , Tunggu Episode selanjutnya Yaa ! 😉