
Tubuh Dhea terasa tak bertulang, kakinya terasa melayang. Motor Anajib yang sekarang sudah menjadi suaminya menghilang dari pandangan.
Dhea masih berdiri dan terus memandangi jalan raya. Deru motor Anajib sudah tak terdengar olehnya.
Bayangnya pun sudah tak nampak oleh pandangan
matanya.
Namun hatinya masih belum rela.
Kalau aku boleh jujur mas..,
Aku ingin ikut serta dirimu.
Pulang ke kota kecil dan hidup bersamamu.
Jerit hati Dhea. Kini air matanya mulai berderai.
Cepat-cepat Dhea bawa langkahnya.
kini Dhea berlari masuk ke dalam kamar kostnya.
Bu lek atau bu Euis yang dari tadi memperhatikan
Dhea dari teras rumahnya.
Merasa ikut prihatin akan kisah cinta Dhea dan Anajib.
Semoga saja kalian berdua kuat hadapi ujian cinta
yang kalian punya. Bisik hati bu Euis yang ikut meneteskan air mata.
Deru motor itu terus menderu diantara suara bising kendaraan yang lainnya.
Membelah panjangnya jalan raya kota Bandung
menuju kota kecil.
Anajib terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Batinnya sebenarnya berat meninggalkan belahan jiwanya.
Tetapi apa daya, kenyataan yang harus ia dan Dhea
hidup terpisah.
Cinta memang butuh perjuangan dan pengorbanan.
**
Di dalam kamarnya Dhea merasa ada yang hilang.
Kini Ia pandangi photo orang yang sangat ia cintai.
Semua yang terjadi adalah pilihan yang Anajib
berikan, Dhea tidak menyesali keputusannya.
Hidup memang pilihan.
Dan Dhea tak ingin menyalahkan siapa-siapa.
Termasuk pak ustad yang tidak rela Dhea masuk di dalam kehidupan Anajib.
Sampai menjauhkan Dhea, sampai hati pak ustad
memisahkan keduanya.
Dhea selalu merasa bersalah sudah menghianati
perjanjian yang sudah Ustad syaratkan.
Tapi Dhea juga tidak mampu menghindari rasa yang semakin hari semakin menyiksa.
Pernikahan diantara Ia dan Anajib tanpa sepengetahuan beliau.
Dhea sadar betul suatu saat bila rahasia ini terbongkar.
Dhea harus bersiap akan semua kemungkinan.
Yang terjadi, mungkin kah cintanya rumah tangganya akan karam.
Kadang Dhea tidak berani membayangkan.
Marahnya sang ustad.
__ADS_1
**
Wajah semringah sang ibu menyambut kedatangan Anajib. Wajah gantengnya dihias tawanya memamerkan deretan gigi putihnya.
"Assalamualaikum." Buu..
Salamnya sambil melepas helmnya.
"Walaikumsalam."
Jawab ibu membalas salam sang putra kesayangan.
Bapak berjalan menghampirinya.
Lalu Najib segera salim pada bapaknya.
"Bapak kira berangkat kuliah langsung dari rumah
Beni mas.?
Pertanyaan bapak begitu mengagetkannya.
"Eeemmm, pengen pulang saja pak."
Jawab Anajib.
Sejujurnya ada rasa bersalah di dalam hatinya.
RAHASIA BESAR PERNIKAHANNYA.
Jujur kadang membuatnya merasa bersalah.
Tetapi terpaksa semua itu ia lakukan.
Demi belahan hatinya.
Anajib pamit kepada kedua orang tuanya.
Istirahat dulu pak, bu, lalu langkahnya menuju
kamarnya.
Ibu dan bapak saling pandang dan membiarkan
Tetapi jangan tidur yaa mas, sebentar lagi magrib.
Suara ibu terdengar mengingatkannya.
"Yaa buuu.."
Jawab Anajib dari dalam kamarnya.
Anajib meluruskan pinggangnya, di atas kasurnya.
Pikirnya melayang akan cintanya.
Dhea?
Seperti tersadarkan, Anajib meraih ponselnya.
Dihubunginya kontak Dhea.
Dan VC itupun tersambung.
š±
"Assalamualaikum ." Mas..
Dhea menyapa dari sebrang.
Senyum itu menghiasi wajahnya.
š±
"Walaikumsalam.."
Jawab Anajib.
š±
"Mas, hanya mau memberi tahukan mas sudah sampai rumah Dhe.!
Kata-kata Anajib terasa menyejukkan hatinya.
__ADS_1
"Ohhh alhamdulilah mas."
š±
Lalu keduanya hanya saling diam, dan terus saling menatap.
"Dhee .. aku kangen..!
Kata Anajib.
š±
Yaa Allah mas...,
Baru saja kita berjumpa, kok sudah kangen.
Kata Dhea sambil terus tersenyum.
š±
"Nggak boleh yaa Dhe..?
Tanya Anajib terus menggoda.
š±
Bolehhhh mas.
Aku tunggu selalu hadir mu.
Bersama senjaku..
Jawab Dhea.
š±
Aku sudah tak sabar menunggu waktu.
Ingin selalu merengkuhmu, dalam pelukku.
Tiba-tiba.
Dhea mematikan Ponselnya.
Heiii.., tak sopan banget suami sedang bicara
Hp di matikan.!
Awasss ya Dhee.
Berani-beraninya kamu!
Tunggu hukumanku.
Anajib terdengar seperti orang yang sedang marah.
Tok ..Tok ..Tok..
Mas.., ada apa.?
Suara ibu terdengar dari balik pintu.
Anajib bergegas membuka pintu .
Cekrekk..
Wajahnya tersenyum nggak ada papa bu..
Jawab Anajib dan menutup pintu kamarnya lagi.
**
Dhea sengaja memutus sambungan VC suaminya.
Maaf mas aku tak kuasa menahan air mata ini.
Bisik Dhea sambil menghapus air matanya.
Kan ku tunggu hadirmu..
Di sini kata Dhea .
Sampai di sini dulu kakak.
__ADS_1
Terimakasih semua yang sudah berkenan mampir.rššš