
MEMILIKIMU MEMANG PERLU WAKTU.
Amir yang awalnya hanya sekedar simpati , Kini
Hati pemuda yang suka naik "MOGE" Itu , Semakin penasaran dengan Dhea.
Dan akhirnya yang awalnya hanya teman suka Menolong, dan kini ingin hatinya memiliki.
Aseekkkk.
Witing Tresno jalaran soko kulino.
Itu pepatah jawa.
Amir bener-benar jatuh cinta, Malam ini Amir senyum-senyum sendiri Terbayang mana kala
Dhea memeluk erat Pingangnya tanpa sengaja.
Itu cukup membuat Amir sulit melupakannya.
"Pengalaman pertama.
Oochhhhh..
Lagi-lagi Amir tersenyum .
Sepertinya cinta pertama.
"Akhirnya.. Amir memutuskan besok akan katakan Pada Dhea perasaannya ..
Pemuda itu terlihat sangat gelisah sampai Ia Absen malam ini Amir sama sekali tidak membuka buku pelajarannya. Di Otaknya penuh
Dengan rencana .
Bagaimana yaa?
"Dan di mana yaa ? " tempat yang pas buat Aku Nembak Dhea.
Hemmmm... " kira-kira Dhea Terima nggak ya?
Dan akhirnya Amir tertidur dengan semua tanya.
***
Malam hari di sebuah pondok pesantren yang ternama Di jawa Timur. "Pemuda tampan yang Kini berkumis dan berjambang itu.."
Beliau sangat khusuk Dengan Muraja'ahnya.
Hatinya nampak semangat menimba ilmu agama
Yaa.. Dialah Anajib, pemuda yang selalu Dhea Nanti dan rindukan setiap senjanya.
Sahabat dari kecil , mereka selalu bersama..
Dan terpisah ketika pemuda itu di kirim ke pondok pesantren. Dia selalu rajin menulis surat pada Dhea , Tapi isi surat hanya sekedar menanyakan kabar, Dan bercerita tentang kerinduannya yang bermain air wudhu di padasan bersama Dhea. "Tapiiii.. bukan itu yang Sekarang Dhea harapkan.!
"Dhea mengharapkan Anajib menyatakan kata cintanya."
__ADS_1
Ochhhhhh... Dhea nantangin Dia.
Malam terus berjalan Akhirnya Bapak kiyai..
Mengakhiri Kajiannya, "Dan para santri penuh khidmad mencium tangannya.
Lalu para santri melangkah ke kobongnya.
Anajib pun setelah berwudhu dia merebahkan badannya. Ia ingin segera terlelap supaya tak tertinggal kegiatan sepertiga malamnya.
Bersama kiyai dan teman-temannya.
***
Pagi ini Amir semangat sekali melajukan "Moge
nya, Dan bukan langsung ke sekolah , Tapi Dia tepikan "Mogenya di depan rumah Dhea".
Bukan Dhea yang Ia temui tapi Ibu Dhea yang sedang mengepel teras rumahnya.
"Assalamualaikum bu...,"Sapa Amir.
"Walaikumsalam..., Ibu menghentikan aktivitasnya.
Lalu beliau mendekat ke Amir .
Maaf nak Amir, Dheanya sudah berangkat .
"Ooo. yaa bu , Ngga papa.. Mari buu..
Sambil melajukan "Mogenya".
Tak apa..., toch masih bisa pulang bersama.
Amir menghela nafas dan menepis kecewanya.
Dalam kelas Dhea sudah duduk manis di samping Anita.
"Ketika Amir masuk dalam kelas.., Disambut suara riuh teman-temannya."
"Haaaahaaa.." Pangerannya kesiangan " Saudara-saudara kata Andi sambil menyambut
Amir seraya membungkukkan badan bak pengawal menyambut pangerannya.
"KOCAKK..".
Kata Amir diperlakukan bak pangeran beneran.
spontan isi kelas tertawa mereka terhibur dengan adengan Andi yang jadi pengawal dan
Amir bak pangerannya.
Hampir satu jam anak-anak becanda .
Namun tak nampak pula wali kelas Mau pun Guru bidang studynya. Alhasil jam pertama kosong. Dan dilanjut istirahat pertama.
Semua berhamburan keluar kelas kantin tujuan
__ADS_1
Mereka. "Amir melihat Dhea masih duduk di bangkunya, Dia sedang menyimak Anita curhat
Rupanya, "Melihat Amir gabung dengan mereka
Anita menghentikan obrolannya, Dan ia berdiri
Maaf Dhea saya beli minum yaa.
pengertian juga Anita, terimakasih teman batin Amir.
"Haaii.., sapa Amir sambil duduk di hadapan Dhea. Tadi saya ke rumah tapi kamunya sudah berangkat kata Amir membuka obrolannya.
"Maaf Amir..
kata ibu nggak enak tiap hari selalu merepotkan .
Terkecuali kalau pas pulang sekolah benar-benar
Nggak ada angkutan umum baru boleh.
Dari pada ketinggalan Manghrib di jalan.
Panjang lebar Dhea menjelaskan pada Amir.
"Okeee... nggak papa.
kata Amir hatinya sedikit kecewa.
tapi nanti pulangnya bareng yaa..?
Tanya Amir penuh harap.
Terlihat Dhea mengangguk mengiyakan.
Dan obrolan ke duanya terpotong .
Dengan datangnya Anita.
"Wadawwww"
Aku menganggu yaaa..?
Canda Anita malah duduk diantara mereka.
Nampak Dhea tersenyum dan mencubit Temannya.
Amir terpaksa berdiri dan pindah kembali ke tempat duduknya.
Sabarrrr..
Butuh waktu untuk memiliki mu Dhea.
***
NEXT..
Terimakasih yang masih setia menunggu kelanjutan Dhea dan Anajib.🥰🥰🥰
__ADS_1