Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episide 38


__ADS_3

"Roda kehidupan selalu berputar sesuai dengan


Ketentuan yang menciptakan kehidupan.


Begitu juga perputaran kehidupan yang Dhea lalui. "Perputaran Seperti Bumi pada porosnya."


Pagi berlalu dengan menuntut ilmu.


Senja datang belajar tentang ilmu keagamaan.


Dan hari-hari telah berlalu.


Dan waktu pun terus berjalan.


Hari bergeser ke minggu, begitu juga minggu pun berganti bulan.


Dan tiba lah sampai hari ini, "Hari kelulusan".


Anak-anak berseragam putih abu itu.


Nampak tertawa penuh bahagia, ada yang sibuk


Dengan photo-photo bersama .


Amir mencari-cari Dhea di antara teman-temannya.


Akhirnya pandangan Amir menemukan keberadaan Dhea, Yang sedang ngobrol dengan Anita teman sebangkunya.


Obrolan mereka terhenti dengan kehadiran


Amir , yang langsung duduk di samping Dhea.


"Aseekkkk."


Begitu serasi puji Anita.


"wahhh, aku juga sangat setujuuuuu..."


"Andi ikut-ikutan jadi kompor.."


Haaa haa, paling sukaaa melihat pasangan ini.


Duduk berdampingan seperti ini.


Hayo kita Sah kan sajaa..!!!


Teriak yang lain sambil tertawa..


Amir merasa melambung. Karena banyak yang mendukung dia.


Cuma masalahnya, Dhea begitu cuek.


Sebenarnya dia paham nggak sihhh.??


Aku sangat berharap cintanya!!


Canda tawa terus terdengar.


Dan tiba waktu untuk saling melepas kebersamaan antara semua teman-teman.


Yang sudah tiga tahun terjalin dalam kelas IPS.


Waktunya pulang .

__ADS_1


Amir masih setia menawarkan tumpangannya.


pada Dhea.


Dhea nggak menolak. Ia pun ikut bersama Amir.


Seperti biasa Dhea duduk di belakang Amir.


Dan MOGE itu secepat kilat meninggalkan gerbang sekaloh mereka.


Dheee..


Aku ingin ngomong sesuatu..., kata Amir sambil mengerem secara mendadak.


"ciiitttttt.."


"Amirrrrr..!! Teriak Dhea. sambil memeluk pinggang Amir. secara spontan.


"Heehee.." Sengajaaaa... teriak hati Amir .


Motor itu berhenti di pinggir jalan.


Lalu Amir meraih tangan Dhea, mata Amir menatap Dhea begitu lekat.


Dhee.. Aku mencintai mu. kata Amir.


Aku ingin kamu mengisi hari-hariku dengan


cinta mu.


Deg.


Dhea sangat kaget dengan pernyataan Amir barusan. Dhea cuma terdiam.


Begitu juga cinta ku hanya untuk Anajib.


Kata Dhea dalam hatinya.


Melihat Dhea hanya terdiam.


Amir tidak memaksa . Aku tidak memaksamu menjawab sekarang Dhee.


Tapi aku akan selalu menanti jawabmu.


Lalu Amir memberikan bingkisan kotak kecil yang terbungkus dengan rapi menggunakan bungkus kado. dan dihias dengan pita terlihat sangat cantik.


Melihat Dhea hanya terpaku .


Amir meraih tangan Dhea, dan kado itu Amir simpan di tangan Dhea.


Ini buat mu.


Lalu Motor pun melaju melanjutkan perjalanan


mereka. Dan seperti biasa Dhea minta berhenti Sebelum masjid.


Kenapa tidak sampai rumah sekalian??


tanya Amir penuh selidik.


Aku takut di marah ibu... mir.


Jawab Dhea sambil turun dari motor.

__ADS_1


Oke Amir terimakasih.


Amir seperti biasa hanya tersenyum lalu lambaikan tangannya.


Ketika Sampai di teras rumah.


Terdengar ibu sedang bercakap-cakap.


Dan suara itu tidak asing di telinga Dhea.


"Assalamualaikum. salam Dhea."


"Walaikumsalam..suara ibu dan suara itu menjawab salamnya.


Dhea lalu salim pada ibu dan " PAK USTAD???


Setelah salim Dhea membungkukkan badannya.


tanda permisi ijin untuk kekamar.


Dhea sibuk dengan beraneka tanya.


Ada apa??


Kok nggak biasanya...??


Mungkin pak ustad melaporkan kekhilafan Anajib dan Dhea lakukan??


Dhea sampai melupakan kado kecil yang Amir beri.


Tak lamaa.. Suara itu pamit pada ibu.


ketika pak ustad sudah pulang.


Dhea tak berani menjumpai ibu..


ia takut kalau ibu sampai tahu Dosa yang ia perbuat dengan Anajib.


Tok .. Tok.. Tok.


suara pintu itu sangat menggagetkannya.


Yaa bu katanya sambil membuka pintu kamarnya.


"Ibu terlihat tersenyum.??


Kok tidak marah..??


Memang apa yang diobrolin Pak ustad dengan ibu..?? Tapi Dhea tak berani bertanya. karena Dhea merasa punya Dosa .


Cepat makan .. dulu.


Habis makan, ada yang ingin ibu sampsikan.


Belum Dhea menjawab .


Ibu malah sudah berlalu dari depan pintu kamar Dhea.


Ada apaa yaa...??


Hati Dhea terus bertanya.


***

__ADS_1


__ADS_2