
Bel pulang berbunyi.
Amir tidak mau ketinggalan langkahnya dengan Dhea. Lalu Amir memanggilnya .
"Dheaa..., Tunggu yaa.!!!
"Aku ambil motor dulu kata Amir sambil melangkah menuju parkiran.
Dan Dhea pun juga melangkah menuju kantin
Dan toko depan sekolah seperti biasa menggambil kotak-kotak kue yang paginya Ia titipkan. "Kenapa Dhea tak menungguku.?
Kan aku bisa membawakan kotak-kotak kuenya.
Mungkin aku terlalu lama kali, Jadi Dhea merapikannya sendiri... batin Amir.
Amir nampak duduk diatas "Mogenya".
Dalam hati kecilnya Amir kasihan, melihat Dhea
Yang tiap harinya selalu menenteng-nenteng
Dagangannya ke sekolah.
Bisa saja Amir membantu Dhea dalam segi biaya
Apapun kalau Dhea mau.
Amir anak yang berkecukupan di Tetangga kampung Dhea tinggal.
Untuk ukuran tempat Dhea tinggal, kalau anak
Orang Berada Fasilitasnya semua terpenuhi.
Yang penting sekolahnya benar.
Masalah uang jajan..?? Jangan di tanya seandainya Dhea mau.. "Tiap harinya apa yang
Ia ingin Tinggal bilang.
"Tapi Dhea , Berteman dengan Amir karena Amirnya sendiri yang awalnya suka menawarkan
Tebengan untuknya.
Dhea terlalu polos ... Dan dia masih lugu.
Yaa.. Hari-harinya Pagi sekolah dan kala senja menjelang Dia dan teman-temannya pergi ngaji.
Yaaa. Itu yang Dhea paham.
__ADS_1
"Selama ini banyak ciwi-ciwi yang menghayal bisa Di bonceng Amir dengan "Moge "nya.
"Tapiiii... Sayangggg..."
Pemilik Moge Hatinya sudah Ke pincut pada Dhea.
Amir terus memperhatikan langkah Dhea yang
Semakin mendekat ke arahnya.
"Wanita Hebattt. "
Kata hati Amir memujinya."
Aku semakin sadar.. kalau aku benar-benar
Jatuh hati padanya.
Ingin rasanya ku ungkapkan semua rasa suka ini
batin Amir terus bercakap.
Tapii..., kalau Dhea menerima.
Kalau sebaliknya Dhea menolaknya.?
Aku malah akan kehilangannya.
Amir terus sibuk dengan hatinya.
Sampai Ia tak menyadari Dhea sudah terpaku di hadapannya.
"Amirr.... kamu baik-baik saja?
Tanya Dhea , Membuyarkan perdebatan hatinya.
"Eeehhh , Sini aku bantu, kata Amir menyimpan kotak-kotak kue itu dijok depan.
Ayoo naik, kata Amir terus menutupi perasaannya.
"Dhea masih terdiam , lalu "Maaf yaaa Amir.
Aku selalu merepotkanmu.!
Lagi-lagi Dhea selalu nggak enak dan meminta maaf pada Amir.
"Ayoo lah naik nanti ke buru magrib di jalan.!
kata Amir . Kamu seneng banget sichh minta maaf.
__ADS_1
Kan belum Hari Raya Idul Fitri..
Minta maaf muluu. Amir berusaha becanda.
Supaya Dhea tidak harus selalu merasa nggak Enak pada nya.
"Rasa hati nggak rela melihatmu sedih atau terluka". Karena kamu orang yang aku cinta..
"Ituu suara hati Amir yang Ia urungkan untuk
Menggungkapkannya."
"Butuh waktu .. untuk menyatakannya, Biarlah untuk saat ini cukup aku simpan di hati saja.
"kata Amir dalam hatinya."
Dheapun naik diatas motor Amir. Dan duduk dibelakang Amir , Dhea jaga jaraknya badannya ia geser agak kebelakang .
Motorpun melaju meninggalkan gerbang sekolah
Mereka.
"Amirr... sebenarnya aku maluu.. kalau tiap hari selalu nebeng kamu terus.
kenapa emangg... tanya Amir diantara deru motornya. Takut aja penilaian Orang.
Orang takut menilai aku manfaatkan kamu.
itu kata ibu..., Jawab Dhea apa adanya.
"Oohhh Dhea kamu terlalu luguu.!!
kamu nggak paham juga sinyal-sinyal yang ku beri. batin Amir, sambil memainka "Rem"
Motornya. "Tiba-tiba Amir mengerem mendadak
"Mogenga" spontan Dhea Teriak Amiirrr..
Dan reflek Tangan Dhea memeluk pinggang Amir. Dan Amir menambah kecepatannya.
Amir... jangan ngebut ichhh. kata Dhea ketakutan
Sambil terus mempererat pelukannya.
"Dhea tak tahu .. Itu sebagian kenakalan Amir
yang memanfaatkan suasana.
***
__ADS_1
NEXT.
Terimakasih yang masih berkenan mampir di karya saya. 🙏🙏🙏