Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 62 Kebahagian Rumah Tangga


__ADS_3

Kebahagiaan sebuah rumah tangga tidak diukur dari seberapa mewah acara pernikahannya, seberapa besar mahar yang diberikan atau diterima atau seberapa banyak tamu undangan yang hadir. Tapi diukur dari seberapa dewasa pasangan itu dalam menyikapi setiap permasalahan yang datang dalam kehidupan rumah tangganya.


"Dhea bukanlah sibocil yang seperti kak Umar bilang. Dia sekarang sudah menjadi "Nyonya Anajib."


Walaupun sang belahan jiwanya berada jauh darinya. Di kota kecil ia berada, dan Dhea masih di kota Kembang untuk menyelesaikan kuliahnya."


Anajib maupun Dhea sadar betul keputusan yang keduanya ambil bersama.


Semua itu harus dibayar dengan harga pengorbanan. Ya walaupun keduanya sudah sah berstatus suami istri, mereka harus rela hidup terpisah. Demi sehuah cita-cita.


Dan pernikahan Dhea dan Anajib adalah, "RAHASIA BESAR."


Yang mereka sembunyikan dari sang bapak bagi Anajib, dan sang ustad guru ngajinya bagi Dhea,


Yang terang-terangan menentang kisah cintanya.


Saat ini Ustad yang memiliki ciri kas tatapan tajam itu, Belum menyadari apa yang terjadi.


Antara putranya yang selama ini beliau jaga kehormatan dan kastanya.


Ternyata putranya yang ingin beliau jodohkan dengan putri kyai pemilik sebuah pondok pesantren yang terkenal di tanah Jawa.


Tak mampu menahan semua rasa yang selalu menyiksanya di setiap senjanya.


"Mentari pagi sudah menyapa."


Anajib seperti biasa sibuk dengan rutinitasnya


sebagai mahasiswa di UNY.


"Pagi ini ia mendorong motornya keluar rumah,


Dan tak lupa sebelum berangkat kuliah Anajib


salim pada bapak dan ibunya."


"Mas hati-hati di jalan.!


Pesan ibu dari teras rumahnya.


Wajah ganteng yang dihiasi kumis tipis dan jabang itu nampak tersenyum.


Dan menganggukkan kepalanya.


Lalu ia memakai helmnya.


"Assalamualaikum." Buu...

__ADS_1


Lalu motor pun melaju pelan, dan kira-kira jarak rumah sudah lumayan jauh, seperti biasa Anajib langsung tancap gas. "GENGGGGG...."


Motor itu kini melaju dengan kecepatan tinggi


menuju kampusnya.


Di kampus yang berbeda, Dhea selalu fokus mengikuti matkulnya.


Kadang badannya terasa lelah karena ia harus membagi waktunya untuk kuliah dan bekerja.


Siang menjelang ketika dosen menutup materinya.


Dan Dhea memilih untuk melangkah pulang ke kos-kosannya. Ingin Ia segera cepat istirahat sebentar sebelum ia berangkat bekerja ke Swalayan.


Dan langkahnya terhenti ketika Rey memanggil


namanya.


"Dhee....!


Tungguu..., Dhea pun menghentikan langkahnya.


"Temanin ke perpus dong.!


Tidak seperti biasa Dhea yang akan betah berlama-lama di perpus.


Kini malah menolak ajakan Rey.


ingin cepat-cepat beristirahat.


Sebelum berangkat kerja kata Dhea terus melangkah meninggalkan Reynalta.


sesampainya di kamarnya Dhea langsung merebahkan badannya untuk istirahat sebentar.


Baru saja mata itu melenyap.


Tiba-tiba "Dret.. Dret..Dret.!


Ponselnya bergetar.


Panggilan VC masuk.


"Assalamualaikum.. Dheee.."


Suara suami tercinta mampu membuatnya tersenyum.


"Walaikumsalam." Mass..

__ADS_1


Keduanya saling menatap tak ada kata-kata.


Keduanya hanyut dalam suasana..


"Mass... aku rinduuu.." Kata Dhea diantara derai air matanya.


Melihat air mata orang yang ia cintai.


Anajib bergetar hatinya, namun ia segera sembunyikan parau suaranya.


"Rindu ajaa.., atau rindu banget..??


Anajib malah mencandai istrinya yang dah baper.


"Iccchhh.., jawab Dhea sambil sibuk menghapus air matanya.


"Oke jaga kesehatan yaa.."


InsyaAllah Sabtu pagi mas berangkat ke Bandung. Janji Anajib pada istrinya.


Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dari luar.


Tok.. Tok.. Tok..


Mas..., terdengar suara ibu memanggilnya.


"Yaa bu sebentar."


Setelah memberi kiss bye pada istrinya.


Telponpun terputus.


Anajib melangkah pergi menjumpai ibunya.


Dhea masih terus memegang ponselnya.


Wajah suami sudah tak nampak dilayar .


kini Dhea hanya menatap photo ketika ijab kabulnya.


Mas..., aku selalu menanti hadirmu.


Bisik Dhea. Penuh harap dan doa.


sampai di sini dulu kk reader.


Dan terimakasih buat semua rekan author

__ADS_1


yang selalu memberi dukungannya.🙏🙏


jumpa lagi di Episode selanjutnya.


__ADS_2