
Anajib merasakan gejolak hati yang tak mampu
diajaknya berdamai.
Pemilik tawa lebar itu sepertinya tak mampu
memejamkan matanya .
Hatinya benar-benar tersiksa sepertinya Ia tak
mampu menahan rindunya.
Kini di raihnya HP nya.
Di tujunya no kontak Dhea.
"Dret... dret.. dret.."
"No yang anda tuju tidak dapat dihubungi.!
Suara operator itu begitu jelas terdengar.
Tapi penasaran di cobanya lagi.
Dan hanya pemberitahuan operator lagi yang
di dengarnya.
KECEWA ITU PASTI..
Di liriknya jam dinding yang menghias kamarnya.
Hanya terdengar irama detik jarum jam yang
Seakan menyadarkannya.
Ternyata malam sudah larut.
"Ochh.. pantes si kutu buku sudah tidur."
Hening, hanya sunyi malam dan kelip bintang
yang selalu setia menghias langit malam.
Dan malampun beranjak pergi.
Suara adzan subuh sudah memanggil.
Jiwa-jiwa yang bertakwa pada Rabbnya.
Untuk menunaikan kewajibannya.
Langkah sang ustad menuju masjid di susul
langkah putra kesayangannya.
Sesudah sholat subuh .
Anajib sibuk menyiapkan dirinya.
Pagi sekali pemilik wajah tampan itu berpamitan
pada ayah dan ibunya.
"Lho mas bukannya kuliah libur yaa..??
Tanya ibu heran melihat Najib sudah rapi.
Bapak pun ikut mengantarkannya sampai teras.
Mau ke tempat teman pak .., bu..!
__ADS_1
Pamitnya sambil salim pada keduanya.
lalu Ia memakai helmnya.
"Hati-hati yaaaa mas.!!
Pesan bapak dan ibunya.
Anajib mengangguk dari atas motornya.
Dua jam lamanya motor itu sudah di laju.
Jogja sudah terlewatkan.
Namun motor itu terus melaju...
Deru motor itu terus terdengar diantara sibuknya jalan raya.
***
Dhea mengisi "Weekendnya"
Dengan membongkar semua isi kotaknya yang
berisi semua kenangan bersama tawa lebar.
Semua surat itu ia baca lagi.
helai demi helai surat itu memenuhi atas kasurnya.
Tiba-tiba pintu itu di ketuk dari luar.
"Tok.. Tok..Tok..!
Yaa sebentar..!
Dhea bangun dan melangkah menuju pintu.
Pintupun ia buka .
KAMU...???
pemilik tawa lebar itu berdiri tegak di depan matanya.
"Dhea terus berdiri mematung ."
Detak jantungnya tak beraturan.
Ia masih nggak percaya dengan kehadiran orang
Yang ia rindu.
Melihat Dhea cuma berdiri terpaku.
Anajib menjentikkan jarinya..
"HALLO.. Dasar kutu buku..!!
Ada tamu di cuekin.
Eehhh maaf mas . kita kerumah bu Euis saja yuk.!
Kata Dhea tersenyum malu-malu.
Okee .
Lalu ke duanya melangkah menuju rumah ibu kost, Yang tak lain bu lek nya Anajib.
Bu Euis nampak senang dengan kunjungan ponakannya.
Tawa lebar terus menatap Dhea .
__ADS_1
tatapannya saja mampu meruntuhkan hatinya.
"Heyyyy..
Kamu pa kabarnya.?
Tanyanya kali ini ia mendekat ke Dhea.
I MISS U
Anajib lalu mengambil tangan Dhea .
Dhea tak mampu berkata-kata.
Namun senyum dan binar matanya mewakili,
Perasaannya yang tak mampu ia curahkan .
Bu lek mondar mandir melihat kedekatan keduanya.
Apalagi itu bocah kok pegang-pegangan tangan
Too pah..., "kata bu Euis kepada suaminya.
Anajib nggak enak selalu di awasi pak lek tatapan tajamnya jadi mengingatkan pada sosok
Bapaknya, "Banyak kesamaan karena beliau adalah adik bapaknya.
Anajib menatap Dhea.
Lalu ia menarik tangan orang yang ia rindu.
kita jalan yok Dheee.. matanya memberi isyarat.
Lalu keduanya pamit minta ijin pada suami istri yang sedari tadi selalu mengawasi keduanya.
"Bu lek.. kami keluar sebentar.!!
Pamit Najib .
Oo yooo..
Ati -Ati mas..!
pesannya.
Dan Dhea langsung duduk di boncengan.
Tangannya langsung memeluk erat pinggang
Najib.
Motorpun langsung melaju.
Keduanya hanya saling diam.
keduanya saling menata hatinya.
Pemilik wajah ganteng itu terus tersenyum.
Hati keduanya terus berbunga-bunga.
Seperti dunia ini hanya milik mereka berdua.
Dhea hanyut dalam suasana kini ia sandarkan
kepalanya di punggung orang yang ia rindukan.
💗💗💗
Sampai disini dulu kakak.
__ADS_1
Mohon maaf yaa kalau visualnya kurang suka🙏
Dan terimakasih kepada semua yang sudah berkenan mampir di karyaku..🥰🙏