
Dhea dan Bilqis memilih ke perpus dari pada
ngobrol di taman kampus untuk mengisi kelas kosong, Rey yang tadinya menolak ikut akhirnya
melangkah berjalan di belakang mereka.
Ketiganya asyik memilih refrensi buku yang akan
mereka pinjam.
Setelah mendapatkan buku yang cocok mereka
segera meminta ijin pada pustakawan.
"Tolong tunjukkan KTM nya."kata salah satu dari mereka.
"Ini kakak."
Dan ketiganya menunjukkan KTM mereka.
Oke kakak tulis dulu.!
Dan pustakawan itu menyerahkan pada Dhea dan kedua temannya.
"Terimakasih." Kak.
Dan kini ketiganya melangkah menuju masjid kampus. Karena sudah masuk waktu sholat dzuhur. Yang jadi imam perasaan Dhea kenal wajah itu.?
Itu kak Umar.
Sebenarnya kak Umar orang yang baik dan selalu
ramah pada siapa saja.
Cuma satu jeleknya. "JAIL."
Selesai sholat berjamaah ,Bilqis mengajak
Dhea ke kantin dulu. untuk makan siang.
Lalu ketiganya memesan makanan.
kalau Dhea memilih paket yang terhemat.
Sebenarnya hati Dhea nggak enak hari-harinya
menikmati tranferan uang dari pak ustad.
Melihat Dhea hanya mengaduk-aduk makannya
Bilqis menegurnya.
"Kenapa Dhe ?
"Nggak kenapa-napa." Jawab Dhea singkat.
__ADS_1
Jangan-jangan ada masalah dengan tranferan.
Suara itu cukup mengagetkan Dhea.
Wajah kak Umar tahu-tahu sudah nampak diantara ketiganya yang sedang makan.
Kalau kalian pusing dengan uang tranferan.
Kalimat kak Umar juga belum selesai, Bilqis sudah memotongnya.
"Kakak mo bagi-bagi yaaa ?
Terimakasih kakak, Suara Bilqis begitu PD.
"Yeeyy."
Siapa yang mau bagi-bagi ?
Kata Umar sambil meyruput jusnya.
Kirain kakak tanya-tanya tranferan mau bagi-bagi kata Rey , Ikut bersuara.
Umar tersenyum. Lalu ia berkata,
kalau kalian mau tambahan uang kenapa tidak mencoba mencari pekerjaan.
Dhea sepertinya tertarik, ia pun langsung bertanya. Kira-kira pekerjaan apa kak?
Umar menatap ketiganya.
Nyakin kalian mo kerja?
terkecuali Rey, Dia mengelengkan kepalanya.
Rey kok di tanya mo kerja tidak?
Orang tugas Matkul saja ia selalu telat.
Tapi menganggu belajar kalian nggak?
Tanya Umar, seperti meragukan kemampuan Dhea dan Bilqis.
InsyaAllah nggak kak, yang penting jam kerjanya
di luar jam kampus. jawab Dhea.
Oke nanti kakak hubungi lagi kalau sudab pasti.
Lalu Umar meninggalkan ketiganya.
Dan Dhea beserta kedua temannya melangkah
menaiki anak tangga menuju kelas mereka.
Dhea sudah gagal fokus mengikuti matkulnya.
__ADS_1
Ia membayangkan pulang ngampus langsung kerja. untuk kerjakan tugas kampus mungkin bisa pulang kerja.Batin Dhea sudah berkecambuk memikirkan langkah yang ia putuskan.
***
Deru motor itu menambah bisingnya suasana
Jalan raya yogya menuju kota kecil tempatnya tinggal.
Hanya butuh waktu dua jam diperjalanan.
Kini motor itu sudah menepi di depan rumahnya.
Anajib turun dari motor.
Lalu segera membuka helmnya.
"Assalamualaikum." Setelah mengucap salam.
Anajib membawa langkahnya memasuki kamarnya.
Tak terasa waktu terus berputar dan waktu begitu cepat berlalu
Hampir dua tahun masa kuliah ku lewati.
kini Anajib mulai mengatur strategi bagaimana
caranya agar Ia dan Dhea bisa bersama.
"Hemm."
Andaikan waktu bisa ku ulang kembali, aku akan
selalu menyayanginya.
Tak akan ku biarkan dirinya tersiksa bersama senja. Kini ketika kau jauh dari ku semakin ku sadari ternyata kamu sangatlah berarti.
Kini Anajib meraih HP nya.
Lalu ia menghubungi no kontak Dhea.
"Drett... Drett.."
Kini VC itu tersambung.
"Assalamualaikum.." terdengar suara di sebrang
sana menyapa. Dan Najib langsung senyum
menatap orang yang di rindu menyapa di layar HP nya. Belum sempat keduanya saling cerita.
Tok Tok Tok.
Pintu kamar Anajib di ketuk dari luar.
Dan VC pun akhirnya tertunda.
__ADS_1
oke kakak reader sampai di sini dulu.
Terimakasih untuk rekan Author yang sudah berbaik hati memberi dukungannya.🙏