
RINDU KU TANPA DI BERI TAHU.
Jujur saja Suasana senja itu, Begitu sangat bermakna. "Mungkin kalau di Kota Besar seperti
"JAKARTA" Tidak ada bedanya mau pagi,
maupun siang.Sekalipun malam.
Mungkin hanya ada kemacetan. Dan mungkin kerasnya Kehidupan.
"Berbeda lagi kalau Di kota kecil ku.
Senja itu begitu selalu ku "RINDU."
Panorama yang penuh dengan warna ,"merah merona " selalu Memukau siapa saja yang memandangnya. Dan suasana masjid yang
Kental dengan pembelajarannya.
Di sertai tatapan Tajam.
"PADASAN ."
Yang selalu penuh dengan cerita,
Tawa dan canda, Semua sulit untuk dilupa.
"Achhhh... semua Penuh makna."
Tawa lebar.. yang selalu jail padanya.
Cipratan air wudhu serasa terasa ada dia..
Anajib.., kadang aku tak mampu menahan rinduku. Tak jarang air mata ini selalu berderai
membasahi pipiku...
Hanya karna rasa rindu itu.., benar-benar menyiksaku. " Bila semua rasa ini datang dan menyiksaku.., "Aku kan Tumpahkan melalui coretan pena. Dan kan ku ceritakan pada senja.
"SENJA INI.. KALA AKU TERUNDUNG SEPII.."
Materi kajian pak ustad tak mampu aku pahami
Ketika waktu sholat isya tiba,
Semua berjalan seperti kamu ada di sini..
"Aku bawa langkahku.. menuju ,"PADASAN"
Tempat kita mengambil air Wudhu.
Tak ada yang Istemewa.
Karena kamu tak ada.
"Aku merasakan ada ruang hati yang sunyi,
SEPI...., Aku benar-benar kehilanganmu.
Aku tahuuu...
Kamu berada di pengasinganmu.
__ADS_1
Tapi mata ku tak pernah berhenti mencarimu.
"Benar- benar Hatiku merindukan mu..
"Dinginnya air wudhu masih terasa dingin sama,
Ketika kamu ada di sini. Dan mencipratkan
air wudhu itu di mukaku.
"Mungkin padasan ini pun sama rindunya dengan ku.."
"Yaaa orang yang suka bermain air wudhu kan
hanya kamu.." semua itu karena kejailanmu.
Nampak dari kejauhan Salman melangkah,
Menuju padasan .
Aku berharap semoga ada kamu di samping Salman. "Tapi Salman hanya seorang diri."
Tak nampak bayang mu bersamanya.
"Yaa Senja ini harap ku hanya sia-sia."
Ketika aku melangkah untuk berlalu.
Aku masih berharap ada seseorang memanggil
namaku, "Dan akan menahan langkah ku."
Tapiii..., Sampai langkah ini masuk kembali ke
Tak ada tangan yang berusa nenahan.
Sholat Isya telah berlalu .
Siti dan Aminah terlihat senang.
Kedua sahabat ku itu melipat mukenahnya.
dan keduanya berebut duluan keluar dari masjid.
"Hadeuhhh kenapa yaaa.
kita harus takut sendal kita di umpetin?
"Kan si jail itu sudah di asingkan..!
Heeheee.. "saking jailnya dia..?
"Setiap kami mo pulang khawatir sendal kami.
Akan disembunyikan."
"Hadeuuhhhh..."
Lalu Anajib akan tertawa penuh kemenangan. bersama Salman dan temannya yang lain.
"Kalau Dia tak ada..?
__ADS_1
Semua baik-baik saja lho.
Sendal kami masih terlihat berbaris rapi di sana.
"Siti akan mulai bercerita.. diantara setiap langkah kaki mereka. Dan cerita itu akan terpotong ketika sampai di persimpangan jalan.
Yang memisahkan Dhea dengan kedua temannya.
Dhea mengetuk pintu rumahnya.
"Assalamualaikum."
Walaikumsalam... terdengar suara ibu menjawab salamnya.
"Dhea mo melangkah ke kamarnya, ketika
Ibu memanggilnya untuk makan malamnya.
"Ibu saja dulu.. aku masih kenyang bu.!
Lalu Dhea berlalu ke kamarnya.
pintu kamar di tutupnya dan di kuncinya rapat-rapat.
"Dhea keluarkan sebuah kotak , "Heeehee"
Sepertinya Dhea merindukan si Tawa lebar.
Yaaa.. kotak itu tempat Dhea menyembunyikan
Semua surat-surat yan Anajjb tuliskan.
"Semua surat itu akan Dhea baca satu persatu."
Dan Dhea akan mengulangnya lagi dan lagi.
Sampai Ia akan tertidur di antara suratnya.
***
Suasana malam di kobong kadang kala mengusikku akan rasa Rinduku padamu Dhee.
"Rindu.. tanpa di beri tahu,
Juga tetap merindukan.!
Cinta Tanpa di katakan ... juga tetap cintakan?
Terus apa masalahnya kalau aku memilih
Diam dan menyimpan..!
Anajib menutup matanya agar sepertiga malamnya tidak tertinggal.
"Anajib sangat Salah.. bila berpendapat.
Rindu dan Cintanya tak perlu dikatakan..
"Karena itu yang selama ini Dhea Harapkan..
***
__ADS_1
"Tunggu episode berikutnya..😇
Dan terimakasih bagi yangsudah berkenan mampir.🙏🙏