
Sebuah rahasia besar akhirnya terkuak.
Kisah cinta yang bertahun-tahun ditutupi
kini terungkap juga.Tinggal menunggu putusan hubungan Anajib dan Dhea akan kandas atau lanjut seterusnya.
Tubuh Dhea masih terasa lemah.
Ketika bunyi ponselnya cukup mengagetkannya.
Kini ponsel itu sudah berada dalam gengamannya.
"Assalamualaikum."
Salam Dhea menyapa.
"Walaikumsalam."
Suara dari sebrang sana menhawab salamnya.
"Dhee,pa kabar?"
Tanya mba Lily menanyakan kabar.
"Alhamdulillah,Dhea sudah mendingan."
Jawabnya.
"Dhee,kamu besok sudah bisa masuk kerjakan?"
Tanya mbak Lily pada Dhea.
"InsyaAllah yaa mbak."
Jawab Dhea .
Dan percakapanpun akhirnya diakhiri.
kini rasa mual itu sudah mulai berkurang.
Setelah Dhea minum obat penghilang mual dan vitamin dari dokter,sepertinya Dhea juga merasakan badannya mulai bertenaga.
Dhea dah putuskan besok akan masuk kerja.
Tiba-tiba suara Syifa terdengar berteriak memanggil nama abinya.
"Abii..., abiiii aku mo beli itu yang temen aku beli
sama papanya!"
Suara Syifa mulai terdengar mulai rewel.
Sepertinya teman mainnya memiliki mainan baru.
"Oke besok abi akan beli,tapi sekarang sudah malam."
Terdengar suara Anajib menenangkan buah hatinya.
"Jangan biasakan di manja!"
Kata sang ibu,mengigatkan Anajib.
Dan sang bapak selalu menatap tajam setiap gerak gerik Anajib maupun Dhea.
Keduanya terbui oleh tatapan tajamnya.
Sang bapak.
Kini Anajib membawa Syifa ke kamarnya Dhea.
__ADS_1
Tapi sekarang dia tidak harus pakai mencuri-curi kalau mo masuk kamar Dhea.
Ketika Anajib masuk kamar.
Deheman itu seperti di tujukan padanya.
EEHEMMMM..
EEHEEMMMM..
Mendengar deheman sang bapak tak serta merta
menghentikan langkahnya.kini Anajib malah masuk menerobos masuk ke dalam kamar Dhea.
Dhea membiarkan suaminya menidurkan Syifa.
Di sampingnya,kini Syifa tak mau dibacakan cerita
penghantar tidurnya oleh umi.
Semua dengan abi,sepertinya Syifa tau uminya sedang mengandung adiknya,dan syifa suka takut
kalau melihat uminya muntah-muntah.
Di luar kamar pak ustadz udah mondar-mandir.
Sang ibu hanya selalu diam.
Dan akhirnya Syifa tidur juga.
Anajib pun langsung keluar dan menjumpai bapak dan ibunya yang sudah menantinya.
Anajib lalu duduk di hadapan beliau.
Wajah itu nampak mulai terlihat semakin wibawa
"Sekarang jawab dengan jujur!"
Titah beliau.
"Benar kamu abi dari anak yang dikandung Dhea?"
Tanya beliau masih ragu,dan minta penjelasan.
Anajib nampak diam,lalu ia menghela nafas.
Dan kini Anajib mengangguk.
Sang ustadz nampak menatap wajah anak kebanggaannya. Lalu beliau bertanya lagi.
"Coba katakan dari awal semua yang sudah menjadi rahasia kalian!"
Kata pak ustadz nampak mulai sedikit tenang..
Pak ustadz kini terdiam lagi.
Lalu beliau melanjutkan pertanyaannya.
"Tapi kamu tidak melakukan perbuatan dosakan mas?"
Beliau masih menyelidik.
"Alhamdulillah,Najib. tidak berbuat dosa."
Jawabnya mantap.
Dan malam pun menjadi saksi,atas kejujuran hati Anajib setelah selesai mempertangggung jawabkan. Anajib.
Setelah merasa cukup .
__ADS_1
Anajib pun pergi ke kamarnya.
untuk sementara waktu biarlah Anajib
tidur terpisah.
Di kamar berbeda seorang pemilik wajah tampan itu,nampak gelisah menahan rasa rindunya.
"Sakit apa kamu Dheee..?"
Kini tatap mata pak bos memandang keluar.
Nampak bintang yang begitu indah menghias
langit malam.
Sesekali ia menghela nafas dan menghembuskan
kembali,ia berharap esok hari bisa menatap kembali wajah wanita yang ia rindukan dan cintai.
Dan akhirnya subuh menjelang.
Suasana di rumah pak ustadz mulai ada aktivitas.
Dhea berusaha untuk bangun lebih awal karena hari ini ia akan kembali kerja.
Badannya sudah mulai ada kekuatan.
Sebelum Sholat Dhea akan mengiling baju-baju yang kotor di mesin cuci.
Setidaknya perasaan hatinya sudah sedikit lega.
seluruh rahasia kehidupan rumah tangganya
sudah di ketahui oleh bapak dan ibu ustadz.
Kini sepulang sholat jamaah Anajib pun mulai terlihat membantu pekerjaan Dhea.
Dan sesekali pandangan matanya beradu.
Anajib tanpa malu-malu akan jail menggoda
Dhea yang masih saja merasa malu.
Dan kadang masih risih dengan tatapan yang selalu membuinya.
Sang ustadz selalu mengawasi dari kejauhan.
"Jangan biarkan mereka selalu bersama
terus bu!"
Kata beliau pada istrinya.
"Baik pak."
Jawab sang istri.
Biarlah cinta keduanya rasakan.
Terus bertumbuh indah..
Tak peduli terbui dalam pengawasan.
🌺🌺 Sampai sini dulu kakak🌺🌺
Terimakasih atas dukungannya.
Dan mohon maaf bila masih banyak salah dalam penulisannya🙏🙏🙏
__ADS_1