
Antara Kau , Aku Dan Dia.
"Dhea melangkahkan kakinya duluan menuju kelasnya. Nampak Amir memarkirkan motornya.
"Cieee.... Beda dahh yang tiap hari antar jemput.
Andi meledek Dhea.
Duchhhh.. semakin hari semakin lengket saja.
Heheee. Terdengar tawa Andi.
Memangnya aku lem.?
Kata Dhea manyun..
"Haahaaa.. , Andi semakin tertawa.
(Andi teman sebangku Amir).
"Serasi Dhee.. kamu sama Amir.
"Kamu cenderung diam dan nggak enakan."
Amir selalu ada untuk menolongmu..!
"SETUJUUUUUU.... Amir yang baru masuk langsung nimbrung...
Hadeuhhh...
Dhea terlalu luguuu...
Tiap hari ku beri sinyal-sinyal tetapi tidak paham-paham. Batin Amir
Kini Amir hanya tersenyum melihat Dhea yang
Melototkan matanya ke arah Andi.
Canda tawa mereka seketika berhenti dengan
Kehadiran bu Ani guru bahasa Indonesia.
"Bu guru Ani dengan pandainya mengkondisikan
Kami, begitu jelas beliau menyampaika materinya.
"Bel pulang berbunyi."
kelas yang tadinya sunyi, langsung ramai riuh oleh candaan .
"Sebelum pulang Dhea mampir ke kantin.
Dan ke toko depan sekolah.
Seperti biasa setiap harinya. "paginya menyimpan kuenya, pulang sekolah ambil
Uang hasil penjualannya.
Amir Selalu setia menemaninya, dan dengan siaga membantu membawakan kotak-kotak kuenya.
Dhea menyusun kotak-kotak itu supaya mudah di bawanya, Amir berniat membantu merapikan
Kotaknya berharap biar cepat selesai.
Biar segera cepat pulang.
"Tapiiii....."
Amir tanpa sengaja memegang tangan Dhea.
Amir merasakan getar-getar aneh di hatinya.
Dhea dengan polosnya, malah meminta maaf.
Maaf yaa... Amir, lalu dia segera menarik tangannya.
__ADS_1
"Hadeuhhhh... sejak kapan aku merasakan
Perasaan yang Aneh ini..?
Amir terus memacu motornya, tak sadar di depan ada jalan yang berlubang.
Amir tak ayal mengerem mendadak motornya..
"CIIIITTTTTT......"
Hampir Dhea terpelanting ke samping.
Spontan Dhea memeluk erat pingang Amir
"Upsss Sorry... Dhe, tidak nampak sejak kapan ada lobang besar di jalan ini.?
"Amir menahan nafasnya merasakan pelukan Dhea.
Akhirnya Amir membiarkan pinggang itu dalam peluknya. " Aseekkkkk.."
"Amir jangan ngebutttt.., Dhea semakin mempererat pelukannya. "Amir tersenyum.
Sengajaaaaa... Dhee, biar kamu tak melepas
pelukanmu.., "MODUS",)
Mendekati Kawasan masjid, Amir melambatkan
lacu motornya. " Spontan Dhea tersadar , langsung tangannya melepaskan pelukannya.
"Terimakasih Amir.
Maaf yaa aku merepotkan mu terus.
"Besok nggak usah nyamper Mir..!!
Aku biasa juga naik angkot.!!
kalau pas pulangnya tidak ada Angkot aku baru nebeng .
Heehee. Siap jawab Amir.
Lalu melajukan motornya meneruskan perjalannya
menuju rumahnya yang berbeda desa dengan Dhea.
***
SENJA MULAI MENYAPA
Aktivitas kala senja tak ada bedanya..
Kala kita masih duduk di Sekolah Dasar, naik SMP, sampai sekarang usia kita menjadi anak SMA. Senja kita masihlah sama.
"Aku bersama Siti, Aminah, Salman dan yang lainnya . Masih selalu ngaji bersama, dan
tatapan tajam itu juga masih selalu mengabsen kita.
"Anajib...,"
Aku disini pun masih sama. aku selalu merindukan mu , di padasan ini setiap senjaku.
Berharap kamu mencipratkan air wudhu ke mukaku...
"Tawa Lebar..
Betapa aku merindukan mu.
Dhea paling benci dengan air mata ini.
Kenapa air mataku sulit kubendung lagi.
"Huuuhuu..."
Sebisa mungkin Dhea sembunyikan Tangisnya.
__ADS_1
Padasanlah tempat teraman untuk menghapus air matanya.
Kala rinduku tak tahu harus ku titipkan.
Sebab tak semua rindu tertunaikan.
Oleh pertemuan ..
Itulah alasan mengapa do'a di ciptakan.
"Kamu wudhuuuuu.... atau berendam..?
Suara itu .
Dhea menghentikan menghapus air matanya dengan air padasan itu.
"KAMUUUUUUU...,???
Spontan Dhea . Terkesima memandang Anajib
orang yang ia rindukan.
"Kenapa Kamuuu??
Tanyanya sambil "Cengegesan."
Ingin sekali Dhea berteriak .
Aku rindu kamu !
"Tapi Dhea hanya mampu terpaku, tidak nyangka orang yang dia rindukan berdiri di hadapannya sambil memamerkan barisan gigi putihnya.!
"Dhe.. apa kabarnya..,?
Kamu selalu menanyakan kabar ku.
"Heeheee..
Aku sangat merindukan mu.
uhhh... rindu?
Rindu kepada seorang sahabat ?
Dhea malah terdiam Dia sibuk berdiskusi dengan hatinya.
"Byurrrr... air itu membasahi hijabnya..,
Bukan hanya mukanya..
"Ichhhhh basah tahuu...!
Dhea pun menampung air padasan dengan ke dua tangannya.
"Dannn.... nichhhh. rasain pembalasanku.!
Kali ini Dhea tidak mau mengalah.
Ke duanya basah kuyup.
Dan terus tertawa, dan suara aamiin makmum.
Menyadarkan mereka.
Keduanya masih terus bercanda.
"Lihat kelakuan mereka.. malah berebut untuk dulu duluan melangkah memasuki Pintu Masjidnya.
***
Next.
Terimakasih yang sudah berkenan mampir.
😇😇😇
__ADS_1