
kalau berbicara masalah perasaan itu sulit untuk diungkapkan oleh kata-kata.
Raga diam dirumah tapi rindu terbang tak tentu
arah. "Tidak akan berhenti terbang sampai keinginannya terkabulkan, Hanya yakni dengan
Pertemuan.
"Kerinduan yang selama ini terpendam,".
Benar-benar membuat Anajib dan Dhea
Ingin sekali selalu bersama .
Tapi itu hal yang tak mungkin mereka lakukan.
"Senjalah waktu yang selalu keduanya rindukan".
Aku berharap mampu memundurkan waktu
Sehingga aku bisa bertemu denganmu.
lebih awal dan meluangkan waktu lebih banyak
Bersamamu.
Setiap paginya Dhea membawa kue buatan ibu,
Untuk dititip di toko yang Ia lewati.
Setelah itu Ia baru masuk ke kelas.
Hari-harinya seperti itu.
"Semua Dhea lakukan dengan kemauan sendiri."
Bukan ke mauan ibunya.
"Alhamdulillah."
Kue buatan ibu banyak peminatnya .
Jadi tiap hari Dhea selalu membawa hasil jualan.
Semua hasil penjualan kue untuk ongkos hari-harinya.
Dan ada sisanya ia tabungkan.
Dhea pun ingin sekali melanjutkan sekolahnya.
"Sedikit demi sedikit ia bersabar menyisihkan
uang jualan kue beserta uang jajannya".
Dhea sadar betul keadaan ekonomi keluarganya.
Ia tidak pernah menuntut, punya barang-barang
Yang teman-temannya miliki. Dalam belajarpun
Ia selalu semangat, targetnya ia masuk Universitas Negeri.
"Yaa satu tahun lagi Ia akan lulus."
Baju putih abu-abu akan berganti dengan almamater.
Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi.
Amir teman sekelasnya menawarkan tumpangan
Tapi Dhea selalu menolaknya.
"Ayooo dhee.. !!
__ADS_1
Jadi kamu bisa ngirit uang Ongkosmu!!
"Terimakasih Amir..."
Dhea memilih naik kendaraan umum.
"Oke Dhe.. bila kamu membutuh kan bantuanku,
Aku siap membantumu...
Kata Amir tulus.
***
Amir orang yang sangat baik, tapi Dhea tidak
mau merepotkannya.
Lagian Dhea tak mau balas budi. padanya.
Sebelum pulang Dhea mampir ke toko ,
untuk mengambil sisa kuenya.
Alhamdulillah mbak dhea kuenya habis.
Ohhh... Alhamdulillah yaa bu.
Terimakasih bu.
Ketika Dhea mo pulang, ternyata angkotan Umumnya lama belum juga lewat.
"Amir menghampirinya kenapa Dhe..??
Angkotnya lama !
Jawab Dhea.
Tadinya agak ragu tapi akhirnya Dhea naik juga.
Ketika motor gede itu lewat depan masjid ,
Ada sepasang mata mengawasinya.
Oke Amir terimakasih yaa.!
"Oke Siap"
***
Ketika Senja mulai menyapa.
Dhea kembali ke rutinitasnya.
Pergi mengaji ke masjid bersama kedua sohibnya. ketika langkah kakinya masuk gerbang masjid .
Pemilik wajah ganteng itu menghadang di pintu.
"Haii...siapa yang nganterin tadi pulang sekolah?
"Oo Itu... Amir, kenapa? kata Dhea tak paham kecemburuan Anajib.
Kamu tiap hari dianterin dia??
Tanya Anajib menyelidik.
"Nggak... lah.. , Ngacooo.!
Jawab Dhea begitu polosnya.
Kalau iyaa juga nggak papa..! Kata Anajib.
Tapi ada kilat marah di matanya.
__ADS_1
"Ichhhh... apaan sich.'
Dhea berlalu meninggalkan Anajib.
Tapi tangan pemuda itu menahannya.
Siapa dia ?
Suara Anajib mulai marah dan terus menyelidik .
Amir..!
Ichhhh... kenapa? Jawab Dhea tanpa dosa.
Aku tau namanya Amir, "Kenapa dia selalu nganterin kamuu..?
Itu yang ku tanyakan!
Jawab Anajib bernada kurang suka.
Okee... Tadi nunggu angkutan umumnya lama.
Kebetulan dia belum pulang .. jadi sekalian.
Dhea dengan jujur bicara apa adanya.
"Tapi Anajib masih tidak percaya."
Tangan itu memegang dengan eratnya.
"Icchhh.. lepasin nggak...??
Dhea menarik tangannya.
Ayooo mo kemanaaaa...,
Anajib mendekat ke Dhea.
Tangan itu memegang tangan Dhea.
Dhea terus melangkah ke padasan .
tangannya masih berada di gengaman Anajib.
Salman mengikuti dari belakang.
"Akuuu ikuttttt...., jangan berduaan.
Nanti ketiganya."SETAN"!!
Kata Salman beneran ngikuti keduanya sambil
Tertawa. "Heeeheee."
"WAHHHH"
Parahhh Salman .!
Anajib melepas tangan Dhea.
lalu ketiganya tertawa.
"Awasss yaa kalau besok masih dianterin!
Ancam Anajib pada Dhea, Sambil mencipratkan
Air ke Dhea..
***
Okee.. sampai jumpa lagi di Episode selanjutnya.
Dan terimakasih bagi yang sudah mampir dikaryaku..🙏🙏
__ADS_1