
🌺Skenario Tuhan tidak pernah salah. karena Dia adalah sutradara kehidupan yang sempurna. 🌺
Allah pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu,Dia hanya berkata kepadanya,"Jadilah"maka jadilah sesuatu itu
(QS.Al-Baqarah:117)
Seperti awal kehidupan baru lagi,ketika rumah yang bernuansa joglo yang selalu diwarnai gelak tawa Syifa dan sang abi selama dua pekan sudah berakhir. Kini Dhea kembali menjadi orang tua tunggal bagi Syifa selama abi menuntut ilmu.
Yang berada jauh di Kairo.
Pagi ini Dhea hendak berangkat kerja. Seperti biasa setelah membantu bu ustadz merapikan rumah. Dan yang terpenting ia akan memandikan Syifa dan menyuapinya,awalnya Syifa rewel ingin makannya sama abi. Susah payah Dhea membujuk Syifa dan memahamkan padanya,"nanti kalau ada abi,sekarangkan ada umi jadi Syifa sama umi ya sayang!" Bujuk Dhea pada anaknya.
Akhirnya Syifa mengangguk dan nurut pada uminya.
Sang ustadz dan istri hanya selalu mendengar
apa yang Dhea ucapkan.
Kini beliau berbisik pada istrinya.
"Coba bu kalau ada waktu desak Dhea, tanya kabar mas bojonya itu di mana tinggalnya,biar bapak yang akan menyelesaikan,rumah tangganya Dhea biar jelas statusnya!"
"Baik pak,nanti ibu coba berbicara lagi dengan Dhea."
Kata sang istri sambil memandang ke arah Dhea yang dengan telaten mengurus Syifa.
Kini beliau berdiri dari duduknya,dan melangkah untuk bersiap untuk ngantor.
"Oke Syifa sayang,umi akan berangkat kerja dulu ya. Syifa jangan nakal bermain di rumah bersama eyang!"
Pesan Dhea pada anaknya.
"Umi kenapa abi pergi..?"
Syifa malah menanyakan abinya.
Dhea bukanya tidak bisa menjawab,ia memilih diam karena ada istri ustadz diantara mereka.
Yang selalu menyimak setiap ucapan Dhea dan anaknya.
"Maafkan umi dan abi nak."
Bisik Dhea dalam hatinya.
Melihat Dhea hanya diam,bu ustadz mendekat dan
menuntun Syifa.
"Ayo salim pada umi sayang!"
Kata bu ustadz menuntun Syifa untuk salim pada uminya.
Dhea pun salim pada bu ustadz.
Dan setelah mengecup pucuk kepala Syifa.
Ia memakai helmnya,dan membungkukkan badannya.
"Berangkat dulu bu,assalamualaikum."
Salam Dhea.
"Walaikumsalam."
Jawab beliau sambil menuntun Syifa untuk mengajaknya masuk ke rumah.
Mentari pagi menyinari bumi dan masih setia selalu menemani Dhea dalam hari-harinya.
__ADS_1
Di jalan raya menuju jogja tempat kerjanya.
Setelah beberapa saat melaju bersama scoopynya.
Akhirnya scoopy itu memasuki kawasan perusahaan dimana Dhea bekerja. Setelah memarkirkan scoopynya,Dhea melangkah menuju ruangan.
Tiba-tiba mba Lily dan mba April nampak berjalan buru-buru,Dhea yang baru datang tersenyum dan menyapa keduanya.
"Assalamualaikum,"mbak...
"Walaikumsalam,Dhe..
Jawab mereka kompak.
"Dhee buruan hari ini akan ada bos."
Bisik keduanya.
Mendengar bos akan datang Dhea pun mempercepat langkahnya menuju mejanya.
Lalu Dhea langsung duduk dan segera menyiapkan semua file untuk mempertangung jawabkan
tugasnya selama ini sebagai 'market research analyst' tumben-tumbenya pak bos datang langsung ke perusahaan?"
Bisik hati Dhea penuh tanda tanya.
"Dhee di panggil bos!"
Kata mbak Lily sambil mendekat ke meja Dhea.
"Siap." Jawab Dhea langsung bergegas menuju sebuah ruang bos.
Sebelumnya Dhea mengetuk pintu.
"Masuk!"
"Permisi pak." Sapa Dhea.
"Duduklah !"Suara itu memerintah Dhea untuk duduk,tanpa sedikitpun mengangkat kepalanya
yang selalu menunduk menatap fokus pada layar ponselnya.
"Terobosan apa yang akan kamu lakukan demi kemajuan perusahaan ini?"
Tanya pak bos yang terus menatap ponsel beliau.
Hati Dhea sedikit tegang,melihat sikap pak bos yang cuek bebek seakan tak peduli dengan kehadiran Dhea.
Namun beliau butuh informasi yang berkaitan dengan kemajuan perusahaannya.
"Bismilah,"bisik Dhea mengumpulkan kemampuan dan keberaniaannya,untuk menyampaikan rancangan yang sudah ia susun.
Setelah selesai menyampaikan laporannya.
Bos itu tetap fokus dengan layar ponselnya.
Namun beliau tetap menyimak apa yang Dhea sampaikan ternyata beliau paham walaupun tanpa sedikit pun menatap atau cuma sekedar melirik le arah Dhea.
"Oke,kalau menurut ibu dengan kuisioner,polling atau pun survey untuk mengukur efektivitas produk perusahaan di pasaaran saya setuju,dan lanjutkan !"
Kata beliau dan meminta Dhea untuk kembali ke tempat.
Lalu Dhea pun buru-buru melangkah keluar dari ruangan bos.
"Alhamdulillah."
Bisik hatinya,Dhea masa bodo dengan sikap pak bos yang wajahnya saja Dhea tidak bisa melihatnya karena beliau selalu menatap ponselnya.
__ADS_1
"Gemana Dhee..?"
Bisik mbak lily ingin tahu,"Pak bos tampan dan mempesonakan?"
Mbak Lily terus berbisik.
"Nggak..."
Belum juga Dhea menyelesaikan kalimatnya.
Mbak Lily sudah nyamber.
"Waduhhh... pak bos begitu tampannya,kamu bilang nggak tampan??"
Kata mbak Lily sambil tertawa.
Dhea masih masa bodo dengan pak bos.
Hatinya bernafas lega karena ia bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.
"Setampan apa sihhh pak bos,mbak Lily yang terkenal pilih-pilih sampai tidak berhenti memujinya?"
Dhea bertanya dalam hatinya.
"Astagfirullah..,mikir apa kamu Dhee?"
Hatinya kini mentertawakannya.
Anajib seorang yang terganteng di hati Dhea tak ada yang lain.
Dan akhirnya jam pulang pun tiba.
Dhea berjalan menuju parkiran untuk mengambil
motornya.
****
Di tempat yang berbeda dan nun jauh di Kairo.
Anajib selalu terkenang akan bidadari kecilnya.
Kini ia sudah merasa rindu dengan buah hatinya.
Anajib mengeluarkan ponselnya.
Lalu ia segera menghubungi kontak sang istri.
Namun sayang panggilannya tak ada jawaban.
Hanya sapaan operator yang ia dengar.
"Kamu kemana umi?"
Kebiasaan ,kata Anajib sedikit kecewa.
"Sayang.. walaupun kita terpisah oleh jarak dan waktu,namun kita akan selalu terhubung oleh rasa
rindu,dan cinta kita."
Anajib nampak berkata-kata untuk menghibur hatinya.
***
🌺 Sampai disini dulu kakak..🌺
Terimakasih atas dukungannya🙏🙏
__ADS_1