
Semua sudah duduk dengan tertib
Tak ada yang berani bercakap-cakap, apalagi
Becanda terutama Dhea, ia merasa memiliki salah.
"pemilik tatapan tajam itu menyaksikan
Anajib berpegangan tangan dengannya."
Dan lebih parah muka Anajib terlalu dekat dengannya.
"Hadeuhhh.."
Alamat di bahasss dan di beri Wejangan.
Panjang kali lebar pokok bahasannya.
Dhea mencari tawa lebar .
Tapi... Tatapannyanya bertemu dengan tatapan tajam bapaknya.
"Ucchhhhh" Tatapan tajam itu menatap Dhea.
"Jlebbbb..!! Tatapan itu bagaikan pisau yang menusuk jantungnya. Duuhhhhhh dalem banget.
"Kalau usia sudah balig ada adab bergaul."
Bagai mana cara kalian bertemu dengan lawan jenis, dilarang kalian berduaan..
Karena yang ketiganya.
Adalah "SETANNN"
Jawab mereka bersamaam.
Ada di sini yang suka mojok berduaan??
Pertanyaan itu jelas-jelas di tujukan pada sepasang remaja yang tadi terciduk.
Maksudnya siapaa???
Siapa lagi. kalau bukan Dhea dan Anajib.
Akhirnya waktu sholat Isya tiba.
Dhea menghela nafas panjang dan selanjutnya
Dihembuskan, upssss.. tatapan itu semakin tajam memperhatikan dirinya.
Dan akhirnya kajianpun ditutup.
Akhirnya bebas juga dari pengawasannya.
Tawa lebar melangkah menuju padasan untuk berwudhu Dhea pura-pura tak melihat isyarat
Yang ia beri, Hatinya ia tahan Dhea memilih duduk menunggu Dia berlalu dulu.
Biarlah aku akan berwudhu ketika si jail berlalu.
Siti dan Aminah menarik tangannya.
Ia pun melangkah mengikuti temannya.
Ketika aku mo berwudhu, Siti menarikku..
__ADS_1
"Dheee biasanya kamu tuch jatahnya terakhir.!
Aminah dan Siti pun berlalu.
Mereka meninggalkan Dhea sendiri .
"Uuuuuhhhhh.."
Punya teman tak berahklak.!
Gerutu Dhea kesell.
Mereka malah cekikikan dan terus melangkah
Pergi.
Dinginnya air wudhu membasahi mukanya.
"uuch..., akhirnya selamat juga aku dari kejailannya. kakinya melangkah meninggalkan
padasan itu. Tapi ternyata Dhea salah menduga.
Tangan itu menariknya dan menahan langkahnya.
"Iiichhhh... Kamuuu..!
Teriak Dhea ditahan dengan tangannya.
Dan mata itu terus menatapnya.
"Duuuhhhh"
Aku saat ini tak berani membalas tatapannya.
Hati Dhea gemetar, ini orang maunya apa??
"HAIII KAMU..."
Aku tak mampu menahan rasa rinduku.
lamanya waktu kadang menyiksa ku.
Terdengar suara itu begitu pelan mirip dengan
Berbisik, Tapi suara itu masih jelas terdengar.
ketika wajah itu mulai mendekat...
Salman melangkah mendekat ke arah padasan.
"Aku tidak melihattt... kata Salman pura-pura menutup matanya dengan jarinya.
"JANGAN BERDUAAN." Karena.. ke tiganya setan.
Lanjut salman.
Haaahaaaa... Berartii.
Setannya kamu dong..!!
Jawab Anajib sambil melepas tangan Dhea.
"Ichhhhh sebellll...!!
kata Dhea melangkah untuk mengulang wudhunya.
__ADS_1
Hadeuhhhh.. tawa itu malah menghias wajahnya.
Dhea buru-buru menjauh dari si jail.
Tapi lihat .. langkahnya semakin mendekat ke Dhea.
"Haii tungguu... katanya berharap Dhea menghentikan langkahnya.
"BODOOOO..."
Kata Dhea tetap melangkah.
tapi langkah sijail selalu berhasil mengejarnya.
"Awasss... yaaa klo berani pegang acam Dhea
Melotot.
"Haaaahaa siapa yang mo pegang kamu.?
Jangan tinggalin akuuu takut.
Candanya sambil terus becanda.
Dhea hanya senyum mendengar candaanya.
Duuhhhh...
Bedaaa kalau orang sedang menahan rinduuu..
"HuuHiiiiyyy...!!
Kata Salman geleng kepala.
Haaahaaaa.... Anajib tertawa sambil meninju pelan tangan Salman.
Dan keduanya berjalan beriringan masjid.
ketika Anajib menoleh ke Dhea .. tawa itu masih
menghias wajahnya..
"Uuuhhhhhh tawa ituu.. yang selalu ku rindu."
Astagfirullahh....
Dhea bergegas masuk dalam shafnya.
Tengelam dia dalam sholatnya.
Dalam sujudnya dia bersyukur atas pertemuan Yang telah Allah beri.
Butuh waktu lamaa.. dan butuh kesabaran.
untuk menanti moment ini.
Biarlah rasa ini selalu ku simpan bersama senja.
Dan ku pasrahkan bersama doa.
***
Oke sampai jumpa di Episode selanjutnya.
Dan terimakasih bagi yang sudah mampir di
__ADS_1
karyaku..😇😇
.