Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 63 Tulusku Mencintaimu


__ADS_3

Bunyi pergerakan jarum jam terdengar berirama


seakan memberi warna dalam penantian seorang


yang terlalu lama tersiksa karena rindunya.


Dhea selalu merindu pada belahan jiwanya.


Yang berada di kota kecil tanah kelahirannya. belahan jiwanya kini berada.


Jarak yang terbentang begitu jauh memisahkan keduanya.


KADANG CEMAS ITU ADA.


Namun ketika Dhea menyadari tulusnya cinta Anajib pada dirinya.


Anajib tidak melihat nashab (keturunan) yang ada


pada darah dan kehidupannya yang sederhana.


Rasa cemasnya sirna.


Menunggu adalah hal yang paling dibenci banyak orang. Termasuk Dhea sekarang.


Waktu begitu lama, seakan diam ditempat tidak bergerak . Mata Dhea tak lepas memandang jarum jam yang perputarannya terasa lama.


Tok.. Tok.. Tok..


Jantungnya hampir lepas, suara ketukan pintu sangat mengagetkannya.


Berlari dia membuka pintu kamarnya.


"Cekrekkk.."


Heeheee, tawa Bilqis menghias wajah cantiknya.


"YAAAHHH, Kecewa hatinya."


Kenapaa?


Tanya Bilqis mendapati muka Dhea yang kecewa.


"Nggak."


Jawab Dhea berusaha sembunyikan kecewanya.


"Tumben kamu nyamper Bil..?


Kata Dhea mengalihkan pembicaraannya.


"Atuhhhh. Aku sampai kering nunggu kamu di pinggir jalan, tak kunjung nampak.


"Yaa udah aku samper aja.!


Bilqis begitu panjang kali lebar menjawab pertanyaan Dhea.


Oke kita berangkat kerja sekarang .!


Kata Dhea sambil menutup pintu kamarnya.


Dan tak lupa menguncinya.


Lalu keduanya berjalan menunggu Angkutan umum. Dan beberapa menit kemudian mobil yang


mereka tunggupun melintas.


Mobil itu pun berhenti tepat di hadapan mereka.


Lalu keduanya pun naik.


Mobil melaju mengantarkan keduanya ke tempat kerja.


Butuh waktu sebentar saja. Angkutan umum itu


sudah menepi di depan Swalayan tempat ke duanya kerja. mereka turun dan membayar ongkosnya.


**


Pemilik wajah ganteng itu mulai gelisah.


Ketika jadwal perjalanannya ke Bandung harus tertunda, karena dia harus mengantar bapaknya


yang mendadak ada urusan.


"Mas kamu cukup mengantar bapak saja."


Nanti kamu boleh langsung pulang saja.

__ADS_1


Kata ibu, nanti bapak pulangnya dijemput sopir.


Sekarang mobilnya baru diambil dari bengkel.


"Baik bu."


Lalu motor itu melaju dengan kecepatan sedang.


Mengantarkan sang ustad ke tempat rekannya.


Setelah itu motor itu di gas dengan kecepatan tinggi. Membelah jalanan menuju ke tempat keberadaan orang yang sangat ia cintai dan rindukan.


Jarum jam terus berputar.


waktupun terus berlalu dan jarak tempuhpun semakin dekat. Rindu itu semakin tak tertahankan.


Bisingnya keadaan jalan raya menambah gelisah hatinya. "Kenapa kalau aku ingin segera."


Perjalanan ini begitu lama.


Keluh hati Anajib.


**


Di Swalayan saat ini sangat ramai.


Biasa setiap akhir pekan jumlah pengunjung


meningkat. Walaupun mereka belum tentu belanja, banyak yang datang hanya sekedar cek harga.


Dan biasanya pengunjung hanya mengelilingi


deretan rak - rak yang terjajar rapi.


Nampak dari kejauhan kak Umar sibuk memberi arahan pada Bilqis yang menanyakan stok barang.


Bilqis maupun Dhea sudah mulai terbiasa.


Keduanya pandai beradaptasi dengan lingkungan


tempat kerjanya.


Dan tibalah waktunya pulang.


Kak Umar mendekati Dhea dan Bilqis yang mulai


Ajak kak Umar menawarkan jasanya.


"Engg..,Dhea pulang duluan ya kak."


Kak Umar bareng bilqis saja.


Kata Dhea sambil berlalu meninggalkan keduanya.


Dhea sudah hafal betul, kalau pulang bareng kak Umar pasti pakai acara mampir cari makan dulu.


Pasti lama, sedangkan Dhea ingin cepat-cepat pulang.


Ia sudah tak sabar menanti kedatangan suami tercinta.


langkah Dhea buru-buru, Alhamdulillah Angkot itu seperti dikirimkan oleh Tuhan.


Baru saja ia hendak menunggu.


Angkot itu menepi tepat didepannya.


Dheapun cepat-cepat naik. Dan hanya hitungan menit Angkot itu sudah menepi di depan gerbang


kompleks kos-kosannya.


Langkahnya begitu buru-buru.


Secepatnya ia buka pintu kamarnya.


TAPI.


"Kenapa pintu ini sulit di buka..?


Dhea terus berusaha memasukkan lagi kuncinya


tetap nggak bisa?


Ia hampir putus asa.


Tiba-tiba.


"Drettt...Drettt.."

__ADS_1


Ponselnya terus bergetar.


"Uchhh, siapa lagi malam-malam nelpon.!!


Batin Dhea sedikit kesal, karena ia belum berhasil membuka pintu kamarnya.


"Assalamualaikum." Dheee...


SUARA ITU..?


Suara orang yang ia rindukan.


Dhea tidak langsung menjawab, karena air matanya sudah bercucuran tak mampu menahan rindunya.


"Dheeee...!


Suara itu kembali memanggil namanya.


"Walaikumsalam."


Suara Dhea menjawab salam Anajib.


Terdengar jelas parau menahan tangisnya.


"Haiii.., kamu nangis yaaa??


Suara Anajib malah menggodanya.


Aku benciiiiiii.....!!


Teriak Dhea putus asa.


"Haaaahaaaa.."


Tawa itu terdengar jelas begitu dekat dengannya.


"Bener kamu bencii...??


Suara itu berasal bukan dari ponselnya, wajah ganteng suami muncul dari balik pintu yang tadi tak mampu ia buka.


MAS ..??? Teriak Dhea antara kaget dan senangnya. Dhea mencium tangan suaminya.


Dan Anajib menutup pintu kamar kos istrinya.


Dhea pun menanyakan kabar ibu.


Dan tentu juga kabar bapak dan ibu mertuanya.


Kamu baru pulang.?


Tentu sangat cape, kata Anajib.


Dhea pamit untuk membersihkan badan ke kamar mandi. Keluar kamar mandi Dhea sudah melepas hijabnya.


Tatapan Anajib begitu dalam.


Dhea jadi serba salah, dan ia memilih melangkah pergi masuk lagi ke kamar mandi untuk menghindar dari tatapan itu.


Karena memang tak ada ruangan lain.


"Hayyyy..!


Mau kemana..?


Tangan Anajib begitu sigap membawa istrinya dalam peluknya.


Kamu tahu aku tersiksa akan perasaan rinduku, pada mu Dhee..bisik suara itu begitu dekat di telinganya.


Lalu tangan itu terus bekerja dan Dhea pun hanya


pasrah.


Anajib benar- benar sudah tak mampu meminta haknya.


Heningnya malam terus menjadi saksi penyatuan kedua insan yang tak mampu lagi menahan rindunya.


"Cinta memang tidak pernah memandang kepada


siapa ia pilih."


**


Oke kakak sampai disini dulu.


Terimakasih semua yang sudah berkenan mampir.


Sampai jumpa di episode selanjutnya.🥰

__ADS_1


Teruntuk rekan author saya ucapkan banyak terimakasih atas dukungannya.🙏🙏🙏


__ADS_2