
Amir selain cakep wajahnya Ia memilki Semuanya. Seandainya Dhea itu seperti ciwi-ciwi
Gaul yang matre mungkin dengan mudah Amir Mendapatkan perhatian dan hati Dhea.
Tapii...., Dhea tetaplah dia dengan patuhnya dengan tata krama.
Orang Jawa banget.
Dikit-dikit nggak enak, Takut merepotkan lah.
Hari-harinya di isi dengan pergi sekolah dan sore pergi mengaji.
"itu yang Amir suka.!
Amir pemuda yang memiliki semuanya itu terus Tersenyum bahagia..., "Dengan kenakalannya
Bermain dengan rem MOGE nya, Ia menikmati pelukan ketakutan Dhea.
Maafka aku Dhea .. bisik hati Amir yang sesungguhnya menyadari betul perbuatan nakalnya. Aku melakukan semua ini hanya ingin
Merasakan hangat pelukmu.
walaupun Amir melihat wajah Dhea ketakutan
Amir malah tersenyum nakal. Dan pemuda itu
mengendarai motornya hanya dengan satu tangan dan tangan satunya memegang erat tangan Dhea yang melingkar erat dipinggang nya, karena takut jatuh.
Dhea merasakan tangan Amir memengang tangannya ingin ia melepaskan tangannya dari pinggang Amir, Tapi takut jatuh.
Akhirnya Dhea meminta Amir untuk melepaskan
Tangannya.
Amir lepasin Tanganmu!
Dan jangan ngebut!
Teriak Dhea diantara deru Motor Amir.
Besok aku nggak mau ikut kamuu
__ADS_1
Lagiii... teriak Dhea .
Pemuda itu malah ngerem MOGE nya dengan mendadak . "Amirrrr... Dhea teriak antara takut dan MARAH pada Amir.
Dhea tidak menyadari kepalanya di benamkan di punggung Amir. senyum pemuda itu terus mengembang dan membiarkan Dhea seperti itu.
Dhea baru menyadari MOGE itu dalam posisi berhenti di pinggir jalan.
Dhea melepaskan peluknya. Dan menggeser kebelakang posisi duduknya ke belakang.
"Amir.. kenapa kita berhenti??
"kamukan teriak-teriak terus makanya aku berhenti, Takut dikira aku menculik kamu kan
Berabe urusannya, kata Amir beralasan.
Ochhh.. maaf Amir. kata Dhea merasa bersalah.
Amir menoleh kebelakang dan pemuda itu menatap Dhea. "Harusnya aku yang minta maaf Dhe.., sudah membuatmu ketakutan kata hati Amir."
Merasa malu Amir menatapnya dengan jarak begitu dekatnya Dhea bertanya pada Amir.
"Nggak papa.. kata Amir, "Dhea kenapa kamu nggak paham apa yang aku harapkan darimu.
Amir berkata-kata dalam hatinya.
Akhirnya Amir melacukan Mogenya dan melambatkan lacunya.
Amir aku stop sebelum melewati masjid yaa..!
pinta Dhea . Amir dengan penuh tanda tanya menghentikan motornya. Dan Dhea turun Amir memberikan Kotak-kotak kue pada Dhea.
Terimakasih yaa Amir, maaf sudah merepotkan!
Amir tersenyum Oke sampai besok katanya sambil melajukan motornya.
"Anehhhh. " Kenapa dengan Dhea hati Amir terus
Bertanya-tanya. Ochhh mungkin Dhea takut ketahuan pak ustadnya , Biasanya pak ustad itu melarang berdua-duaan. kata Amir terus mencari jawaban untuk semua pertanyaanya.
Dhea melangkah melewati masjid dan suasana masjid itu masih sepi. Syukurlah masih sepi.
__ADS_1
Aku jadi tidak harus buru-buru.
Dan Dhea terus melangkah dia tidak menyadari
Sepasang mata memperhatikan dirinya dari jauh.
Assalamualaikum buu..."
walaikumsalam , jawab ibu, lalu ibu mengambil
Kotak-kotak kue itu. Maafkan ibu yaaa nak..
Membiarkan kamu membawa dagangan setiap hari ke sekolah. ibu memeluk Dhea dengan perasaan bersalah.
"nggak papa buu.., ini semuakan kemauan Dhea.
Katanya. Ya udah Dhea mo mandi dulu.
kata Dhea sambil melangkah ke kamarnya untuk
Menyimpan tasnya, Dan langsung mandi.
Selesai mandi Dhea meluruskan pinggangnya .
Suara ibu sudah mengetuk pintunya.
Tok tok tok. Dheeee... Siti dan Aminah sudah nyamper tuchh, kata ibu dari balik pintu.
Yaaa bu.., lalu Secepat kilat Dhea mengambil musaf dan mukenanya. dan keluar menemui kedua sohibnya. Dan melangkah pergi ke masjid
Sebelumnya pamit dulu pada ibunya.
***
NEXT..
Terimakasih para Reader. Yang masih berkenan
Mampir dikarya ku. apalah aku tanpamu
Para Reader ku...🥰🥰🥰
__ADS_1