Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 50


__ADS_3

Beni dan Anajib benar-benar memanfaatkan


Waktunya di Bandung .


Seharian ke duanya menjelajah.


Menjelang Dzuhur ke duanya mampir di masjid


Ponpes yang tadi subuh mereka sholat berjamaah.


Anajib melihat sendal dan sepatu para jamaah


Selalu tertata rapi.


Kenapa aku ingat masa kecil dan kenakalanku


"Heehee kenapa aku ingat Dhea yaa..??


"Dimana kutu buku itu sembunyi..??


Kutu buku julukan buat Dhea yang hobbi membaca.


Masjid selalu membawa ku terkenang pada masa


Itu.. , Anajib nampak tersenyum sendiri.


"Heyyyy... Broo.. lo kenapa..?


Nggak kesambet kan..?


Tanya Beni curiga dengan Anajib yang tersenyum


Sendiri.


"Ngacooo kamu..!


Masa aku kesambet protes Anajib terus tersenyum.


Trusss... itu senyum-senyum terus..??


Kata Beni Heran dengan sikap Anajib.


"Aku cuma terkenang pada seseorang.."


Kata Anajib jujur.


"WOWWW..."


Pasti seseorang itu sangat Spesial yaa??


Beni terus bertanya.


Kalau kamu bertanya terus kapan kita sholatnya?? Jawab Anajib melangkah menggambil air wudhu.


Setelah ke duanya selesai sholat.


Beni mengajak sahabatnya itu pulang ke rumah Abahnya.


"Ben.., sebenarnya pak le ku juga tinggal di jln gegerkalong.


"Wahh "


Kebetulan Donk.. kamu mo aku anterin..??


Beni menawarkan jasanya.


Boleh kalau kamu tak merasa capee..!


Lalu langkah keduanya beralih tujuan.


Kini mereka menuju jln gegerkalong no 14 . A


Kawasan itu di penuhi dengan pemandangan


Bagunan yang terjajar rapi satu deretan ada di samping rumah besar.


Dan satu deretan lagi ada disebrang.


Nampak sepiii..!!


kata Beni heran, Yaa iyalah kost - kostan mahasiswa itu klw musim libur semerter akan


Terasa sepi karena mereka pada mudik.


Untuk mengisi liburnya.


Yaa ngga jauh beda dengan kita yang mengisi


Liburan di sini.


Kata Anajib.


Lalu Anajib mengetuk pintu ..


Yang sudah terbuka , Rupanya Bu le lagi ada tamuu..??


"Assalamualaikum.." Anajib mengucap salam.


"Walaikumsalam..."


Bu le membalas salamnya.


Dan wajah itu nampak kaget.


"MasyaAllah..." Najib....!!


Apa kabar kamu..??


"Bu le nampak senang dengan kedatangannya." Oke bro aku cabut dulu yaa ke rumah abah


Mo istirahat dulu. kata Beni.


Lalu Beni pamit pada bu le dan pak le Anajib.

__ADS_1


"Oo iyaa bu le sampai lupa .


Anajib ngobrol dengan pak le.


Yang menanyakan kabar bapak dan ibunya.


Kamu liburan bersama keluarga temanmu..??


Terus tidur dan makan di mana.??


Pak le terus bertanya.


"Najib tidur di rumah Abahnya Beni..."


Udah mulai sekarang kamu tinggal di rumah ini.


Selama kamu liburan di Bandung.


Kebetulan besok kami mo main.


Sekalian mengenalkan Mbak Dhea kota Bandung.


"Dhea...??


Batin Anajib..


Dan... bu le keluar bersama tamunya.


Anajib memperhatikan tamh bu le...


"Sepertinya aku kenal orang itu. ?


Tapi.. mungkinkah Dia orangnya..?


ketika tamu itu pamit pada pak le.....!


Tiba - tiba tamu itu spontan berteriak


"KAMUUU.."..?


Anajib pun tak kalah kagetnya.


Melihat semua itu bu le maupun pak le


Saling pandang dan tersenyum...


Rupanya kalian sudab kenal..??


Dhea hanya mengangguk dan buru - buru minta


Ijin untuk kembali ke kostnya.


Detak jantungnya mulai berdetak kencang..


Bak benderang perang.


"Ohhh Tuhan..."


Aku harus bagaimana..?


Hati ini sakit...!


Dhea membuka pintunya .


Ketika pintu itu mau ia tutup, ada sesuatu yang


menahannya.


Dhea terus berusaha menutup pintu itu tapi Terasa berat, ketika Dhea melihat keluar ..


"KAMUUU...?


Dan orang itu masuk lalu mengunci pintu Dhea.


Dhea nampak ketakutan.


Orang itu terus mendekat dan menarik Dhea dalam peluknya.


"Aku selalu merindukanmu.. Dhe..


Suara itu bergetar., Dan wajah itu berada dekat sangat dekat didepan wajah Dhea.


Hembusan nafasnya terasa hangat .


Tubuh Dhea bergetar.


Tuhan ini mimpi atau nyata..?


Bisik hati Dhea..


Dhea memejamkan matanya ketika bibir itu


Mendekat dan mencium bibirnya lembut.


Hati Dhea benar-benar tersiksa.


"Ia ingat pak ustad yang sudah baik hati Menguliahkan dan membiayai semua kebutuhan


Hidupnya dengan syarat Menjauh dari hidup anaknya, Tapi apa yang sekarang ia lakukan?


"Dhea lalu mendorong tubuh itu."


"Heyy... Kamu kenapa.? Tanya Anajib.


Tangan itu begitu kuat menarik Dhea.


Tapi Dhea terus berusaha melepaskan dirinya.


Mendapat perlawanan Anajib malah semakin


Terbakar hatinya.


Beberapa saat keduanya saling mendorong.

__ADS_1


Dan akhirnya Tubuh Dhea terlalu lemah melawan


Anajib kini tubuhnya malah di dorong oleh Anajib


Tubuh Dhea terdorong dan terjatuh diatas kasur kamarnya.


Kedua tangannya dikunci.


kini posisi Dhea tepat berada di bawah Anajib.


"Heyyy kenapa kamu menangis..?


Tanya Anajib melihat air mata Dhea membasahi


wajahnya."


"Jangan lakukan itu.. Ku mohon..!


"Okeee."


Bisik Anajib terdengar jelas.


Aku cuma mo ini..


Lalu bibir itu mulai mendekat dan terus bergerak


Dhea pasrah .


Ciuman Anajib terus turun dan Dhea teriak ketika bibir itu sudah berada di balik bajunya.


"Achh.. Hentikan . !


Atau ku lapor pada pak ustad..!


Ancam Dhea ..!


Lalu bibir itu berhenti dari penjelajahannya.


Kini bibir itu mencium bibir Dhea lagi.


Dan Auuu seketika ciuman itu terhenti.


Bibir itu berdarah.


Dhea bangun dan merapikan bajunya .


Nampak Anajib berdiri dan melihat bibir nya


Yang terluka di cermin.


"Wahhh.. payahhh kamu..!


Kata Anajib lalu mendekat ke Dhea.


Dhea menghindar dan lari ke arah pintu .


Anajib malah ngakak..


Melihat Dhea yang ketakutan.


"Nggak perlu kamu bukain pintu Dhe.


Aku mo nginep di kamar mu.


Hehe.. kamu nggak mau aku tinggal kan.?


Kata Anajib .


"No.." Teriak Dhea.


Lalu Dhea menarik tubuh itu dan mendorongnya


Keluar dari kamarnya.


Dhea buru-buru tutup pintunya dan Ia kunci.


"Dhea masih belum percaya..."


Ini hanya mimpi..!!


Lalu Dhea cubit pipinya "Auuu"


Sakit..!


Dhea lalu ke arah kaca Ia periksa keadaan Dirinya kini..?


Dhea lepas hijabnya.


"Astagfirullah.."


Leher itu penuh dengan tanda merah.


Dhea meraba dadanya.


Dan ke duanya pun sama seperti lehernya.


"Dhea Menangis.."


Kenapa aku "BODOH..?


Anajib melakukannya lagi..


Dan aku tak mampu menghindari Bibir itu..


"Maafkan Dhea pak ustad..!


Bisik hatinya .


Kini Dhea tak tahu harus bagai mana..??


Tapi sejujurnya aku tak mampu menghapus mu


Dari hidupku...

__ADS_1


Apalagi kini kau ada dekat dengan ku...


***


__ADS_2