Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 11 kebahagiaan bersamamu.


__ADS_3

" Kadang kita Berprasangka Bahwa Allah Menghalangi suatu yang kita inginkan.


Padahal Allah Hanya Menunda.


Supaya bisa memperlihatkan pada kita,


Suatu yang lebih baik dari yang kita inginkan.,"


"Hal yang paling menyenangkan bagi anak-anak


Sekolah adalah kalau masa liburan sekolah tiba.


"Apalagi libur panjang..."


"wiihhhh.." hal yang menyenangkan, Bukan..??


Libur semester genap tahun ini, sebuah anugerah terindah bagi Dhea.


sebenarnya bukan hanya Dhea,


"Tetapi bagi semua anak-anak, Yang dipondok, Yang di sekolah negeri, yang di sekolah swasta.


karena kebetulan liburannya bisa waktu yang bersamaan.


"Kita akan liburan bersama lhoo.." kata Siti.


"Wahhh..." Pasti seruu..." Kata Aminah.


"Yeeeyyyy.."


Teriak Salman dan yang lain.


"EEhhhmmm..!!


Suara deheman itu memberi isyarat pada kami,


Tidak boleh banyak ngobrol, Apalagi becanda.


O... Yaa. "Hari ini kami bekerja bakti membersihkan masjid.


Salman sibuk menggulung karpet-karpet,


Yang di dalam masjid bersama anak-anak yang laki-laki.


Yang perempuan bagian nyapu, dan menggepel.


Dan ada sebagian ada yang membersihkan kaca.


"Dhea menenteng ember keluar masjid, Untuk


mengganti air pel.


"Tiba-tiba langkah kaki dengan seenaknya mondar-mandir, Diatas lantai yang sudah bersih.


Lantai yang baru saja Dhea selesai pel.


"INGIN HATINYA MARAH..!!


Tetapi.., ketika dia tahu siapa pemilik kaki yang seenaknya sendiri mondar-mandir.


"Seketika marahnya hilang.."


"Haaiiiii.... KAMU..."!!


Tidak sopan banget sichhh..!!


"Hargai dong, jerih payahku.!!


Dhea akhirnya berani menegur pemilik tawa lebar. "Dia bukannya minta maaf"


Malah air yang di ember di cipratkan kearah Dhea.


"Ochhh..Sorry.." Sengajaaaa.. Tuchh..!!


katanya sambil tertawa.


Kali ini Dhea tidak tinggal diam.


Dia akhirnya balas, "Dia pun cipratkan air yang diember ke muka orang yang selama ini jail .


"Lalu keduanya bercanda dengan air pel-pelan.


Lantai yang harusnya sudah bersih, kali ini berubah dengan genangan air.


"Lihat Mereka..!!


Tidak pernah menyadari tatapan tajam, Dari orang yang bertolak pinggang .


Yang dari tadi mengawasi dari pintu.


"Ha... ha.. ha.."


Keduanya terus tertawa..!!


"SUDAH BERCANDANYA..!!


Suara itu bagaikan suara petir yang mengejutkan


Keduanya."


"SEKARANG BERSIHKAN..!!!


Perintahnya penuh Wibawa.


Yang lain boleh istirahat.!!


Mereka berdua dihukum. Mengeringkan lantai dalam masjid.


Keduanya saling memandang dan menahan tawa

__ADS_1


"Hari ini walaupun cape tapi tak terasa malah terasa bahagia. Akhirnya senjapun menyapa.


Langkah Dhea penuh warna karena hatinya sedang berbunga-bunga.


Siti dan Aminah seperti biasa selalu bercerita.


Ketiganya melangkah menuju padasan bersama-sama.


"Dan di padasan sudah ada Dia.


Kedua sohibnya sengaja meninggalkan Dhea.


Pemilik tawa lebar, mendekat dan menyapa.


"Haiii... " Kamu , besok ikutkan???


Tanyanya pada Dhea.


Dhea menggangguk,"InsyaAllah" Jawabnya.


keduanya melangkah bersama ke dalam masjid.


"EHEMM.."!!


Lagi, dan lagi suara deheman itu yang selalu menyadarkan mereka.


***


"Pagi-pagi sesudah sholat subuh.,"


Dhea sibuk merapikan bekelnya. Lalu menemui ibu untuk pamit.


"Assalamualaikum." salam Dhea.


"Walaikumsalam,," jawab ibu.


"Hati-hati di sana, pesan ibu pada Dhea.


Baik bu... jawab Dhea sambil salim.


Siti dan Aminah sudah menanti.


Lalu dengan langkah penuh rasa gembira,


ketiga sohib itu pergi ke masjid.


Tempat titik berkumpul.


"Rombongan "IRMAS" Ikatan Remaja Masjid,


itu sudah pada sibuk berebut naik ke bus pariwisata. "Hari ini mereka akan berangkat liburan bersama.


Tujuan wisata mereka ke Candi Borobudur.


Yang letaknya di Magelang di Jawa Tengah.


"Sebelum bus melaju..,"


"Aamiin...


Canda tawa menghiasi perjalanan mereka.


"MasyaAllah.. " Indahnya alam yang menghias


Di sekitar bangunan Candi Borobudur.


Banyak bunga warna-warni sepanjang jalan


Ke candi.


"Para rombongan turun dari mobil langsung


Berlarian ke arah tangga.,"


Mereka menaiki anak tangga demi anak tangga.


"Candi Borobudur ini di bangun pada masa Dinasty Selendra.


Dan pendirinya adalah Samara Tungga.


"Pemadu wisata itu menerangkan sejarah Candi Borobudur. pada para rombongan.


"Panorama alam sekitar Candi begitu indah.


Membuat mata yang memandangnya .


Selalu bersyukur akan indahnya ke Besaran Allah.


"Salman dan yang lain sudah menuruni anak tangga."


Dhea perlu perjuangan menuruni anak tangga.


Dia sudah mulai kelelahan. Pelan tapi pasti langkahnya terus berjuang menuruni anak tangga.


"Haaiii... Kamu", Capee yaa..???


pemilik tawa lebar itu melangkah disamping Dhea. "Duchhh..," Hati Dhea merasakan kebahagiaan yang tiada terkira.


Mereka berdua menuruni anak tangga, demi anak tangga, Sambil terus bercanda.


Sepasang tatapan mata selalu mengawasi mereka.


Yang lain sudah kumpul di dalam mobil.


Tinggal nunggu mereka berdua.


"Ketika keduanya masuk mobil , tatapan tajam Itu seakan menahan amarah.


Beliau terlihat geleng-geleng kepala.

__ADS_1


***


Malam ini Dhea tak mampu untuk pejamkan mata. Tetapi malam ini Dia tak bisa pejamkan


Mata bukan karena kecewa.


Tetapi Dia merasa bahagia.


"Terbayang saat mereka dihukum berdua, untuk membersihkan lantai..,"


Terbayang lagi ketika Dhea dan pemilik tawa lebar itu berdua menuruni anak tangga di Candi.


Hati Dhea selalu merasakan kebahagiaan.


Bila berada di dekatnya.


Anajib tak jauh berbeda dengan Dhea.


"wajah tampan itu selalu tersenyum".


Mengenang kebersamaannya dengan Dhea.


Matanya pemilik tawa lebar itu, juga sulit untuk Di pejamkan. "Hadeuhhh,,"...


Lagi dan lagi bibirnya tersenyum, sambil pejamkan matanya.


Pagi sekali mobil merah itu sudah terparkir di halaman masjid.


"Liburan anak sekolah umum masih panjang,,,"


Tetapi berbeda dengan yang di pondok.


Anajib pagi ini , sudah harus balik ke pesantren.


Mobil merah itu mengantarkannya.


"Si pemilik tawa lebar sudah mengakhiri liburannya.,,"


Dan Dhea tak tahu.


Orang yang sudah memberinya rasa bahagia itu


Sudah diantar kembali untuk menuntut ilmu ke Pesantren.


Ingin rasa hatinya menulis surat untuknya.


Tetapi Dia bingung mo titip kesiapa??


Salman..??


Salman ada di masjid juga waktu senja.


"Boro-boro mo chat ke Dhea.."


Anajib tak diijinkan pegang HP.


Sebenarnya Dia tak tega , membayangkan


Wajah Dhea yang akan mencarinya ketika senja.


Tetapi apa daya.. ??


waktu juga yang akhirnya memisahkan Dia dan Dhea.


Nampak kegelisahan diwajah yang selalu dihiasi Tawa itu. Bapaknya melihat wajah itu tampak murung.


"EHEM"


wajah penuh wibawa itu menatap pada sang putra. "Luruskan niat semua karena Allah.,,,,"


Tugas utama mu adalah menuntut ilmu.


"wajah tampan itu menggangguk"


Tetapi saat ini hatinya merasa mulai sunyi.


Kenapa hatiku merasa sakit saat harus berpisah dengannya..??


Dan ia pun harus merelakan semua.


Ia pun harus menanti lama lagi untuk bisa bercanda dengannya.


Matanya sebenarnya perih menahan air mata.


Sepanjang perjalanan ke pesantren Dia hanya terdiam, tetapi tidak dengan hatinya.


Hatinya sibuk berdoa, semoga Dhea tak akan


kecewa ketika senja nanti Ia tak akan bisa bertemu dengannya.


"Tuhan ku titip dia ... bisiknya dalam doa.


Dan mobil merah itu sudah sampai di gerbang pesantren. "Hatinya terus berharap semoga


Dhea tak akan kecewa..."


Kenapa hatiku tak rela melihatnya kecewa.


"Kenapa semakin hari rasa ini menyiksa??


Tetapi apa daya??


Aku harus berpisah untuk Sementara.


"Yaaa semua demi sebuah cita-cita."


Semoga kita akan bertemu di senja-senja yang akan tiba....


Okeee sampai jumpa lagi di Episode berikutnya

__ADS_1


yaaa..😉


__ADS_2