
Meski rasa rindu dan cinta itu nyata.
Namun apa daya bila jarak membentang membuat jarak semakin jauh memisahkan keduanya.
Burung besi itu sudah mengantarkan seorang Anajib ke mesir.
Ustad Sanusi sudah menantinya di bandara ICAO.
"Assalamualaikum."ustad.
"Walaikumsalam." jawab ustad Sanusi.
"Apa kabar dengan bapak mu mas.?"
"Alhamdulillah , bapak sehat."
Setelah salim pada sahabat bapaknya itu lalu keduanya melangkah masuk ke dalam mobil.
Anajib masih seperti mimpi sesekali pandangannya keluar menatap suasana dari balik kaca mobil. Jiwanya nyata berada di mesir namun hatinya serasa tertinggal di Indonesia.
Mobil akhirnya menepi di depan rumah yang sangat besar. Lalu keduanya turun dari mobil dan masuk menuju rumah. Istri ustad Sanusi menerima Anajib dengan ramah.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam."
Jawab istri ustad.
"Selamat datang di rumah kami."
Suara itu berasal dari arah tangga.
Nampak seorang pemuda nan rupawan, tutur
katanya sangat sopan.
Menuruni anak tangga demi anak tangga.
Dan kini menghampirinya.
Lalu pemuda tadi mengulurkan tangannya.
"Namaku Yusuf, kata pemuda itu memperkenalkan
namanya. Dan "Anajib." kata Anajib pun membalas
Lalu Yusup membantu membawakan koper Anajib
untuk di simpan ke kamar.
Yusuf menunjukkan kamar yang akan di tempati oleh Anajib.
**
Rasa hati ingin bermanja dengan belahan jiwa.
Dinyalakan HPnya.
__ADS_1
"Astagfirullah."puluhan panggilan tak terjawab."
"Mas aku tidak bisa membayangkan marahnya dirimu."
Saat kau hubungi kontakku dan tak terhubung.
"Yaa Allah mas maafkan aku."
Dhea merasa bersalah ketika panggilan sang suami tak terangkat.
Kini Dhea baru menyadari ada pesan untuknya.
Perlahan dibacanya pesan yang telah suaminya kirimkan untuknya.
Dan runtuhlah sudah air matanya.
Seakan ada yang hilang dari jiwanya.
"Mas walaupun semakin jauh jarak itu memisahkan kita, namun percayalah sedetikpun aku tak pernah
lupakan mu. jujur hatiku luka, rasa rindu ini yang membuatku rapuh karena kini kamu semakin jauh." Bisik Dhea dengan derai air mata.
Kini Dhea yang berusaha menghubungi suaminya.
Tuttt Tuttt Tuttt.
"No yang anda tuju tidak dapat dihubungi.!"
Hanya ada sapaan operator.
Dan kini ia hibur dirinya dengan mengajak ngobrol bayi yang ada dalam kandungannya.
"Sayang, abi sepertinya sedang belajar."
Oke nanti umi akan coba lagi yaa sayang.
Hati Dhea semakin sendiri.
Tangannya mengelus perutnya, bayi yang berada dalam kandungannya seperti memahami hati uminya. Bayi itu terasa bergerak-gerak.
Sedangkan sang abi yang berada jauh disana sedang tertidur pulas.
Mungkin rasa lelah ia tak menyadari orang yang merindukannya ingin menyapanya.
**
Waktu terus berganti.
Kesibukan sebagai maba sangat menyita waktu dan fokus Anajib.
Walaupun tinggal di negeri orang, asa tinggal di negeri sendiri. Karena di universitas yang sama banyak sekali mahasiswa dari Indonesia.
Dan untuk tempat tinggal ia tinggal di rumah ustad Sanusi, jadi tidak harus membayar uang asrama. Dan Alhamdulillah Yusuf ternyata satu
Universitas dengannya
**
__ADS_1
Di kota kecil bapak dan ibu Anajib sudah merasa tenang.
"Bapak sudah merasa tenang bu."
Kata pak ustad pada istrinya .
"Yaa pak Alhamdulillah, Anajib semoga selalu di beri kesehatan."
"Aamiin."
"Lagi pula bapak sudah serahkan semua urusan Anajib pada ustad Sanusi."
Kata pak ustad pada istrinya.
"O yaa pak bagaimana dengan kabar Dhea.?"
"Alhamdulillah Dhea sudah mendapatkan pekerjaan bu di Bandung."
"Bagaimana kalau Dhea mo pulang ke kota kecil.?"
Ibunyakan sudah pindah ke Surabaya ke rumah kakaknya Dhea.
"Yoo wisslah gampang, suruh pulang ke rumah kita."
"Di rumah kan nggak ada Anajib ini.!"
Kata pak ustad merasa sudah merasa aman terkendali.
Pak ustad sebenarnya baik dan sayang pada Dhea.
Hati ustad sebenarnya iba dengan nasib Dhea yang sudah yatim dari usianya dua bulan dikandungan ibunya.
Cuma satu yang terpenting kata ustad pada Dhea
jauhin Anajib.
Sampai sengaja mereka dipisahkan.
Dan Dhea di kuliahkan di Bandung.
Sekarang Anajib sudah di kirim ke Kairo Mesir.
Dan hati pak ustad semakin merasa senang.
Usahanya memisahkan keduanya berhasil.
Biarlah semesta menjadi saksi kisah perjalanan
cinta keduanya. Walaupun sang ustad melarangnya. Namun dirahim Dhea sudah ada cucu sang ningrat.
Biarlah cukup Tuhan yang menjadi penolong dan merestui kisah cinta Anajib dan Dhea.
💕Terimakasih buat kakak semua yang masih berkenan mampir.💕
Terimakasih juga buat semua rekan author atas dukungannya.🙏🙏
"Apalah artinya aku, tanpa kalian semua 🥰🥰🥰
__ADS_1