
Biarkan rindu ini ku titip pada sang senja.
Dengan berjalannya waktu ku siap menahan rasa. 'Andai kau tau aku tak pernah bisa menghindar lupakan mu.'
Lihatlah hatiku semakin kuat, walau kadang rapuh. Karena kamu jauh.
Apakah kau disana merindukanku?
Senja ini masih sama seperti senja-senja yang telah kita lalui bersama.
Yaaa.. entah berapa banyak senja tanpamu.
Tapi dengan hadirnya dirimu, Maupun tanpamu.
Toh senja harus tetap kulalui.
Disini aku selalu menantimu.
Bersama senja, Dan sunyinya yang ada di kota kecil kita.
"Hari-hariku pun terus berjalan walaupun kadang ada kerinduan yang tiba-tiba mengharu biru hatiku, Tapi sekolah ku tetap no satu."
Hari ini ada jadwal Pelajaran matematika.
Apa bedanya adanya kamu atau tidak adanya kamu dalam pembelajaran matematika di kelasku?
"YAAA... Betul"!
"Hee-heee.. Hari ini, Dan hari-hariku tak bisa nyontek kamu.
Tanpa kita sadari hampir lima tahun kita tidak
Satu sekolah lagi, Boro-boro bisa satu kelas!
Tapi aku masih seperti dulu.
Waktu satu kelas denganmu, Waktu Satu SD dengan mu dulu .
"HeeHee..." Sampai sekarang Matematika adalah PELAJARAN yang paling aku benci.
Yaaa pelajaran itu selalu berbau "Rumus dan hitung menghitung. Semua itu membuatku
Kepalaku pusinggg!
"O ya... semoga kamu di pondok baik-baik saja
yaaa'.
__ADS_1
Air mata akan berbicara.
Ketika mulut tak lagi mampu.
Menjelaskan .... "Ketika aku tak mampu menahan kerinduan yang mendalam".
"Aku baru sadar begitu berartinya dirimu
Bagiku, Semua ke jailanmu yang kadang mempermalukan aku."
Tapi kenapa aku selalu tak bisa marah padamu.
Maafku selalu ku beri buat mu.
Entah ini senja keberapa tanpamu.
Yang ku tau , Bila aku merindukan mu kan ku ukir rinduku dengan penaku bersama sang senja.
Entah sampai kapan aku seperti ini?
Selalu berharap dan terus berharap bersama senja yang selalu setia menemaniku.
***
Dhea lalu menutup korden kamarnya.
Meronaa..
Tok Tok Tok.
Terdengar pintu kamar Dhea diketuk, dan terdengar suara ibu memanggil nama ku.
"Dheee . Siti sudah menunggumu diteras.
"Yaaaa buu. jawab Dhea dari balik pintu."
Dhea segera ambil mukenanya bersama musafnya. Dan ia pun melangkah menghampiri
Ke dua sohibnya.
Walau kami bukan anak SD lagi.
Tapi pergi mengaji wajib kami jalani.
Sepanjang jalan obrolan Siti dan Aminah masih
Menghiasi setiap langkah kami.
__ADS_1
Ketika kaki ini mulai masuk gerbang masjid.
Seperti biasa gejolak hati butuh di tata.
Hadeuhhhh. padahal pemilik tawa lebar tak ada
Diantara jama'ah, Tapi asa dia ada .
Hadeuhhhh. kata Siti Haluku tingkat Dewa.
"Heee heee ."Siti bisaaaa ajaa
Padasan adalah tempat terfaforit bagi Dhea.
Tapi itu kalau ada Anajib di masjid.
Kalau pemilik tawa lebar itu sudah balik lagi kepengasingannya, Padasan itu yaa tempat
Dhea menghapus air matanya bersama wudhunya.
Suara Imam sudah mulai membaca surat-surat
Bacaan sholat. Bacaannya Tartil, dan syahdu.
Hati Dhea merasakan kedamaian bersama bacaan sholat .
Duduk dengan tertib, tak ada canda.. Dan selalu
Tatapan tajam yang penuh wibawa itu mengabsen dulu sebelum msteri di mulai
Seperti biasa Dhea selalu menundukkan kepalanya, kalau tatapan itu berhenti padanya
Lalu suara itu akan memanggil namanya.
Kalau cuma memanggil mahhh tidak apa.
Yang jadi masalah, setiap namanya di panggil
Suara itu sambil menagih hafalan.
Rela tak rela dirinya tetap harus segera mulai
Murajaahnya....'
***
Okeee.. sampai jumpa lagi di Episode selanjutnya yaaa🙂🙂🙂.
__ADS_1