Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 59 Kelemahan Terbesar Kita Terletak Pada Menyerah.


__ADS_3

Hari ini tidak seperti biasa matahari belum memancarkan sinarnya.


Langit nampak gelap tertutup awan hitam.


Setelah pamit pada bapak dan ibu, Anajib


menyalakan motornya.


Mas jangan lupa bawa jas hujannya !


Suara ibu mengingatkan sang putra.


Tapi suara ibu sepertinya tak terdengar oleh Anajib.


Suara deru motornya mengalahkan suara ibunya.


Cuaca ahkir-ahkir ini memang sulit di tebak.


Kadang panas sehari, Kadang juga hujan seharian turun tak ada berhentinya.


Benar saja roda motor Anajib belum setengahnya


dalam perjalanan tiba-tiba, BRESSS.


Hujan turun dengan derasnya.


Hanya ada satu pilihan menepi dan berteduh.


"SRRETTT..!


Terdengar suara ban di paksa untuk berhenti.


Dan pemilik MOGE itu juga ikut berteduh.


Di bukanya helm dan nampak wajah tampan


Usianya sepantar dengan Anajib.


Sepertinya aku pernah melihat wajah ini.


Tapi di mana yaa.?


Hati Anajib terus mengingat.


Permisi mas ikut neduh, tutur sapanya sangat sopan. O silahkan !


Hujan di pagi hari biasanya awet, Bisa-bisa seharian.


Mo kemana mas.? Tanya pemuda itu.


Pergi ke kampus.


Jawab Anajib.


Wahhh, Sama dong. Kata pemuda itu.


Oo yaa??


Jawab Najib.

__ADS_1


Kuliah dimana mas? Tanyanya lagi.


Di UNY.


Nampak pemuda itu terbelalak kaget .


Sama dongg! Katanya lagi.


Dan akhirnya mereka pun berkenalan.


Keduanya berjabat tangan .


Amir.


Anajib.


Dan akhirnya hujan mulai reda.


Kini tinggal gerimis tipis.


Dan keduanya memutuskan melanjutkan perjalanannya.


Mas Najib di Fakultas apa? Tanya Amir sambil memakai kembali helmnya.


Di Fakultas pendidikan. Jawab Anajib.


Mas Amir sendiri..? Kini giliran Najib yang bertanya.


Di Fakultas Ekonomi. jawab Amir sambil


menstater MOGE nya.


Tak butuh waktu lama bila laju motor dengan kecepatan tinggi hanya butuh waktu satu setengah jam.


Akhirnya ke duanya memasuki gerbang UNY.


Tetapi yang di tuju Fakultas berbeda.


***


Dhea mengunci rapat-rapat pintu kamar kostnya


Bilqis tumben sudah nyamper.


Dhe dah sarapan belum? tanya Bilqis sambil memegang perutnya. Sudah bil jawab Dhea.


Bilqis nampak kecewa.


Yaa.. aku belum sempet sarapan tadi Dhe.


Oke mo aku temenin ?


Dhea menawarkan jasanya.


Alhamdulilah mo dong ditemani !


Suara Seseorang yang berada di belakang mereka. Yang menjawab.


Dan keduanya nampak kaget karena kak Umar

__ADS_1


kakak tingkat mereka sudah cengegesan.


Dan kini berdiri diantara Bilqis dan Dhea.


Lalu tangan kekar itu menuntun tangan dhea dan Bilqis. Oke kita sarapan dulu ya adik-adik manis.


Maaf kak kami sudah sarapan jawab keduanya.


Dan Daaaaa...


Dhea dan Bilqis melangkah pergi.


Pemilik warung sampai hafal candaan ketiganya.


Umar geleng-geleng sambil mengaduk nasi dan sayur menu sarapannya.


Keduanya menuju kantin kampus.


Sangat ramai, makanya Dhea memilih beli sarapan ketika pulang dari kajian .


Bilqis memesan sarapannya. Dhea hanya menemani duduk saja. Bener Dhe dah sarapan?


Dhea acungkan jempolnya.


Setelah Bilqis dah menghabiskan sarapannya.


lalu keduanya pergi menuju ke kelas mereka.


keduanya menaiki anak tangga demi anak tangga.


Kenapa bil..? Tanya Dhea .


Efek sarapan terlalu kenyang .!


Jawab bilqis sambil memegang perutnya.


Reynalta sudah fokus mantengin leptopnya.


Wihhhh teladan sekali.


Mantul pokoknya, Dhea mendekat belum kelar tugas laporan mu Rey ?


Hee hee. Ini akibat menunda pekerjaan Dhe jawabnya.


Atuhhh, Salah sendiri jadi ini akibatnya.


Kata Bilqis ikut menimpali.


Sepertinya jam pertama nggak ada dosennya.


Uchh syukurlah.


Rey bernafas lega.


Dan lihat ulahnya , Bukannya diselesaikan tugas


yang tertunda kini Rey malah menutup leptopnya. Dosennya aja nggak ada katanya.


Hadeuhhhhh....

__ADS_1


Dhea dan Bilqis hanya senyum .


__ADS_2