Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 7 Tawa Mu Mempesona Ku


__ADS_3

Andai hari-hari bisa ku percepat , dan waktu bisa ku putar. Dhea sudah tak sabar segera libur semester tiba. Dhea jadi pandai berandai-andai.


semenjak dia menerima surat itu.


"Setidaknya hari-hari Dhea tidak sesunyi dulu lagi. bila dia merasa sunyi hatinya datang menyiksa , dia akan diam-diam mengeluarkan siamplop berwarna biru itu dari persembunyiannya.


Sebenarnya tak ada yang istimewa dalam surat Anajib, dia hanya menanyakan kabar.


Tapi kenapa dhea suka membacanya, kalau lagi membaca tak cukup Dhea baca sekali , tetapi sampai diulangnya berkali-kali.


Senja ini muraja'ah kami sudah berganti surat .


Masuk surat ke 56. Ya nama Suratnya Al-waqi'ah


Entah dapat kekuatan dari mana Dhea ..?


Suara Dhea terdengar jelas dan tanpa kendala.


Ayat pertama sampai ayat dua puluh lancar jaya.


Q.S Surat Al-waqi'ah ayatnya pendek-pendek ,


Itu sangat membantu Dhea mudah meghafalnya.


"Heemmmm..."


"Bagusss,!!


Suara penuh wibawa itu memberi nilai setoran


hafalan Dhea.


"Duhhhh..." tumben pak ustad ini.


Berbaik hati bisik Dhea dalam hati.


Biasanya aku nampak dalam pandangannya selalu salahhhhhh terus!!.


Coba Perhatikan!!.


"Suara itu terdengar agak bernada keras.


Kita dalam hal apapun, Hal pertama kali yang harus kita perhatikan adalah niat, begitu juga kalau kalian sedang menuntut ilmu.


Dhea melihat tatapan tajam itu tertuju padanya


Seakan sesak nafas Dhea melihat tatapan mata itu. seperti biasa Dhea akan menundukkan pandangannya untuk menghindari tatapan itu.


Ada apa dengan pak ustad,?


Baru saja tadi memujiku. tapi kini kenapa kata-kata beliau seakan menyindirku??


Hallooo.. siapa lagian yang menyidirmu.. Dhe..?


kata hati Dhea menyadarkan Dhea yang mulai sibuk dengan percakapan hatinya.


Dhea tolong bacakan hadistnya.!


Suara itu bagaikan suara sambaran petir..... yang selalu Dhea takutkan.


Bukannya membaca hadist yang pak ustad minta


Dhea malah sibuk berbisik dengan hatinya.


Ada apa dengan pak ustad.?


kenapa harus aku, yang selalu jadi korban tatapan pandangannya.


"Iiccchhh" . protes hati dhea.


Dheee...! "Suara beliau terdengar lagi.


"Semua perbuatan tergantung niatnya , Ustad jawab Dhea bergetar karena takutnya.


"Maksudnya ?


Coba sebutkan salah satu contohnya!.


Misal kita belajar mengaji diniatkan Karna Allah


maka yang kita dapat adalah pahala.

__ADS_1


"Tetapi bila kita mengaji karena mencari pujian manusia, sebenarnya kita tak akan mendapat apa-apa. Jawab Dhea.


Heemmm.


Kata beliau sambil manggut.


Kajian di akhiri karena waktu Isya tiba.


Dhea menghela nafasnya dalam -dalam lalu ia hembuskan. seakan dhea sudah kehabisan oksigen.


Dhea hanya diam membisu sepanjang jalan pulang. Siti dan Aminah terus mecandainya, Duchhh... yang habis jadi bintang.! Canda kedua sahabatnya mengoda.


Bintang..??? Bintang apaan??


Jadi anak Tiri lha Iyaa.., jawab Dhea penuh rasa jengkel.


"Beeyyyyyyy.... "


Siti dan Aminah berlari meningalkannya.


Sambil tertawa menang meningalkan Dhea.


Balas dendam ceritanya...?? kata Dhea .


Yang tak mungkin suaranya didengar kedua sohibnya itu, karena keduanya sudah hilang dipersimpangan jalan.


"Assalamualaikum..


"walaikumsalam ... 'jawab ibu yang sedang duduk diteras rumah. Dhea mencium tangan ibunya, lalu masuk kerumah, langsung menuju kamarnya.


Dhea lansung buka buku pelajarannya.


tak lupa dhea sempetin lihat nilai ulangannya


Dhea kalau lihat Nilai itu selalu tersenyum geli,


Dia ingat kata-kata salma teman sebangkunya itu.. "dari dulu seratus itu nolnya dua dhea,"


Salma... Salma..


Setelah Dhea menyelesaikan PR nya , kali ini Dhea mengeluarkan siamplop biru itu.


Sekali selesai Dhea baca.


Detak jarum jam seakan menyadarkan Dhea, supaya Dhea segera tidur kalau tidak mau kesiangan berangkat sekolahnya.


Seperti kemaren tanpa harus di ketok dulu pintunya Dhea sudah bangun. "Sholat subuhnya tepat waktu. kamarnya langsung dirapikannya dengan sangat rapi.


Pagi ini Dhea seperti pagi kemaren selalu melintasin jalan raya depan masjid itu .


mo bagai mana lagi.. ,?


Karena itu jalan satu-satunya yang ada.


Aduhhhh kenapa aku selalu spot jantung?


kalau melihat mobil merah . padahal mobil itu kan tidak pernah menatapnya seperti pemiliknya


yang selalu ngincar Dhea sebagai korbannya.


Senyum Salma sudah menyambut dibangkunya


Dhe ... gemana..??


Apanyaaa..?? "Jawab Dhea, dia tidak menyadari sudah masuk perangkap candaan Salma.


Seratusnya nolnya nambah nggak??


"Ha... ha... ha.." Salma merasa menang nyandain Dhea. yang dicandain cuma senyum.


Salma lalu mengeluarkan buku PR nya , Dhe lihat donk PR nya.! " nyontek kaliii... bukan lihat ! Jawab Dhea sambil meminjamkan bukunya.


Ok TKS..


Alamat pulang senja lagi nichhh... kata Salma.


Iya, jawab Dhea.


Usai jam terakhir Dhea bersama yang lain sholat di mushola sekolah."usai sholat Dhea bersama Salma membuka bekalnya."


Selesai mereka merapikan bekalnya.

__ADS_1


Kakak pembina sudah membunyikan peluitnya.


"Prittttt... Pritttttt....


Menandakan kegiatan Eskul Pramuka akan segera dimulai.


"Materi dari Permainan dan kafa sandi diajar hari ini.


"Priitttttt... Pritttttt....


Tanda pluit ditiup saat ini menandanan kami sengera berkumpul, kegiatan ditutup dengan do'a. Dan kamipun di bubarkan.


Dhea kayuh sepedanya dengan santai.


karena dia merasakan tubuhnya sudah cape. Biarlah senja ini aku tertinggal Siti dan Aminah. katanya dalam hati. dengan pasrah.


Benar saja saat Dhea melintas jalan raya depan masjid kedua sohibnya itu sudah berangkat kemasjid.


"Duchhhhh yang habis lembur ".


Mereka malah mentertawakanku yang baru pulang.


"Dhea maaf kami duluan ya kata mereka ".


"Oke ..jawab Dhea , lalu mempercepat kayuhannya.


Buru-buru Dhea mandi, lalu bersiap berangkat menyusul teman-temannya, sebelumnya Dhea pamit ibunya.


Langkah kakinya seakan berpacu dengan detak jantungnya, Terlihat semua sudah masuk shaf dengan rapi. Dhea segera kepadasan untuk mengambil air wudhu.


"Haiii .." terdengar seseorang menyapanya.


Dhea malah ngga sempet nenggok kearah suara itu, maaf... aku dah ketinggalan nich.


suara itu malah tertawa.


"Kita sama donk."


Tawa itu...?


Dhea yang tadi berburu waktu kali ini malah merelakan langkahnya terhenti untuknya.


Dhea menoleh ke arah orang yang tertawa itu.


Tubuhnya seakan terbang melayang.


Tawa itu , seketika deretan gigi putihnya terlihat sempurna diantara tawanya.


Aamiin. suara makmum menyadarkan keduanya.


Dhea lalu berlari meninggalkannya. secepat kilat Dhea masuk shaf paling belakang ,masih sempat dia melihatnya menoleh kearahnya masih dgn tawanya.


Duduk dimanapun aku pasti selalu jadi korban tatapan Bpknya. Dhea duduk agak menepi saat ini. Dhea berharap tatapan itu tak kan berhasil menemukannya. Baru juga Dhea mo bernafas lega tiba-tiba .


"Dhe duduknya maju.!


Dhea belum sempat menata hatinya Suara itu sudah mulai memanggil namanya lagi.


"Dheeeee..."


Badan Dhea bergeser kedepan .


Uchhhh . Kalau aku duduk didepan seperti ini ,


Tatapan tajam itu pasti selalu tertuju padaku.


keluh Dhea. "


senja ini giliran Salman yang disimak pak ustad.


pandangan Dhea beranikan mencari orang yang tadi menyapa itu ada diantara mereka.


Dhea melihat dia selalu khusuk tertunduk.


padahal Dhea tidak pernah menyadari ketika Dhea menunduk pemilik tawa lebar itu selalu memandangnya diam-diam.


Dan mereka tidak pernah menyadari ..


Sikap keduanya dari awal diawasi sepasang tatapan mata yang Tajammm......


***

__ADS_1


Oke Sampai Jumpa lagi di Episode berikutunya yaa. 😇😇


__ADS_2