
Kali ini Dhea biarkan Anajib terus menguasai
Bibirnya.
"Dhea tak ingin membuang-buang waktu bersama orang yang selama ini ia rindukan.
Keduanya seperti balas dendam...
"Dan keduanya seperti kehabisan oksigen."
karena lamanya mereka saling melepas rindu.
Akhirnya Anajib mengakhirinya.
Tangan itu masih merengkuh Dhea dalam peluk.
Entah dari mana keberanian itu..?
Dhea pun menyandarkan kepalanya di dada Bidang Anajib.
Sesaat keduanya saling terdiam tengelam dalam Pikiran masing-masing.
Sesekali Anajib menatapnya tajam.
Dan kali ini tatapannya menghujam sampai Relung hati Dhea yang paling dalam.
"Dhe.. kenapa kamu pergi tanpa pamit padaku..?
Suara Anajib terdengar pelan.
Tetapi sangat mengejutkan.
Dan mampu mengusik keheningan di antara
Keduanya.
"Dhea hanya diam."
Ia tak tau jawaban apa yang harus ia berikan.
Haruskah aku jujur apa yang sebenarnya terjadi.
Kalau sesungguhnya pak ustad yang sudah Membuat Ia jauh dan terpisah jarak dan waktu
Dengan tawa lebar.
Hati Dhea benar - benar tersiksa dengan kenyataan yang ada.
"Heyyyyy...!
Kalau ada orang tanya di jawab dong.
Anajib seperti agak kesel di diamkan .
"Eemmmmm."
Aku..
"Eemmmm maafkan aku."
Dhe..
Kenapa kamu sengaja membuatku tersiksa Bersama senja..?
"Dhee.., Aku sangat mencintaimu."
Kata Anajib terus menatap tajam mencari
Kejujuran di mata Dhea.
"Oh.. Tuhan, Kata - kata itu yang bertahun -tahun
Aku tunggu dari mulutnya Anajib.
Tapi kenyataan saat ini ketika aku tahu Ia pun
Mencintaiku. "Aku harus menghapus dirinya."
Dhea tak mampu untuk menjawabnya.
Kali ini air matanya yang jatuh satu persatu
Membasahi wajahnya.
Melihat orang yang di cintainya berurai air mata
Anajib bingung di buatnya.
"Heeyyyyy."
Kamu kenapa?
Lalu tangan itu menghapus air mata Dhea.
"Maafkan aku."
Jujur aku pun sangat mencintaimu.
Apa adanya kamu..
Bukan karena siapa kamu.
Kata Dhea mulai terisak.
Andai kamu tau..
__ADS_1
Jujur aku pun tak jauh berbeda dengan mu.
Setiap senjaku selalu tersiksa karena rindu
Untuk bersamamu. Suara Dhea di sela tangisnya.
Laluuu.. , kenapa kamu menghilang. ?
Terus sekarang, apanya yang salah?
Anajib semakin kalut melihat orang yang ia cintai selalu diam.
"Heyyyy... coba katakan padaku.!
Apa yang terjadi..?
Anajib sepertinya semakin tidak sabar dibuatnya.
"Aku harus menghapus mu."
Dari hidup ku karena pak ustad tak mengijinkan
Aku bertemu dengan mu.
Nampak Anajib melepas peluknya.
Wajah gantengnya nampak memerah menahan Marah .
Dhea semakin serba salah.
"Mas jangan marah maksud pak ustad benar."
Kita banyak perbedaannya.
kata-kata Dhea malah menambah keruh Suasana.
"Dheee.
Aku dan kamu sama.
Apanya yang berbeda..?
"Sebutan darah biruku yang kamu maksud kita
Berbeda.?
Andai kamu mau, Biarlah ku tukar darahku dengan darahmu..!
Kalau itu bisa mengubah keadaan.
Kali ini Anajib terduduk dalam diam.
"Okeeee.., Dhe..,
Dan bapak tak perlu mengetahuinya.
Dhea mengangguk tanda setuju .
Hanya senja yang tahu ke duanya saling berjanji
Untuk saling menjaga cinta mereka.
Walaupun kini jarak , waktu dan ruang akan
Memisahkan keduanya lagi.
Karena besok pagi sekali Anajib beserta keluarga Sahabatnya Beni sudah harus balik ke jogja.
Pesona senja semakin nyata menghias ufuknya.
Dan Anajib pun membawa laju motornya untuk
Kembali ke Jln gegerkalong.
Tempat bu lek nya.
"Kini Dhea tanpa ragu tangannya terus memeluk
Pinggang orang yang ia selalu rindukan.
Anajib pun merasa bahagia .
Ia sudah mencurahkan isi hatinya.
Motorpun menepi dan Dhea segera turun .
Dan langkah mereka terpisah Dhea masuk ke kamar kostnya.
Anajib masuk kerumah bu le nya.
Dalam kamarnya Dhea berada dalam kesendiriannya.
Malam ini Dhea merasa bersalah .
Maafkan Dhea pak ustad bisiknya .
Setelah sholat isya Dhea berusaha tidur lebih
Awal. Ia tak ingin ketinggalan Melepas tawa lebar untuk kembali.
Jarum jam terus berdetak menitpun bergeser
Ke jam. Dhea akhirnya tertidur dalam sunyinya.
Adzan subuh terdengar dari masjid ponpes.
__ADS_1
Memaksa membangunkan yang mendengarnya.
Tanpa menunggu pintu di ketuk .
Dhea keluar dari kamarnya.
Tawa itu sudah menghias wajah orang yang berdiri di hadapannya.
"Kamu...., Eehhhh Mas.!
Kata Dhea, mulai sekarang Ia biasakan memanggil Anajib dengan sebutan "Mas".
Langkah keduanya beriringan.
Nampak bu Euis menantinya di gerbang.
Jamaah laki - laki menuju lantai satu dan jamaah
Perempuan terpisah dilantai atas.
Sholat jamaah usai .
Dan pak Kyai melanjutkan kuliah subuh.
Selesai menyimak kajian.
Jamaahpun bergeram keluar.
Seperti biasa sebelum pulang ke rumah ibu Euis
Mengantri belk sarapan .
Tapi untuk pagi ini Dhea ijin tidak ikut serta.
Dhea memilih pulang ke kostnya.
Hatinya sudah gundah gulana. Ia sadar dalam Hitungan menit ke depan tawa lebar akan pergi
Meninggalkannya.
Dhea Langsung masuk ke kamarnya.
Entah sejak kapan langkah itu mengikutinya.
Ketika Dhea Hendak menutup pintu kamarnya,
Tangan itu menahannya.
Lalu tangan itu mengunci pintu Dhea dari dalam.
"Tanpa menunggu protes pemilik kamar...
Kini tangan itu membawa Dhea dalam peluknya.
Dhea hanya pasrah .. walau sebenar ada rasa Berdosa pada Ustadnya.
Badan Anajib membungkuk dan tak dapat di elakkan lagi bibir ke duanya bertemu.
Dhea kini pun terbawa suasana.
Ia selalu membalas pergerakan bibir Anajib.
Dan ciuman itu pun di akhiri..
Karena waktu terus melaju tak pernah mau
Menunggu.
Waktupun telah tiba ke duanya harus terpisahkan lagi..
ketika Anajib melangkah ke pintu.
Dhea menahannya Ia memeluk tawa lebar dari
Belakang.
Langkah Anajib terhenti .
Ia membalikkan badannya dipeluknya Dhea.
Oke sayang.. kamu wanita hebat.
Jangan nangis donggg...!
Aku janji ketika libur semester akan datang ke Sini.
Pelukan pun di lepaskan Anajib mencium kening
Dhea lalu pergi keluar.
Dan Beni ternyata sudah menantinya.
Bayangnya pun menghilang dari pandangan.
Kini Dhea kembali dalam kesendirian.
**
πΊπΊπΊπΊ
Sampai di sini dulu yaa ..
"kakak Reader."
Dan terimakasih untuk semua yang sudah mendukung dan selalu menanti Episode selanjutnya..ππππ
__ADS_1