
Melihat Dhea yang ketakutan Anajib semakin Nampak senang.
Dan Dhea merasa menjadi wanita terbodoh di muka bumi ini.
Yaa.., Hanya demi sebuah perasaan ,"CINTA"
Yang Dhea punya dan selalu Dhea puja-puja.
walaupun dia tak pernah tahu..
"Cintakah Anajib pada Dhea..?
Ia tak pernah berani bertanya, tapi Ia selalu
Menjaga semua rasa yang ia punya.
Sekian lama sebenarnya Dhea menanti Anajib
Menyatakan cintanya.
Tetapi yang selalu Anajib tuliskan, Dan akhirnya
Setiap senja ia selalu bisikkan sebuah cerita.
Tetapi bukan tentang cinta seperti yang Dhea harapkan. Tapi kerinduan untuk selalu bersama.
Wajah yang semakin ganteng dengan kumis dan jambangnya itu saat ini sudah berada sangat dekat dengan wajahnya.
Bahkan bibir itu sekarang mengulang kenakalannya. "Dan bodohnya Dhea selalu membiarkan bibirnya dalam keliaranya.
Masih Dhea rasakan tangannya begitu erat memeluknya.
Seakan-akan Dia takut kehilangan.
Sebelum tangan itu semakin Liar menjelajah
Dhea berusaha melepaskan dirinya.
Tawa lebar akhirnya melepaskan pelukan dan mengakhiri ciumannya.
Lalu seperti biasa Tawa itu menghiasi wajahnya.
Dengan langkah kaki yang lunglai Dhea membasuh mukanya dengan air wudhu.
Dalam wudhunya Dhea berharap bisa menghapus dosanya.
"Nampak dia masih menantinya."
Heyyyy.. Dhee.
Buruan kamu wudhu atau berendam sihhh.
Lamaaaa amat..!!
Kata Anajib sambil nyipratin air padasan ke arah Dhea.
"Ichhhhhh..., Suka-suka..!
__ADS_1
Kata Dhea sambil melangkah mendahuluin langkahnya.
Lalu terdengar suara Salman mentertawakan.
Heeehee.
Kalian ini aneh kalau jauh terpisah , selalu
Berharap untuk bertemu.
Giliran sekarang sudah bersama-sama, Berantem..!!
"Wahhh, ketahuan..!!
Berarti selama ini Dhea setiap senja berharap selalu bisa menatapku yaa man..!!
Tanya Anajib pada Salman, "Yeyyyyy... coba tanya
aja sendiri pada yang bersangkutan.
lalu terdengar Anajib dan Salman tertawa bersama.
"Dhea pun sudah dari tadi menghilang di barisan
Makmum perempuan.
Dan dia tak mau tahu Salman dan tawa lebar mentertawakannya.
Usai sholat maghrib kajianpun di mulai.
Wajah-wajah tak nampak tegang.
Siapa sihhh yang menyimak bacaan mereka??
Kok begitu happy nya..??
Siapa lagi kalau bukan kak wandi.
kenapa yaa, kalau belajar dengan kak wandi
Waktu kok begitu cepatnya..??
Berbeda kalau belajar dengan pak ustad.
Waktu itu asa Lamaaaaaaaa...banget.!
Kajian pun berakhir dengan datangnya waktu sholat isya. ketika Siti dan Aminah menariknya
Ke padasan. saat ini Dhea menolaknya.
Dhea masih menata hatinya.
Dan sholat isya pun telah usai.
Dhea buru-buru melangkah pulang.
Sebelum tawa lebar menyelesaikan sholat sunahnya.
__ADS_1
Tak ada canda dan tawa tumben perjalanan pulangnya semuanya hanyut dalam diamnya
masing-masing.
Akhirnya langkah Dhea sudah sampai di depan pintu rumahnya.
Lalu ,'Tok...Tok..Tok.."
"Assalamualaikum "
"Walaikumsalam terdengar ibu menjawab salamnya."
Setelah salim Dhea , langsung melangkah ke kamarnya.
Dhea duduk di meja belajarnya.
Lalu tangannya mengeluarkan kado pemberian
Amir, "Kira-kira Amir memberi kenang-kenangan
Apa.. yaa??
Hati Dhea sibuk menebak dan tangannya sibuk membuka bungkus kado itu.
"Amir..., ?? Ini kan barang mahal.
Dhea memandangi "HP" pemberian Amir.
HP itu Dhea biarkan tergeletak di mejanya.
"Dhea malah sibuk mencari jawaban. Tentang Rencana pak ustad yang akan membiayai semua Kebutuhan dan semua biaya kuliahnya.
***
Di salah satu kamar yang berada di rumah besar dan sangat mewah untuk ukuran tempat tinggal Amir. " Yaa keluarga Amirlah orang terkaya."
Amir selalu tersiksa dengan perasaannya.
" Karena Amir selalu gelisah menunggu jawaban dari Dhea.
Sampai Amir rela memberikan HP yang terbaru.
Hanya demi Dhea.
Amir berharap dengan adanya HP , walaupun tiap hari tak akan bertemu karena mereka sudah
Tak akan bertemu di sekolah lagi seperti hari-hari yang sudah mereka lalui bersama.
Yaa moment saat SMA sudah berlalu.
Akhirnya Amir memilih menunggu... jawaban
Dhea.
Pemuda yang memiliki segalanya itu.
Akhirnya tertidur dalam penantiaannya.
__ADS_1
***
NEXT