Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 34 Khilaf itu terulang lagi


__ADS_3

Langkah ketiga sahabat itu selalu diiringi dengan canda dan tawa. "Tiba-tiba, siti menghentikan


Tawanya. Lalu dia "Berhalu".


Misalnya nanti kita sudah nikah.


Apa kita akan selalu bisa bersama-sama seperti


ini yaaaa...?


Nikahhhh.?


SMA saja belum lulus, Sudah kepikiran "NIKAH."


Haaahaaa... Dunia .. Dunia..!


Aminah terus mentertawakan pertanyaan konyol


Siti.


Akhirnya tawa itu terhenti.


Dan Aminah akhirnya menjawab pertanyaan Siti .


Ya.., tergantung dengan siapa dulu jodohmu.


Kalau jodoh kita sama orang sini.


Yaa pastilah kita tiap hari masih bisa pergi mengaji bersama seperti ini.


Kalau misal jodoh kita bukan orang sini. Maksudnya yang berbeda kota misalnya.


"Yaa pasti kita akan berpisah."


kata Siti memberi jawabannya begitu panjang.


Seperti menguraikan materi saja.


Lalu Siti dan Aminah terus tertawa.


Dhea hanya tersenyum mendengarkan tanya jawab kedua sohibnya.


Tapi ketika mendengar kata perpisahan.


Hati Dhea merasa sakit. ia terkenang ayahnya yang sudah tiada, Dan kenapa aku saat ini juga


Merindukan si tawa lebar..??


Diam-diam Ia sembunyikan air matanya dari kedua sohibnya.


Akhirnya semua candaan itu berhenti karena langkah mereka sudah memasuki gerbang masjid. Seperti biasa langkah ketiganya langsung menuju padasan.


"kalau masalah berwudhu Siti dan Aminah dulu."


Dan Dhea akan sengaja mereka tinggalkan.


Jahat yaaa mereka berdua..??


Tapi Dhea sudah terbiasa dengan kejailan mereka.

__ADS_1


"Dasar tak beradab.!


Kata Dhea Sebel juga .


"Apa kamu bilanggg..?


Suara itu mengagetkan Dhea.


Lalu tangannya menarik tangan Dhea.


Maaf maksudku bukan..


"KAMUUU...?


Teriak Dhea antara kaget dan senang.


Ini bukan libur sekolah kenapa kamu pulang?


Tanya Dhea pada pemilik tawa lebar.


"Aku sakit Dhe.., katanya bergetar."


Apa...?


Sakit apa..?


Tanya Dhea mulai khawatir..


Anajib nampak senang melihat kekhawatiran Dhea.


Sakit "RINDUUUU"..


Bibirnya. Dhea hanya diam.


Dan membiarkan bibir itu terus dalam kekuasaan


Anajib.


Bodohnya Dhea membiarkan Anajib melakukannya.


Semua itu karena perasaan cinta Dhea pada Anajib


Aku mencintaimu..., bisik hati Dhea.


Padasan lagi dan lagi jadi saksi ke bodohan Dhea.


Yang membiarkan bibirnya untuk ke dua kalinya.


Pertemuan bibir itu .


Dhea merasakan tangan itu mulai bergerak nakal.


Jantungnya seperti mau lepas ketika tangan itu menyingkapkan hijabnya.


Anajib melepaskan bibirnya.


Kali ini Ia berbisik aku sangat merindukanmu Dhe. Dan Dhea hanya terdiam ingin ia mendengar Anajib mengatakan cintanya.


Tapi hanya kata rindu yang ia dengar darinya.

__ADS_1


"Hayoooooo.. Berduaan saja.


Nanti yang ketigaanyaaa kalimat Salman belum


Selesai Anajib langsung memotong.


"YANG PASTI KETIGANYA KAMU"!!


Kamu samain aku SETAN..??


Kata Salman langsung mengambil air wudhu.


Dhea pun bergegas mengambil air wudhu.


Dan tak lama pak ustad,


pemilik tatapan mata tajam itu


Melewati kami yang sedang berwudhu.


"Astagfirullah."


Apa yang terjadi kalau perbuatan Anajib sampai ketahuan pak ustad.


"Hati Dhea merasa masih melayang.


Selesai berwudhu kakinya terasa lunglai tak berdaya. "Apa lagi pemilik tawa lebar melangkah di belakangnya."


Lalu di susul Salman yang terus menggoda .


"Hadeuhhh.. , Kacauuuu... !!


Kata Salman lalu keduanya tertawa.


"Diam-diam Dhea masih menatapnya sebelum Bayangannya menghilang terhalang pembatas .


"Jamaah laki-laki dan perempuan."


Wajah itu dihiasi tetesan sisa-sisa air wudhu dan Ia masih sempat melihatkan tawanya.


Lalu hilang dari pandangan terhalang pembatas


Yang terpangpang.


Sepanjang sholatnya Dhea merasakan perasaan Yang campur aduk antara ia sadar perbuatan dosa yang Ia dan tawa lebar lakukan.


"Tapi sisi hati Dhea yang lain merasakan perasaan yang bahagia berada dalam pelukannya.


"Astagfirullah.., Sepertinya Sholatku tak ada artinya, Karena sepanjang sholatku selalu terpangpang peristiwa di padasan tadi.


Suara Aamiin..., menyadarkan Dhea.


Dan memaksanya untuk khusuk dalam sholatnya.


***


NEXT.


Terimakasih buat semua, yang masih berkenan

__ADS_1


mampir dalam karya saya.🥰🥰🥰


__ADS_2