
Hari ini Dhea pulang sekolahnya agak terlambat
karena selepas jam terakhir lanjut eskul.
Biasa jam dua atau setengah tigaan, Dhea sudah sampai rumah. tapi hari ini sudah menjelang senja, Dhea baru melintas jalan raya depan masjid. tampak mobil merah terparkir dihalaman masjid, "mungkin pak ustad baru pulang bepergian... atau baru mo pergi" bisik hati Dhea . sambil terus mengayuh sepedanya,
Dhea tak ingin sampai tertinggal teman- temannya untuk pergi ke masjid.
Benar juga baru saja dhea memasukkan sepedanya, terdengar suara sholawatan dari masjid. Dhea langsung menyambar anduknya langsung mandi , baru juga selesai mandi
suara Siti dan Aminah sudah memanggil - manggil namanya.
"Dhea masih beruntung walaupun Siti dan Aminah tidak satu sekolah lagi tapi ... setidaknya
mereka masih bisa selalu bersama-sama untuk pergi mengaji.
Suasana dalam masjid nampak ramai, "tumben
ini anak-anak kecil pada berlarian dan becanda dalam masjid , batin Dhea".
Biasanya masjid itu selalu tertib terkondisikan
tidak ada yang berani becanda apalagi lari- larian, didalam masjid.
Suara adzan dikumandangkan Dhea bersama kedua sohibnya melangkah mengambil air wudhu. semenjak Anajib dikirim ke pondok
Dhea bebas dari cipratan air wudhu.
Dhea memasuki shaf belakang, dan sedari tadi matanya terus mencari. "sepertinya ada yang kurang ... apa yachhh ?
Ketika kak wandi maju mengisi tempat imam
Dhea baru menyadari pak ustad tak ada.
Sampai tiba waktunya kita belajar mengaji
pak ustad tak nampak juga.
"Pak ustad pergi ke pondok , jadi kalian
belajar ngajinya bersana kakak." kata kak wandi
penuh wibawa.
Siti terus berbisik "baguslah sekali-kali kita
ngajinya dengan kakak ganteng."
Dhea tidak menangapi ocehan Siti. Dhea terus menerka "ada apakah dia...??
sampai kak wandi memanggil namanya.
"Hayoo Dhea.. giliranmu baca kata kak wandi
__ADS_1
menyadarkannya.
Keluar pintu masjid "Dhea berharap ada suara
jail mencandainnya tapi semua sia-sia.
Seperti biasa diperjalanan pulang di isi dengan
candaan, kadang dengan obrolan.
Kita tebak besok sijahil ngaji ngga?
Suara Aminah memulai percakapan kami.
Mana krasan anak sejahil dia tinggal dipondok sich, jawab Siti.
Seperti biasa Dhea hanya diam menyimak percakapan kedua sohibnya itu.
Sampai mereka terpisah dipersimpangan jalan menuju rumahnya .
"Assalamualaikum Dhea mengucap salam sambil
menghampiri ibunya yang sedang menonton TV diruang tengah . "walaikumsalam jawab ibu sambil mengelus lembut kepala Dhea".
Makan gihhh kata ibunya kepada Dhea.
Nanti saja bu jawab Dhea sambil berlalu masuk kekamarnya.
Setibanya dikamarnya bukannya buku pelajaran yang Dhea buka pertama kalinya.
kenangan saat perpisahan dulu.
perlahan dhea membuka album itu..
dan poto yang paling Dhea sukai yaitu potho yang ada Anajib berdiri disampingnya. sambil tertawa lebar memamerkan barisan gigi putihnya.,"ada apa denganmu...??
Tak terasa air matanya jatuh satu persatu membasahi photo yang sedari tadi Dhea pandang.
Sebenarnya Dhea merindukan sosok sijahil itu,
setiap senjanya.
Sebenarnya Dhea merindukan cipratan air wudhu itu.
Tapi selama ini Dhea tak pernah berani bercerita kepada siapapun."
apa lagi bercerita kepada Siti dan Aminah,
bisa -bisa Dhea akan habis ditertawakan oleh
kedua sohibnya itu.
Suara adzan subuh membangunkan Dhea.
__ADS_1
dengan malas- malasan tapi Dhea segera bangun untuk sholat subuh.
Pagi ini Dhea berangkat sekolah dengan seribu pertanyaan dihatinya," kenapa dia sampai dijemput pulang ,mungkinkah dia tak krasan.?
Dikelaspun tak ada satu pun pelajaran yang
bisa dhea ikuti dengan fokus, fokusnya terbagi
memikirkan orang yang memiliki tawa lebar.
"Dhea... " suara bu Sri mengagetkan Dhea.
mana buku PR mu ..??
Aduchhhhh... kenapa aku sampai lupa mengerjakan PR matematikaku,??
Maaf bu saya lupa untuk mengerjajannya.
Tidak biasanya kamu tidak mengerjakan PR mu,
suara bu Sri terdengar heran, "oke saat ini ibu maafkan , "terimakasih bu .. jawab dhea dengan nafas lega.dan tatapan seisi kelaspun tertuju
pada dhea.
"Uchhh..." Sebel...!!
Harusnya aku tak selalu memikirkannya, dhea
terus berperang dengan hatinya, sambil terus mengngayuh sepedanya.
Tak seperti biasa sesampai dirumah dhea tak
menjumpai ibunya, dhea terus mencari dari setiap ruang, tapi tak juga ia jumpai ibunya.
"Dhe" bangun sudah sore ! suara lembut ibunya membangunkannya.
Besok lagi segera salin dulu baju seragamnya,
baru tidur entah sudah ke berapa kalinya,
Ibu selalu mengingatkan Dhea yang tertidur dengan baju seragam.
"Ibu dari mana sich...? tanya Dhea ingin tahu.
tadi ibu dan para tetangga menenggok mas Anajib putranya pak ustad, ibu membahasakan
mas karena pak ustad adalah orang yang dituakan ditempatku.
"ochhh sakit apakah dia.....?
Dhea berharap senja ini dia bisa melihat tawa itu
tapi ternyata Dhea hanya menelan kecewa....
__ADS_1
Bagi kalian yang mau tau lebih banyak lagi tentang cerita diatas tunggu episode selanjutnya yaa !😉