
Ketika orang yang di rindu menyapa dari sebrang .
Jujur tak ada sepatah katapun yang mampu untuk
melukiskan rasa bahagia itu.
"Terimakasih sayang."atas perjuangannya kau berikan mas putri yang cantik.
Sekarang katakan pada mas, kamu mo hadiah apa?"
Tanya Anajib pada istrinya.
"Mas aku ingin dipeluk ...!"
Kata Dhea sambil berurai air mata.
"Siniii...,"nampak Anajib membentangkan tangannya dari sebrang sana.
"Iihhhhhh...,Mass bojoooo,nyebelin."
Huuu huuu Dhea semakin sedih karena kenyataannya suami yang ia rindukan tak mampu ia peluk.
"Heiii,kutu buku..."
Mas ngga suka yaa,gelar yang kamu beri.!"
"Apaan itu mas bojooo..?"
Anajib pura-pura ngambek,untuk menghentikan tangisan orang yang ia cintai.
"Dhee... hatiku sakit melihat air matamu."
"Namun lebih sakit lagi aku tak mampu menghapus air mata itu."
Bisik Anajib menahan air matanya.
Keduanya hanya saling menatap.
"Sayang..,anak kita akan diberi nama siapa.?"
Tanya sang suami pada istrinya.
Dhea hanya diam menatap wajah itu.
"Semakin ganteng saja suamiku ,"bisik Dhea.
"Heii kutu buku,kamu kok terpana gituu..?"
"Suamimu tambah ganteng ya..?"
Anajib terus bercanda.
Dhea masih diam tak berkata-kata.
Hanya menatap wajah gantengnya VC saja Dhea seperti dia nyata hadir untuk dirinya.
Tiba-tiba perawat itu masuk keruangan membawa
bayi yang sedang menangis.
Ouaa ouaaa ouaaa...
"Maaf ibu Dhea,saatnya memberi ASI.!"
Kata perawat itu mendekat ke arah Dhea.
Dhea menyimpan HP yang masih tersambung VC.
Itu dimeja samping ranjangnya.
Lalu perawat itu memberikan bayi Dhea dalam pangkuannya. Dan perawat itu berlalu meninggalkan Dhea dengan bayinya.
"Sayang..,lihat ada abi nak."
Dhea bukanya memberi ASI anaknya malah menunjukkan wajah bayinya kelayar HP.
__ADS_1
''Bidadari kecil abi..."Kata Anajib dari sebrang sana.
Ouaaa ouaaa ouaaa..
Bayi itu terus menangis.
Buru-buru Dhea memberi ASI,agak kerepotan sepertinya dan masih agak kaku.
"Hati ini sakit Dhe melihatmu sendirian mengurus anak kita."Bisik Anajib sambil terus melihat pemandangan dalam layar HPnya.
"Mas siapa nama anak kita.?"
Dhea bertanya nama anaknya yang percakapannya tadi sempat terpotong oleh hadirnya perawat.
"Syifa Anajib."
Kata suaminya lalu HP itu terputus.
"Uuhhhh kebiasaan, si kutu buku belum selesai suka dimatikan nggak sopan banget.!"
Kata Anajib kesel pada Dhea.
Padahal HP pak leknya lowbet total.
"Yaaa, abi kenapa ya sayang..?"
Kok nggak pamit pada syifa dan umi.
"Dasar suami gantengku...!"
Kebiasaan suka bercandanya kelewatan kata Dhea
asal nuduh.
***
Anajib terduduk ditepi ranjangnya.
Hatinya masih bergetar tangisan bayinya masih terngiang ditelinganya.
Kata Anajib, mulai besok aku harus berbicara pada ustad Sanusi. Mungkin beliau bisa membantu aku mencarikan kerja itu yang sekarang terlintas dalam pikirannya.
Lalu ia melangkah mengambil air minum.
Semesta ikut merasakan kebahagiaan Dhea dan Anajib.
Sedangkan dikota kecil keluarga pak ustad berencana acara perjodohan Anajib dengan putri pemilik pondok pesantren yang terkenal dijawa.
"Bu sebelum kita ketemu keluarga pak kyai.."
"Bapak akan rembukan dulu dengan adik bapak,
InsyaAllah besok bapak akan ke Bandung."
kata ustad Abdul pada istrinya.
"Begitu lebih baik pak."
Kata sang istri.
"Ibu ikut ya pak,pengen ketemu Dhea,apa kabarnya dia.?"
Kata istri pak ustad pada suaminya.
"Baiklah bu,besok kita berangkat ke Bandung pagi-pagi sekali."
Kata ustad pada istrinya lalu beliau pergi untuk istirahat.
***
Dhea nampak tertidur ditemani ibu Euis.
Suaminya bu Euis masih duduk dibangku diluar ruangan. Lamat-lamat suara adzan Subuh mengumandang dari masjid yang letaknya di samping rumah sakit.
Bu Euis terbangun segera menemui suaminya.
__ADS_1
Untuk menunaikan sholat subuh.
Karena Dhea persalinannya normal maka tidak butuh waktu lama di rumah sakit.
Setelah sholat Subuh bu Euis,berkemas merapikan
perlengkapan bayi kedalam tas.
Dhea sudah selesai mandi.
"Tunggu bapak membereskan administrasinya dulu mbak." Kata beliau pada Dhea.
"Baik bu."
Jawab Dhea,sebenarnya hatinya nggak enak sudah merepotkan pasangan suami istri itu.
Setelah menyelesaikan administrasi,beliau menghampiri istrinya.
"Ayo mah sudah beres semuanya.!"
Kata suaminya sambil menjinjing tas.
Dan bu Euis menggendong bayi Dhea.
Dhea berjalan disamping bu Euis.
Mereka masuk dalam mobil.
Tak lama kemudian mobil itu pun melaju meninggalkan rumah sakit.
Setelah beberapa saat Mobil itu melaju.
Lalu menepi didepan rumah besar disebrang pondok.
Dhea turun dari mobil dan melangkah menuju kamarnya.Kos-kosan itu sudah mulai sepi sepertinya anak-anak kos sudah berangkat kuliah.
Dhea berjalan duluan dan membuka pintu kamarnya.
Cekrekkk.
Pintu pun terbuka.
"Assalamualaikum.."
Salam bu Euis.
"Walaikumsalam."
Jawab Dhea.
Lalu mereka masuk.
Dhea menyiapkan bantal mungil itu buat bidadari kecilnya.
Bu Euis menidurkan bayi itu.
"Alhamdulillah sudah di rumah,"kata Dhea pada anaknya.
"Mbak Dhea saya pulang dulu ya."
Pamit bu Euis pada Dhea.
"Nanti kalau ada apa-apa panggil saja,jangan sungkan-sungkan."Kata bu Euis.
"Baik terimakasih ya bu."
Kata Dhea,lalu berjalan menutup pintu kamarnya.
Kini Dhea tak sendiri lagi.
Ada bidadari kecilnya yang selalu menemaninya.
Dengan menatap buah hatinya mampu menghapus semua lara," bidadari umi kamu adalah penawar rindu umi pada abi."
💕💕💕
__ADS_1
Terimakasih kakak semua atas dukungannya.🙏