
Wajah pemilik tatapan tajam itu terus khusuk dalam diamnya .
Begitu juga dengan pak sopir , Hanya sesekali menawarkan minum pada majikannya.
"Dhea pun dari semenjak naik mobil sampai dalam sepanjang perjalanan tak berani berbicara.
Mobil terus melaju dalam kecepatan sedang.
Untuk perjalanan menuju kota Bandung atau Yang di sebut Kota Kembang itu Alhamdulillah
Sangat lancar.
"Kira- kira perjalanan di tempuh waktu empat jam. Pak ustad meminta Sopirnya untuk menepi
Di tempat peristirahatan.
Dan kami pun turun dari mobil untuk Istirahat Sekalian melaksanakan sholat .
Tak butuh waktu lama. perjalananpun di lanjutkan.
Dan setelah menempuh perjalanan total sembilan jam. itu biasa jarak tempuh dari kota kecil ke kota kembang.
Nampak mobil itu pun memasuki Kompleks perumahan yang terjajar rapi dan nampak bersih.
Komplek kost putri Armina.
Penginapan itu berada di jalan geger kalong tengah No. 14 .A.
Posisinya tepat di belakang kampus UPI.
Kami di sambut Sepasang suami istri .
Dan kami di persilahkan masuk.
Pak Ustad sepertinya sangat akrab dengan bapak pemilik kost itu.
__ADS_1
"Oohh.. Dhea baru paham ternyata bapak pemilik kost itu adalah adik dari pak ustad.
Pantas pak ustad begitu akrab dengan keluarga ini. " Lalu Ibu kost yang bernama bu Euis yang tak lain adik ipar pak ustad."
Mengajak Dhea untuk istirahat ke kamarnya .
Yang nantinya akan menjadi kamar pribadinya Selama dia menempuh pendidikan di UPI.
"Dhea meminta ijin kepada pak ustad untuk istirahat. " Dan Dhea berjalan membuntuti ibu Euis . Ini mbak Dhea .. kamarnya kalau mau merapikan baju-bajunya silahkan di masukkan di dalam lemari.
"Baik ibu terimakasih kata Dhea melangkah masuk ke kamar sambil menjijing tas ranselnya.
"Saya tinggal dulu ya mbak Dhea...!
"Kalau misalnya butuh apa-apa jangan sungkan-sungkan mbak, nanti datang aja ke rumah yaa.!!
Kata bu Euis sambil melangkah keluar dari kamar Dhea.
"Baik ibu terimakasih..!
Dan Dia langsung mengunci rapat-rapat pintu kamarnya.
"Malam semakin menjelang, Dhea pun merapikan baju-bajunya ke dalam Lemari.
Kamar kostnya satu kamar tetapi cukup besar muat satu lemari baju, satu kasur berukuran sedang, dan ada meja belajar. masih di lengkapi dengan kamar mandi.
Selesai memasukkan semua baju-bajunya Dhea
Meluruskan punggungnya di atas kasur.
Asa sudah belasan tahun terpisah dengan ibu dan tawa lebar .
"Padahal baru satu senja Dhea tak jumpa."
Tak terasa air matanya runtuh juga.
__ADS_1
"Dhea belajar ikhlas harus terpisah jauh dari orang-orang yang Dhea sayang.
Tergiang canda tawa dua sohibnya.
Terbayang wajah yang selalu tulus menantinya
Di depan pintu yaitu ibu.
"Dan tangis itu semakin pecah ketika wajah tawa lebar itu terlintas dalam angannya.
Dhea terus menumpahkan air matanya.
Kini dia semakin sadar sebuah cita-cita dan harapan itu untuk menggapainya perlu dibutuhkan keikhlasan, tawakal dan belajar redha akan satu ketentuan.
Dan dhea paksa mata yang terus berurai air mata itu untuk segera tertidur, untuk menghilangkan penatnya.
***
Walaupun malam semakin larut dan terasa semakin sunyi, Namun pemilik tawa lebar itu
Sangat galau ketika senja tadi tak di jumpainya.
Si pemilik wajah lugu yang bibirnya selalu jadi
Korban kenakalannya.
"Achhh.., kamu kemana sihhh Dhee...??
"Ketika ku bertanya pada dua sohibmu.
"Aku malah habis di cengin..!!
Lalu pemilik wajah ganteng itu gelisah dalam tidurnya.
***
__ADS_1
NEXT