
Pagi menjelang .
Hari efektif untuk perkuliahan semester pertama sudah di mulai. Pagi ini Dhea bersiap untuk ngampus hari pertama.
Dhea mulai memantas - mantaskan dirinya di depan kaca. dipolesnya wajahnya dengan bedak tabur my baby, Bedak kesukaan Dhea wangi bayi
Kata Bilqis mah "heheee".
Dhea poleskan tipis - tipis lipstik di bibirnya.
"Bismillah.."
Dhea langkahkan kakinya menuju kampusnya.
Baru saja tiga langkah, Tiba - tiba ada yang memanggil namanya.
"Dheee... "
Langkah Dheapun terhenti.
"Buru - buru amat.! Kata kak Umar.
sambil berusaha menyusul langkah Dhea.
"Ehhh, Kakak. Dhea nampak kaget di sapa Umar.
O.. yaa kamu sudah sarapan belum??
Tanya Umar pada Dhea.
Pasti belumkan..??
Umar terus bertanya tanpa menunggu jawaban
Dari Dhea.
"Kita sarapan dulu yukk. Kata Umar sambil menarik tangan Dhea.
Lagi - lagi Umar tanpa menunggu persetujuan Dhea, Tangan itu sudah menuntun Dhea masuk Warung nasi.
Makan di sini atau di bungkus kak.??
Tanya pemilik warung.
"Sini." Jawab Umar
"Di bungkus" jawab Dhea.
Pemilik warung tersenyum.
Oke bungkus satu, makan di sini satu yaa kak??
Tanya pemilik warung minta kepastian.
Umar menatap Dhea. "DEG" Aduhh..
Tatapan matanya kak Umar mengingatkan
__ADS_1
Pada Anajib.
"Yaa Kak Umar ada kemiripan dengan tawa lebar.
"Yeyyyyyy.....'
Ditanya malah melamun.!
Kata Umar sambil melambaikan tangannya.
Eehhh iya kak.!
makan sini??
Dhea cuma mengangguk kikuk.
Lalu Umar menarik bangku untuk Dhea.
Sini duduk..!! kata Umar sambil menyimpan tasnya.
Dhea seperti di hipnotis selalu nurut dengan
Apa yang Umar perintahkan.
Makanan yang di pesan pun datang.
"Ayoo makan..!! Kata Umar sambil menyuap
nasinya.
"Dhea nampak malu - malu menyuap nasinya.
"Kenapa..??
Tanya Umar merasa selalu di perhatikan oleh Dhea.
"Ukhuhh" Nggak nyangka orang yang di batinnya akan menoleh. Dhea kaget sampai kesedak.
Nichhh.. minum.!!
Kata Umar, memberi minum pada Dhea.
Terimakasih kak.
Umar makannya sudah selesai.
Sedangkan Dhea ..??
Kamu dari tadi makan nggak kelar - kelar.
Perlu aku Suapin..?? Tanya Umar sambil mengambil sendok Dhea.
Nggak..!!
Teriak Dhea reflek mengambil sendok yang di pegang Umar.
Dasar Umar.. , Sudah tahu Dhea mukanya sudah merah karena malu.
__ADS_1
Malah semakin senang dia menggoda Dhea.
Sendok yang di tangannya malah di gerakkan ke kanan dan ke kiri.
Dhea nggak berhasil mengambil sendoknya.
Biar cepat aku suapin..!!
Ayoo Haaa..., perintah Umar.
Dhea menggelengkan kepalanya.
Udah kenyang kak.
Dhea duluan aja yaa kak.!
Lalu Dhea berdiri membayar sarapannya.
"Udah di bayar sama kakaknya.!
Kata pemilik warung.
Oohhh.. Oke terimakasih kak.
Lalu Dhea melangkah duluan niat hati dia ingin
Meninggalkan Umar.
Tetapi hal yang mudah menyusul langkah Dhea.
Bagi Umar pemilik badan jangkung, pastilah langkah kakinya panjang.
"Dheaa...,
Suara Bilqis menghentikan langkahnya.
Dhea pun memilih menunggu Bilqis .
Dari pada berjalan bareng Orang Aneh..!
Kakak duluan yaa.!
Kata Umar lalu meninggalkan Dhea yang menunggu Bilqis.
"Hadeuhhh.. kenapa nggak dari tadi duluan.!!
Batin Dhea kesel.
Tak di sangka Umar menoleh .
Dhea merasa malu ketahuan masih memperhatikan Setiap langkah Umar.
"Duchhh dasar Orang Aneh, Batin Dhea.
Melihat langkah Umar semakin jauh dan hilang dari pandangan.
Dhea dan Bilqis pun menaiki anak tangga demi anak tangga untuk menuju kelas mereka
__ADS_1
Yang berada di lantai tiga.
***