
Asal kamu tahu bahagiaku sesederhana bermain air wudhu di padasan bersama mu.
"Andai kamu tahu."
Rutinitasku dalam pengasinganku.
"Sebutan pondok menurut bahasa mu"
Kadang kala ada masa Girohhh... ada masa futur.
Aku sama seperti mu, dan teman yang lain.
Rindu itu.
Kadang sulit ku tepis dari hatiku.
Bohong besar." Kalau aku tak merindukan mu."
Padatnya jadwal belajarku kadang membuatku
Menemukan titik jemu.
"Tapi ku semangati hatiku dengan selalu mengenang kebersamaan denganmu."
"Duchhhh."
Ada yang rindu rumah nich..!!
Suara Ahmad membuyarkan lamunku.
Ahmad teman sekamarku di kobong.
Dia teman yang baik, selalu menguatkan kala aku rindu pada kota kecil.
Di mana di sana kau berada.
Aku ingin cepat lulus.
Dan aku berharap ketika kuliah nanti kita akan bersama lagi.
Selalu bersama-sama , seperti masa kecil kita.
"Anajib berharap dalam doanya."
Lalu dia segera pejamkan matanya.
Karena Dia sadar waktu istirahat sangatlah berarti dalam kehidupan pesantren.
Makanya Ia harus pandai untuk memanfaatkan.
***
Pulang sekolah Dhea mampir ke toko besar yang
Dekat dengan sekolahnya.
"Permisi bu ,saya mo ambil sisa kuenya."
Ooo mbak Dhea.
Kata ibu pemilik toko itu.
"Alhamdulillah mbak , hari ini kuenya nggak bersisa." kata pemilik toko itu memancarkan kegembiraannya.
"Alhamdulillah bu."Terimakasih atas bantuannya. kata Dhea sembari merapikan tempat-tempat kue nya.
Dan ibu itu menyerahkan uang hasil jualan kue
ke Dhea. "sampai besok yaa buu"!
__ADS_1
kata Dhea sekalian pamit.
Begitulah hari-hari Dhea.
Setiap berangkat sekolah sekalian menitipkan
Kue-kue hasil buatan ibunya.
Alhamdulillah bisa membantu biaya ongkos sekolah Dhea.
***
Senja sudah menyapa.
Dhea pun bersiap untuk pergi ke masjid, Senja masih selalu setia menebarkan pesona dengan melukiskan cahaya yang merah merona dan langitpun nampak mulai sedikit gelap.
"DHeee... , Dah disamper tuchhh.
suara ibu memberi tahu.
"Yaaaaa bu, tungguu.!
Dhea ambil mukena dan musafnya.
Dan ia melangkah ke dapur untuk berpamitan pada ibunya.
"Assalamualaikum ." bu..
"Walaikumsalam." ibu menjawab salamnya.
Ketiga sahabat itu pun melangkah. Bersama-sama pergi ke masjid seperti biasanya.
Canda tawa masih terdengar di antara langkah kakinya. Tak terasa langkah ketiga sudah masuk gerbang masjid.
"Eehhhh Dheee."
Coba perhatikan kenal ngga sama orang itu..??
Dan Dhea menoleh ke arah yang di tunjuk pada
Seseorang.
Dan Orang itu sudah memamerkan barisan gigi
putihnya, Diantara tawa lebarnya.
"HAIIIIII... KAMUUUU!
Dhea berteriak tertahan , Dia sangat spontan
Meluapkan bahagianya .
Ekspresi wajahnya tidak bisa berbohong.
Dia sangat bahagia..
Dhea membiarkan pemilik tawa lebar itu mengengam jarinya.
Keduanya tengelam dalam kerinduannya yang selama ini mereka pendam.
Wajahnya semakin tampan.
Dhea sudah berani menatap wajahnya tawa lebar. biasanya dia akan menunduk menghindar
Dari tatapannya.
Tapi senja ini..," keduanya saling memandang"
Astaqfirullah rupanya mereka khilaf.
__ADS_1
Wajah tampan itu kok begitu dekat dan semakin
Dekat ke wajah Dhea.. tinggal beberapa inci bibir itu menyentuh wajah Dhea.
"EEHEMM... EEHEMM"!!
Astaqfirullah keduanya sama kagetnya.
Dan cup bibir itu mendarat di kerudung Dhea.
Anajib masih memegang tangan Dhea.
Dia menarik Dhea kepadasan.
" TATAPAN TAJAM YANG PENUH AMARAH"
Sang ustad sudah menantinya.
Perasaan memang tidak mudah dihindari.
Keduanya sama-sama merindukan moment
Bermain air wudhu di padasan.
"Dhea sudah selesai berwudhu, "Tapi Lagi dan lagi Anajib akan memegang tangannya.
Dan keduanya sama-sama mecipratkan air.
"HAIII.. KAMU..!!
Basah tauuu.., teriak Dhea ketawa.
Biasanya Dhea akan marah.
Tapi tidak untuk senja ini.
Kebiasaan Dhea untuk membalas dia.
Dhea menampung air padasan itu dengan kedua
Tangannya Dan byurrrr... air itu membasahi baju
Anajib dan Dhea buru-buru berlalu dari padasan itu.
"Tapii tidak semulus itu Dhea bisa melarikan diri
Dari tawa lebar."
Secepat kilat Anajib menarik tangannya, Dan hup
Ternyata Dia terlalu kencang menarik tangan Dheanya hingga Dhea terpelanting jatuh.
Tapiii ... syukurlah tangannya dengan sigap menangkapnya .
"Astaqfirullah"
Tubuh itu berada dalam peluknya.
"Aamiin...."
Suara jamaah menyadarkan keduanya.
mereka mengulang wudhunya.
Dan mengejar rakaatnya.
DAN TATAPAN TAJAM ITU MENUNGGU KE DUANYA.
***
__ADS_1
Okeee tunggu kelanjutannya di Episode berikutnya yaa..😇😇
Dan terimakasih yang sudah mampir di karya saya.🙏🙏