Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 97 Menunggu Kehadiranmu


__ADS_3

Meski ku tak tahu entah kapan hadirmu.


Untuk mengisi sunyinya hari-hariku.


Entah kapan,kau benar-benar ada untukku.


Melengkapi cerita dalam kehidupan nyata,bukan hanya sekedar mimpi semu.


Apakah hadirmu esok hari...


Atau lusa nanti...


Yang pasti disini aku akan selalu setia menunggu


hadirmu.


Dhea Anatasya yang mencintai Anajib tulus dari hati bukan karena kastanya yang di hormati dan selalu dijunjung tinggi.


Kini hari-hari Dhea merasa jiwanya ingin meronta.


Hatinya yang dilanda gelisah.


Raganya merasa lemah,tak kuasa pipi itu kembali bersimbah.


Sang belahan jiwa akan segera kembali.


Dan berjanji tak akan meninggalkan ia dan Syifa anaknya nanti apapun yang akan terjadi.


Cinta Dhea teguh,setianya ia jaga.


Tak mudah membesarkan anak tanpa hadirnya seorang pendamping karena keadaan yang mengharuskan mereka sementara terpisah.


Namun kini tinggal tunggu,entah hitungan hari atau jam,mungkin juga menit.


Dia segera datang.Muncul ketakutan dihatinya.


Dhea yang menanti sebuah pengakuan.


Bagai buih dilautan terombang-ambing.


Tak tau arah yang dituju.


Bimbang dalam hati,perjalanan panjang yang sangat melelahkan dan menguras emosi,dan menguji kesabaran mana kala suara-suara sumbang menanyakan status pernikahannya.


Yang hari-harinya tak pernah hadir sosok yang dia panggil mas bojo. Abinya Syifa.


Dhea kini menghela nafas membuang semua keraguan.


Entah sampai kapan sandiwara ini akan bertepi.


Adakah berakhir indah?"


Atau berakhir dengan luka yang dalam?"


Di belahan bumi di negeri Mesir.


Pelukan perpisahan untuk Yusuf sahabat sekaligus putra ustadz Sanusi,yang memberinya tempat tinggal selama di Mesir.


Pemuda rupawan itu saling peluk dan saling mendoakan.Begitu juga sang ustadz selalu memberikan petuahnya,serta senyum tulus bunda Yusuf untuk Anajib.

__ADS_1


Salam persaudaraan mereka titipkan untuk bapak dan ibunya,serta istri dan anaknya di Indonesia.


Lambaian tangan melepas seorang Anajib.


Untuk kembali ke Indonesia,penuhi panggilan cinta dan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga.


Tubuh tinggi itu segera naik tangga demi tangga.


Burung besi itu take off,mengatarkan jiwanya menemui orang-orang yang terkasih penyemangat hidupnya.


Di kota kecil sang ustad dan istri sudah sejak tadi


bertolak ke bandara untuk menyambut sikebanggaan. Syifa kecil ikut serta.


Namun tidak untuk Dhea.


Mang siapa dia,bukan siapa-siapa itu dipandangan bapak ustadz dan istrinya.


Mobil merah menepi di tempat parkir bandara.


Lalu mereka segera turun dan melangkah pasti menanti kedatangan seorang Anajib.


Setelah beberapa saat keluarga itu menunggu.


Burung besi penerbangan Mesir ke Jogja itu akhirnya landing dengan selamat.


Suasana bandara nampak ramai dan sibuk.


Syifa ternyata sudah sangat mengenal sosok sang abi.Ketika tubuh tinggi itu melangkah mendekat dengan mendorong kopernya.


Gadis kecil berhijab nan cantik itu.


Berlari sambil berteriak abi......


Seperti biasa badannya yang tinggi akan membungkuk menyambut bidadari kecilnya.


Dan huppp,tubuh kecil Syifa langsung berada dalam peluknya.


"Bidadari kecil kesayangan abi." Lalu cup ciuman sayang bertubi-tubi mendarat dikening dan pipi Syifa.


Dan kini langkahnya mendekat menghampiri bapak dan ibunya.


"Assalamualaikum."


Sapanya sambil mencium punggung tangan keduanya.


"Walaikumsalamwarahmatullah."


Dan pelukan itu menyambutnya.


Setelah saling sapa,mereka melangkah menuju tempat parkir dimana mobil merah sudah siap meluncur menuju kediamannya.


Detak jantungnya semakin berpacu,manakala laju


mobil semakin mendekat dengan jarak tempuhnya.


Setelah beberapa saat lamanya,pak sopir menepikan mobilnya.


Syifa orang yang pertama turun,dan segera lari mencari uminya.

__ADS_1


"Umi...., umi... abi sudah pulang."


Teriak Syifa sangat riang.


Dhea yang masih lemah pun menyambut Syifa.


"Umi,hayooo cepat temui abi!"


Pintanya pada Dhea.


"Yaa sayang umi temui abinya nanti ya."


Jawab Dhea pada Syifa.


Syifa menatap sang umi kecewa.


"Kenapa umi,umi nggak suka abi pulang?"


Deg.


Pertanyaan Syifa begitu menyesakkan dada.


Dia tak tau kisah perjalanan hidupnya.


"Kamu masih terlalu kecil sayang,dan tak perlu tau apa yang umi dan abi rahasiakan."


Bisik Dhea dalam hatinya.


Dan Syifa akhirnya memilih pergi menemui abinya.


Dan meninggalkan sang umi di kamarnya.


Anajib mengira Dhea sedang bekerja.


Makanya ia dengan percaya diri nyelonong masuk kamar. Dan hatinya bergetar ternyata Dhea menatap kaget akan hadirnya.


Ketika Anajib mendekat Dhea merasa mual yang tiba-tiba. Aueeekkkk auekkkk...


Buru-buru Dhea mendorong tubuh yang berusaha memeluknya "Bauuu.."


Kata Dhea sembari bergegas memuntahkan isi perutnya.


"Kutu buku,kamu sakit apa.?"


Tanya sang belahan jiwa khawatir dan menyusulnya ke kamar mandi.


Anajib menatap tubuh itu begitu lemah tanpa pikir panjang ia menggendongnya dan menidurkan diatas ranjangnya.


"Keluarlah sebelum bapak dan ibu melihatnya."


Kata Dhea.


Lalu ia pun melangkah keluar meninggalkannya.


"Aku akan segera mengatakan yang sebenarnya."


Katanya dalam hati.


...๐ŸŒบ๐ŸŒบ Sampai jumpa di episode selanjutnya๐ŸŒบ๐ŸŒบ...

__ADS_1


Terimakasih atas semua dukungannya.


๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2