Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 48


__ADS_3

Kehidupan itu memang penuh dengan misteri.


Kita tidak pernah tahu, Rencana yang Tuhan tulis


untuk kisah hidup kita.


Jangankan untuk jagka panjang kedepannya.


Lima menit bahkan detik kedepanpun kita tak


Mampu menebaknya.


Begitu juga dengan Anajib maupun Dhea.


Keduanya sama - sama hanya bisa menahan


Kerinduannya.


Mereka melewati hari - harinya dengan rindu


Yang kian hari semakin menyiksa.


Tapi apa daya..??


Keduanya tak pernah tahu bagaimana cara agar mereka bisa bertemu.??


Ingin sebenarnya keduanya selalu bersama.


Seperti masa - masa kecil yang sudah mereka


Lewati bersama.


Waktu terus bergerak tak pernah mau menunggu


Dan dengan berjalannya waktu.


Tak terasa keduanya sudah melewati satu semester di perkuliahaannya.


Dan kini tibalah masa libur akhir Semester.


"Pagi sekali pemuda berkumis itu meminta ijin


pada orang tuanya. untuk liburan bersama teman - temannya di Jogya.


Bapak dan ibu Anajib memberi ijin.


Karena liburannya masih deket dengan kota tempat tinggalnya.


Setelah berpamitan Anajib mengendarai motornya.


Bapak dan ibu melepas kepergian anak laki-laki


Kebanggaannya.


Jogya amatlah dekat dengan kotanya.


Karena itu Anajib pun untuk kuliahnya Dia tempuh dengan PP tiap harinya.


"Begitu juga dengan perjalanannya di pagi ini.


Begitu mulus tanpa kendala.


Hanya butuh waktu dua jam motor itu sudah terparkir di depan rumah Beni.


"Ternyata rencana meleset..!


Yang tadinya untuk berlibur di kota jogya harus Di gagalkan ???


Tenang "Najib"..!

__ADS_1


Liburan tetap jalan, cuma beda kota saja.!


Kata Beni ketika melihat kekecewa di wajah Anajib.


Sahabatnya itu..


Iyaa.., keluarga Beni malah memutuskan Libur Semester ini, Untuk pergi liburan ke kota Bandung. Ke tempat abah dan nininya.


"Wowww."


"Bolehhh tuchhh." Teriak Anajib senang seperti anak kecil yang mendapat hadiah."


Anajib begitu antusias mendengar rencana liburan yang di alihkan ke kota kembang Bandung.


Walaupun bu lek dan pak leknya adik dari bapak


Anajib tinggal di Bandung.


Tetapi Dia jarang pergi ke Bandung.


Berangkatlah rombongan keluarga Beni Dan ada


Anajib ikut serta meluncur ke kota kembang


Bandung. Kurang lebih delapan jam perjalanan


Yang mereka tempuh akhirnya mobil itu menepi


Di Jl. Geger kalong hilir No 38 Bandung.


"Rombongan itu berebut turun dari mobil."


Beni dan Anajib walau baru kenal di kampus dan


Umur persahabatan mereka baru satu semester.


Ya selama kuliah saja sebenarnya mereka jadi sahabat karena mereka sama - sama satu fakultas dan satu kelas.


Ayah dan ibu Beni pergi ke kamar untuk beristirahat. Beni mengajak Anajib untuk ngobrol di teras depan.


"Kapan kita mulai menjelajah kota kembang??


Anajib seperti tak sabar untuk jalan - jalan.


Tenanglah "Mas Bro.."


Istirahat dulu besok pagi - pagi kita mulai menjelajah kita jalan kaki saja.


Yaa... kita telusuri dulu sepanjang Jl. geger kalong. Ada juga lho pondok yang di geger kalong.


kalau kamu mau, kita sholat subuh jamaah di sana setelah itu..."kita ikut kajiannya."


"Itung - itung kita rekreasi qalbu.."


"Bolehhhh..! Jawab Anajib .


"Okee kita istirahat dulu yaa Broo..! kata Beni.


Lalu ke duanya masuk kamar yang sudah disediakan keluarga abahnya.


***


Di dalam kesendiriannya.


Malam - malam terasa panjang apa lagi ditambah perasaan rindu yang mendalam.


Kalau berbicara rindu.. tak ada kata - kata yang Mampu untuk melukiskannya.


"Anajib..."

__ADS_1


Di manapun kamu berada...


Aku selalu berharap lewat "DOA"


Yaaa... walaupun kita jauh terpisahkan oleh jarak


Yang terbentang.


Namun lewat Doa kita akan di pertemukan.


"Anajib.."


Aku sudah berjanji pada Pak Ustad.


Untuk menghapus dirimu dari hidupku...


Tetapiii.. Aku bukalah seorang munafik..


Aku tak bisa membohongi hati ku.


Aku berusaha menepis rinduku..


Tapi semakin ku berpaling dari rasa ituu..


Aku semakin tersiksa akan rinduku....


Anajib..


Aku sadar siapa diriku.


Tapi rasa cintaku tak mampu berpaling darimu.


Dhea pun mengakhiri coretan penanya.


"Drerrtt.. Drettt.."


HP nya bergetar ada panggilan masuk.


Dhea kenal betul itu No tetangganya yang di kota kecil.


"Assalamualaikum".. Mbak Dhea.


"walaikumsalam" Bu le..


"Apa kabarnya ibu ..??


"ibu mu sehat mbak."


ini kalau mo bicara dengan ibu.!


"Lalu Dhea dan ibunya pun melepas rindu lewat Sambungan Telpon.


"Nak pesan pak Ustad liburan ini beliau tidak Bisa menjemputmu ke Bandung.!


"Deg"


Air mata Dhea runtuh.


Harapnya bertemu dengan tawa lebar sirna sudah.


Dan percakapanpun di akhiri.


Karena nggak enak ngobrol lama-lama.


HPnya kan dapat pinjam tetangga.


"Akuu rinduuuu..kamuuu.."


Isak tangis Dhea pecah.

__ADS_1


Menahan rindunya.


***


__ADS_2