
Masa - masa Ospek adalah sebuah pengalaman
Yang sangat berarti bagi Dhea.
Dhea Benar - benar memanfaatkan masa ospek,
Untuk belajar beradaptasi di lingkungan kampus
Barunya.
Dhea juga sangat bersyukur kakak-kakak senior
Selalu mendampingi dalam kegiatan demi kegiatan. Dari seluruh rangkaian selama ospek
Yang bertujuan pembentukan watak bagi mahasiswa baru.
Dhea pribadi mulai mengenal dan memahami lingkungan kampus.
Sebagai suatu lingkungan akademis.
Serta memahami mekanisme yang berlaku di dalamnya.
Selama ospek Dhea sudah mulai mendapat teman yang sama - sama maba.
Ada juga sihh yang senior, yang sangat ramah padanya.
Karena ternyata sang senior kostnya satu kompleks dengan Dhea.
"Kak Umar namanya."
"Ciehhhhh..."
Hebat jadi maba , langsung punya gebetan Senior nichhh.. canda Bilqis.
"Apaan sichhh bil..!
Fitnah banget..! Kata Dhea merasa nggak enak
Dengan kak Umar, karena sampai menoleh
Ke arah mereka.
Dan Umar pun memberi senyum pada ke duanya.
"Widihhhhhh..."
Ku tak kuat dengan senyum mautnya..!
Bisik Bilqis pada Dhea yang masih tertunduk malu - malu dan terlihat Dhea salah tingkah.
"Wadawww... ini mah bukan Fitnah tapi "FAKTA".
__ADS_1
Bilqis terus menggoda.
Sepertinya Bilqis semakin senang melihat Dhea yang semakin jelas malunya.
"Di hari - hari terakhir ospek."
Dhea semakin nggak sabar ingin cepat bisa berada di kelas.
Bagaikan lagunya "Krisdayanti". Dhea mulai menghitung hari, detik demi detik.
Kapan dia bakal bener - bener bisa mulai ikut perkuliahan.
Dhea sangat bersyukur semua urusannya di mudahkan .
Masa ospek sudah Dhea lalui selama sepekan.
Dan hari ini adalah hari terakhir Dia mengikuti penutupan bagian dari ospek.
Bilqis mengajak Dhea untuk mencari makan.
Dan keduanya melangkah ke warung nasi yang Serba sepuluh ribu.
Dalam perjalanannya Bilqis dan Dhea terus mengobrol ngalor ngidul.
Sampai akhirnya mereka masuk ke warung nasi yang mereka tuju.
"Makan di sini atau di bungkus kak.??
Nampak keduanya berbisik.
"Di bungkus saja bu..!
Kata Dhea.
"Kita makannya di tempat kost ku aja Yaa Bil.?
Ajak Dhea pada Bilqis.
Dan Bilqis terlihat mengangguk tanda setuju.
Sekalian biar aku tahu kost mu Dhe.!
Lanjut Bilqis.
Dan setelah membayar nasinya.
Dhea dan Bilqis berjalan beriringan menuju
Tempat kost Dhea.
Butuh waktu hanya dengan hitungan menit.
__ADS_1
Ke duanya sudah sampai tempat kost - kostan
Dhea mengeluarkan kunci dari tas ranselnya.
Pintu pun terbuka, Dhea mengajak Bilqis masuk.
"Wahhh.. Kamar mu nyaman juga yaa Dhe..!
Puji Bilqis sambil terus mengedarkan pandangan
matanya.
Sepertinya Bilqis mengabsen seisi kamar Dhea.
Dan akhirnya ke duanya pun mulai makan.
Setelah selesai makan , Bilqis dan Dhea saling Tukar cerita, dan tak lupa mereka juga saling tukar no HP nya.
Sepertinya Bilqis dan Dhea sudah sama - sama lelah. Dan Bilqis memilih untuk pamit pulang.
ke kostnya.
Kamar Bilqis sebenarnya masih sama - sama di jalan geger kalong.
Cuma berbeda Gang saja.
"Dhea kini tinggal sendiri dalam kamarnya."
"Sepiiii... sudah pasti.
Dhea dalam sendirinya, Bagaikan terlempar ke Suatu masa .
"Ketika Dhea masih bersama dengan kedua sohibnya."
Dan masa ketika Dhea bersama Anajib yang selalu berada dalam pengawasan tatapan mata
Yang sangat " Tajam"!!
Kenapa rasa rindu itu sering datang dan menyiksa perasaannya.
"Tetapi Dhea segera menepisnya."
Ketika angannya terngiang akan amanah pak Ustadnya.
Dhea harus menghapus kisahnya bersama Anajib yang sudah di larang oleh pak ustad.
Yang tak lain adalab bapak Anajib.
Dhea memilih menutup mukanya dengan bantalnya. Dan dia paksa matanya untuk terpejam berharap Dhea mampu menghapus ingatannya tentang Anajib.
***
__ADS_1