Kala Senja Di Kota Kecil

Kala Senja Di Kota Kecil
Episode 30


__ADS_3

KALA SENJA MENYAPA.


"Semua aktivitas segera di akhiri, Semua penduduk bergegas mempersiapkan diri untuk


Menyambut panggilan Muadzin yang terdengar


Dari masjid Al-Mutaqen." Masjid besar itu menjadi titik untuk menuntut ilmu agama.


Bagi masyarakat setempat, kegiatan keagamaan


Begitu kental. Tercermin dalam kehidupan mereka.


Kala senja menyapa, membawa langkah ketiga sahabat itu untuk segera sampai ke masjid ,


Sebelum Sholat jama'ah di mulai.


"Cobaaa , kalau Dhea nggak pakai lamaa...,


Kita tak akan berjalan setengah lari seperti ini.


"Suara Siti dan Aminah " Saling menyalahkannya. "Sebagai yang Terdakwa Dhea Diem aja.


(Heeheee ... Semua Orang, pinter banget kalau


Menghakimi orang lain . Tanpa harus mendengar


penjelasannya)


"Akhirnya langkah ketiganya sampai juga.


"Haahhh heee... hohhh,


Nafas ketiganya terlihat kelelahan, berburu dengan Waktu di jalan tadi.


Dan Akhirnya Langkah kaki merekapun memasuki Gerbang Masjid.


Lalu langkah ke tiganya menuju padasan.


"Irama detak jantung Dhea serasa tak beraturan.


"Bayangan perbuatan Anajib, Benar-benar


Begitu sangat jelas Di benaknya.


Buru-buru Dhea berwudhu dan cepat berlalu.


Dari padasan itu.


Tawa lebar.., Senja ini aku tak akan mencarimu.


Aku ikuti pesanmu..., Walaupun mata ini lelah mencari tak akan ku temui bayangmu..


"Yaa karena kamu sudah kembali lagi dalam.


"PENGASINGAN MU".


Aku merasa seperti ada yang hilang dari hatiku.


Jujur aku sangat kehilangan mu..

__ADS_1


Ketika sholat magrib telah usai.


Pasti kajian kita seperti biasa akan segera di mulai. " Yaa sebelumnya Tatapan mata tajam


itu akan mengabsen kita satu persatu.


"Tapiii. Di mana tatapan mata tajam ituu..??


Aku baru menyadari kajiannya, Di bimbing


"Kakak Wandi...!!


"Aseekkkk..., kalau yang ngajari kak wandi..


"Belajar sampai subuh juga aku jabani.. "


"Hiiihii.., Suara tawa cekikikan Siti dan Aminah , Terdengar , "sedetik kemudian ,


Pandangan mata kak wandi tertuju pada asal suara tawa Aminah dan Siti.


Lalu kakak itu cuma nampak geleng - geleng


Kepala.


"Ayo Kalian bertiga tutup musafnya,


Tolong kalian lanjutkan ayat yang akan kakak


"Baca...!!! Wadawwww... kakak secakep kak wandi Bisa juga "Garang"! bisik Siti.


"Lalu Kakak itu membaca Q.S Al-Baqarah.


"Alhamdulillah" Dhea menarik nafas legaaaaa.


Kami bertiga mulai muraja'ahnya.


Sampai ayat ke sepuluh. kak wandi menghentikan muraja'ah kami.


Waktu sholat isya mengakhiri Kajian malam ini.


Seketika kami berhamburan ke padasan.


"Heeehe" walaupun kami masih punya wudhu.


Tetap saja kalau belum absen di padasan seperti


Ada yang kurang.


Dan semenjak Anajib menyentuh bibirnya.


Padasan seakan sebuah layar lebar yang selalu.


Memunculkan kejadian itu. "Ada getar aneh di dada Dhea.


Dan sholat isyapun sudah usai.


Ketiga sahabat melangkah pulang. sepanjang


Perjalanan pulang ketiganya saling menyalahkan akan hukuman yang kak wandi berikan . Akhirnya ketiganya tertawa cekikikan.

__ADS_1


Seperti biasanya Persimpangan jalan yang akan memisahkan mereka.


Dhea mengetuk pintu pelan .


"Tok Tok Tok..


Assalamualaikum.. bu...!


walaikumsalam.. terdengar suara ibu menjawab salamnya.


Setelah salim pada ibunya dhea langsung


Masuk ke kamarnya.


Di simpannya mukena bersama musafnya.


Lalu Dhea duduk menghadapi meja belajarnya.


Tapi bukan buku pelajaran yang Dhea pegang.


Dhea mengeluarkan buku kecil berwarna pink.


Lalu Dhea mencurahkan semua rasa yang ada di


Hatinya.


"Haii... kamu.


Aku mencintai mu...


Tanpa mengetahui bagaimana,


Atau kapan.., Atau dari mana...


Yang Aku tahu.. "Aku mencintai mu." TITIK.


Anajib....


Apakah kamu juga memiliki rasa yang sama


Seperti rasa yang ada di hati ku...???


Haaiii....


Apa arti rindu mu..??


Dhea tutup buku itu.


Dan ia pun bawa semua rasa yang ada dalam mimpinya.


***


NEXT..


Terimakasih buat semua.


yang masih berkenan mampir di karya saya.


😇😇😇🙏🙏🙏

__ADS_1


elesai sholat, kami pun pulang


__ADS_2