
Dhea terus menangis karena rindunya... pada Anajib.
Dan untuk mengobati rasa rindunya ia bongkar
Semua isi kotak kecilnya isinya sich cuma lembaran demi lembaran kertas surat .
"Bukan benda berharga seperti lembaran merah
Uang ratusan ribu..!
Tapi semua surat itu lebih berharga bagi Dhea untuk saat ini di bandingkan dengan lembaran
Uang ratusan ribu yang pak ustad beri.
"Yaaa... semua surat itu dulu selalu Anajib kirim
Untuk dirinya yang di titip pada Salman.
Semua suratnya Ia baca sampai berulang-ulang.
Dan tak pernah merasa bosan.
Kali ini matanya terus memandangi photo kebersamaannya dengan Anajib.
"Apa kabar mu tawa lebar....??
Aku sangat merindukan mu...
"Dhea mulai "BAPER.."
Kini di raihnya buku mungilnya...
Dan Ia mulai menumpahkan curahan hatinya.
🌺 Haii kamu...
Aku sangat merindukan mu.
Apakah di sana kamu merindukan ku..??
Dulu aku menanti kepulangan mu dari pondok.
Bersama senja dan padasan tempat canda kita.
Apakah kamu juga masih setia menantiku
Bersama senja...??
"Dhe menghentikan tulisannya Karena tangan
Itu kini sibuk menghapus air matanya.
Rupanya hatinya benar-benar tersiksa karena
Beban rindu yang semakin dalam.
Hingga membuatnya tak mampu lagi menahannya.
Pak ustad seperti sengaja tak menjemputnya
Ketika liburan semester tiba.
Atau jangan-jangan pak ustad tak percaya
Akan janjiku tak menjumpai Putranya..!
Entahlah...
__ADS_1
"Akhirnya Dhea baru menyadari malam sudah berganti dengan waktu subuh..??
"Oh Tuhan.. semua gara-gara rinduku..!
Suara Adzan dari masjid pondok sebelah terdengar memanggil untuk segera bersiap Sholat subuh.
Dan "Tok Tok Tok...!
Terdengar pintu kamar Dhea di ketuk dari luar.
"Mbak Dhea.. , Itu suara ibu Euis.
Dhea melangkah keluar kamar sambil menjijing
Tas berisi mukena.
Yaa bu Euis selalu mengajak Dhea untuk sholat Subuh berjamaah di masjid pondok.
Yang berada di sebrang jalan komplek.
Dhea sudah menganggap ibu kostnya seperti
Ibunya sendiri.
Karena ibu Euis sendiri juga sudah menganggap
Dhea seperti anaknya sendiri.
Langkah mereka sudah nyampai di teras masjid .
Sendal jamaah tampak tersusun rapi.
Dan Dhea melangkah mengikuti bu Euis naik ke lantai atas .
Karena jamaah perempuan tempat sholatnya Mang di lantai atas.
Sholat subuh pun dimulai dan dilanjut dengan Kuliah subuh yang selalu rutin ada bada subuhnya.
"TAK ADA YANG TAU ..."
Sebenarnya ke dua hati yang sama-sama menahan "RINDU" "Saat ini berada sangat dekat...
Yaa Dhea bersama bu Euis menyimak materi
Di lantai atas.
Dan rupanya Anajib bersama Beni sahabatnya Pun sedang menyimak di lantai bawah.
Sampai akhirnya pak kyia pemimpin pondok
Geger kalong itu menutup kuliah subuhnya.
Jamaah bergerak keluar sangat tertib.
Nggak ada yang namanya dulu - duluan.
Atau yang namanya berebut mencari sendal.
"Bu Euis mengajak Dhea untuk sekalian belanja
Untuk sarapan.."
Lumayan ramai.., lebih tepatnya sangat padat Dan perlu kesabaran untuk menunggu giliran untuk memesan makanannya.
"Di sini terkenal makanannya enak-enak mbak..
Jadi pengemar kuliner rela ngantri lama.
__ADS_1
Bu Euis panjang lebar menjelaskan pada Dhea.
"Ooo ... Dhea hanya membulatkan mulutnya.
"Hanya Tuhan yang Tau...
Orang yang Dhea rindu ada di situ .
Tapi sayang keduanya tak pernah menyadari.
Dan bu Euis segera membayar pesenannya.
Lalu keduanya melangkah pulang.
Sambil terus ngobrol.
"Mbak Dhea. "kata bu Euis .
Yaa bu...
Bagai mana kalau besok mbak ikut jalan-jalan
Yaa itung-itung biar semakin mengenal kota Bandung.
"Emmmm.. InsyaAllah ya bu.
Kata Dhea tak janji.
Obrolan lalu terhenti.
karena Dhea harus kembali ke kamar kostnya.
Dan kembali dalam kesendiriannya.
***
"SELESAI SARAPAN...
Beni mengajak Anajib untuk memulai penjelajahannya ke duanya memulai dari sepanjang jalan ponpes.
"O yaa.. Enak juga bisa kuliah di UPI..
Kata Anajib sambil menunjuk Universitas yang
Posisinya di belakang pondok.
"Sangat strategis..!! Kata Anajib yang sepertinya
Sudah mulai menikmati sejuknya udara Bandung.
"Maksud lo..?? Tanya Beni.
Yaa iyalah sangat beruntung yang bisa kuliah di
Upi. apa lagi yang tinggalnya di sekitar pondok.
Bisa mendapatkan ilmu di kampus dan dari pondok..!!
Yaa.. nggak..?? Jawab Anajib.
Tergantung...!!
Orangnya "Heeehee..!!
Walaupun Fasilitas ada.. kalau pribadinya tak Peka.. jawab Beni sambil tertawa.
Yaa juga ..!!
__ADS_1
Dan keduanya terus mengelilingi geger kalong.
***